Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Mendalam

Tipu Orangtua Rp10 Juta buat Joki UTBK demi Kuliah Teknik Elektro, Berujung DO karena Kesulitan dan Jadi “Sampah Keluarga”

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
3 Mei 2025
A A
Tergiur pakai joki UTBK-SNBT di Surabaya demi lolos jurusan Teknik Elektro. Berujung DO karena kuliahnya sulit hingga jadi sampah keluarga MOJOK.CO

Ilustrasi - Tergiur pakai joki UTBK-SNBT di Surabaya demi lolos jurusan Teknik Elektro. Berujung DO karena kuliahnya sulit hingga jadi sampah keluarga. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Berakhir DO dan jadi “sampah keluarga” (1)

Pertemuan berikutnya antara Denis dan temannya itu adalah saat reuni SMA pada libur semester awal perkuliahan. Saat itu, Denis masih gap year dan ikut bantu-bantu pamannya yang punya bengkel las di Surabaya.

Akan tetapi, saat itu, tidak ada lagi percakapan soal perjokian. Seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Temannya juga tampak menikmati menjadi mahasiswa baru Teknik Elektro.

Setelahnya, mereka makin jarang bertemu karena kesibukan masing-masing. Sampai akhirnya pada 2022 Denis mengikuti UTBK-SNBT lagi. Tapi di jurusan dan kampus yang berbeda dari pilihannya di tahun sebelumnya.

Denis akhirnya bisa kuliah. Meski tidak di Teknik Elektro kampus incaran. Seiring itu, dia kembali bertemu dengan temannya yang ternyata memutuskan drop out (DO).

“Katanya nggak kuat walaupun belum setengah jalan kuliah. Tugasnya katanya sesulit itu. Minta bantuan teman kelas, temannya juga pada sibuk. Mau joki setiap tugas juga nggak mungkin karena lebih sering praktikum ketimbang teori. Akhirnya DO,” tutur Denis.

Berakhir DO dan jadi “sampah keluarga” (2)

Singkat cerita, Denis makin sibuk. Karena selain kuliah, dia juga masih ikut bantu-bantu di bengkel las pamannya.

Lalu dia mendengar desas-desus dari sejumlah teman SMA-nya bahwa teman Denis pengguna joki UTBK-SNBT tadi mulai kelimpungan. Orangtuanya terlanjur kecewa karena anaknya DO. Padahal sudah habis uang banyak buat kuliah (orangtuanya masih tak tahu kalau sang anak menipu soal uang Rp10 juta).

“Kata teman-teman SMA, dia kerja-kerja kontrak gitu lah. Tahun 2022 itu kayaknya nganggur. Masih Covid-19 kan. Susah cari kerja. Tahun 2023 kabarnya jadi kurir sampai 2024. Terus berhenti. Sekarang katanya nganggur lagi,” beber Denis.

Awal 2025 lalu Denis sempat bertemu lagi saat sama-sama menghadiri acara pernikahan teman SMA mereka. Denis sempat iseng bertanya, “Sibuk apa sekarang?”. Sambil tertawa getir, temannya itu menjawab, “Sibuk nggak ngapa-ngapain. Jadi sampah keluarga.” Entah jawaban bercanda atau serius.

“Aku nggak punya pesen sih buat calon mahasiswa baru soal ini (joki). Itu urusan masing-masing. Tapi kalau aku, aku selalu takut sesuatu yang kumulai dengan cara nggak baik, akan berakhir nggak baik pula,” jawab Denis saat diminta memberi saran untuk calon mahasiswa baru agar tidak tergiur dengan godaan joki UTBK-SNBT.

Sindikat joki UTBK-SNBT Surabaya loloskan 110 orang hingga raup untung Rp8,5 miliar

Dalam konteks Surabaya, sindikat joki UTBK-SNBT sudah beroperasi sejak 2020 (sejak masih SBMPTN).

Pada Mei-Juni 2022 silam, Polrestabes Surabaya berhasil membekuk delapan orang tersangka joki. Enam di antaranya dari Surabaya, satu dari Sulawesi, dan satunya lagi dari Kalimantan. Pelakunya mulai dari usia 20 tahun, 23, 26, 20, 31, 34, 38, dan 40 tahun.

Harga yang merka patok beragam, dari Rp100 juta hingga Rp400 juta, menyesuaikan jurusan dan kampus yang dipilih.

Sindikat mereka, merujuk data Polrestabes Surabaya, telah meloloskan sebanyak 110 orang. Dari sana mereka meraup untung hingga Rp8,5 miliar.

Iklan

Para pelaku pun dijerat Pasal 32 ayat (2) Sub-Pasal 48 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 KUHP.

Gara-gara ujian yang sifatnya menguji hafalan

Dosen Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik FISIPOL-UGM Dede Puji Setiono menyebut, fenomena joki UTBK-SNBT merupakan kegagalan sistem evaluasi yang terlalu kaku.

Menurutnya, selama ini ujian nasional maupun ujian-ujian sejenis sifatnya menguji “hafalan” tanpa critical thinking. Alhasil, sistem pendidikan Indonesia, menurut Dede, masih terjebak antara idealisme dan realitas pragmatis dalam membentuk SDM yang berkualitas dan berintegritas.

Tak pelak jika hal itu menjadi momok yang memaksa siswa mencari jalan pintas. Padahal, di negara lain seperti Finlandia misalnya, sudah membuktikan: kurikulum fleksibel dan minim ujian standar justru melahirkan generasi kreatif.

“Jika kita mau jujur, ini bukan sekadar masalah angka, melainkan pertanda bahwa nilai-nilai integritas masih kalah saing dengan budaya “yang penting kelar”. Tetapi, sebagai akademisi, saya juga melihat ini sebagai kesempatan untuk merevitalisasi sistem,” ujar Dede dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/5/2025).

“Kita perlu revolusi mindset. Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tapi pembentuk karakter. Kurikulum harus diperbaiki, kurangi jam hafalan, tambahkan proyek sosial yang melatih empati dan kejujuran. Dan yang utama, jadikan integritas sebagai investasi, bukan beban,” tegasnya.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: 4 Pilihan jika Gagal UTBK-SNBT, Tak Perlu Buru-buru Jadi Mahasiswa Baru atau liputan Muchamad Aly Reza lainnya di rubrik Liputan

 

 

 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 5 Mei 2025 oleh

Tags: joki utbkSNBTSurabayateknik elektroUTBKutbk snbt
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO
Edumojok

Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

6 April 2026
Jurusan Antropologi Unair selamatkan saya usai ditolak UGM. MOJOK.CO
Edumojok

Ditolak UGM Jalur Undangan, Antropologi Unair Selamatkan Saya untuk Tetap Kuliah di Kampus Bergengsi dan Kerja di Bali

6 April 2026
Siswa terpintar 2 kali gagal UTBK SNBT ke Universitas Brawijaya (UB). Terdampar kuliah di UIN malah jadi mahasiswa goblok dan nyaris DO MOJOK.CO
Edumojok

Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja

3 April 2026
kuliah di jurusan sepi peminat.mojok.co
Edumojok

Nekat Kuliah di Jurusan Sepi Peminat PTN Top: Menyesal karena Meski Lulus Cumlaude, Ijazah Dianggap “Sampah” di Dunia Kerja

2 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pekerja gen Z matikan centang biru WhatsApp dicap kepribadian buruk

Pekerja Gen Z Matikan Centang Biru WhatsApp demi Privasi, Malah Dicap Kepribadian dan Etos Kerja Buruk padahal Berusaha Profesional

5 April 2026
Gen Z mana bisa slow living, harus side hustle

Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

8 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026
Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran” MOJOK.CO

Tiga Kali Gagal Seleksi CPNS, Pas Sudah Diterima Jadi ASN Malah Tersiksa karena Makan “Gaji Buta”

7 April 2026
Mahasiswa muak dengan KKN di desa. Mending magang saja MOJOK.CO

Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang

8 April 2026
perumahan, tinggal di desa, desa mojok.co

Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

8 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.