Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Mendalam

Tipu Orangtua Rp10 Juta buat Joki UTBK demi Kuliah Teknik Elektro, Berujung DO karena Kesulitan dan Jadi “Sampah Keluarga”

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
3 Mei 2025
A A
Tergiur pakai joki UTBK-SNBT di Surabaya demi lolos jurusan Teknik Elektro. Berujung DO karena kuliahnya sulit hingga jadi sampah keluarga MOJOK.CO

Ilustrasi - Tergiur pakai joki UTBK-SNBT di Surabaya demi lolos jurusan Teknik Elektro. Berujung DO karena kuliahnya sulit hingga jadi sampah keluarga. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Padahal bukan dari keluarga kaya. Tapi karena keinginan kuliah di jurusan Teknik Elektro, alhasil tergiur jalan pintas melalui joki UTBK-SNBT di Surabaya. Setelah lolos dan habis puluhan juta, malah DO dari kampus karena tak mampu ikuti mata kuliah yang sulit hingga menjadi “sampah keluarga”.

***

Merujuk data Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), pada UTBK-SNBT 2025 tercatat ada 50 peserta UTBK-SNBT yang menggunakan jasa joki demi lolos jurusan dan kampus incaran.

Mayoritas mengincar jurusan Teknik dan Kedokteran. Membentang dari Jawa Timur, Jawa Barat, hingga Sumatera Utara. Sementara pelakunya (penyedia jasa joki UTBK) yang sudah tertangkap ada 10 orang.

“Ini yang menarik, jaringan perjokian itu lintas provinsi. Jadi bisa saja kasusnya ditemui di satu lokasi UTBK. Setelah dilacak, komunikasi yang terbangun itu dari kota lain,” jelas Eduart Wolok selaku Ketua Tim Penanggungjawab Panitia SNPMB 2025 dalam konferensi pers di Auditorium Gedung Kemendiktisaintek, Senayan, Jakarta, Selasa (29/4/2025) sebelumnya.

Modusnya, jelas Eduart, beragam. Ada yang memanfaatkan teknologi seperti kamera hingga joki menggantikan peserta mengikuti ujian di dalam ruangan. Modus kedua ini seperti yang terjadi nstitut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung dengan terduga joki mahasiswa-alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB).

Eduart kini masih terus intens berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk melakukan pengusustan sekaligus menindak pelaku-pelaku yang sudah tertangkap.

Tergiur joki UTBK-SNBT demi kuliah jurusan Teknik Elektro

Melalui seorang teman seangkatan di SMA-nya, Denis (meminta nama asli disamarkan) diajak untuk mencoba menggunakan jasa joki UTBK-SNBT di Surabaya.

Harga yang ditawarkan saat itu terbilang murah untuk ukuran jurusan Teknik Elektro—sebagai salah satu jurusan bergengsi. Yakni Rp5 juta untuk jasa joki ujian, lalu jika lolos tambah lagi Rp5 juta. Artinya hanya Rp10 juta. Padahal, umumnya joki UTBK-SNBT mematok harga di atas itu untuk jurusan dan kampus besar dengan tingkat persaingan ketat.

Peristiwa itu terjadi pada 2021 silam, saat Denis dan temannya itu sama-sama gagal di SNBP. Di tahun itu, SNBP masih bernama SNMPTN. Sementara UTBK-SNBT masih bernama SBMPTN.

“Aku menolak. Karena satu, aku nggak ada uang sebanyak itu. Bocah baru lulus SMA, dapat uang dari mana? Masa minta orangtua? Malah bisa dibunuh aku karena pakai cara curang,” ujar Denis saat dengan sukarela berbagi ceritanya pada Mojok di tengah ramainya isu perjokian, Sabtu (3/5/2025) pagi WIB.

“Dua, risikonya terlalu besar kalau ketahuan,” sambungnya.

Akan tetapi tidak demikian dengan teman Denis. Temannya itu tetap menggunakan jasa joki UTBK-SNBT. Jurusan Teknik Elektro sudah menjadi incaran teman Denis.

Persaingannya ketat. Sementara dia tidak percaya diri bakal bisa lolos jika mengandalkan otaknya untuk mengikuti ujian. Alhasil, jalan pintaslah yang harus diambil.

Iklan

Menipu orangtua

Sejak tawaran itu, setelahnya Denis tak sempat bertemu temannya lagi. Mereka juga ujian di lokasi terpisah di Surabaya.

Hasil tidak baik diterima Denis. Dia lagi-lagi gagal lolos di jurusan Teknik Elektro di kampus yang dia incar. Meski sempat drop, tapi orangtua Denis memberinya dukungan moral agar tidak berhenti mencoba.

“Awalnya mau nyoba mandiri. Cuma kebayang biaya mahal. Akhirnya saat itu milih gap year,” ungkap Denis.

Selang beberapa hari setelah pengumuman hasil UTBK-SNBT, Denis bertemu lagi dengan temannya. Teman Denis mengaku lolos karena bantuan joki.

“Uang Rp10 juta dari mana? Ternyata dia bilang ke aku agak bohong ke orangtua. Pertama, minta Rp5 juta buat jasa ujian itu bilangnya buat bayar biaya ujian. Lalu Rp5 juta berikutnya buat daftar ulang,” beber Denis.

Padahal, kata Denis, orangtuanya bukan dari keluarga kaya. Pemsukan mengandalkan dari warung makan kecil-kecilan yang mereka kelola.

Baca halaman selanjutnya…

Berujung DO dan jadi sampah keluarga 

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 5 Mei 2025 oleh

Tags: joki utbkSNBTSurabayateknik elektroUTBKutbk snbt
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya Penuh Derita, Nyawa Terancam (Unsplash)
Pojokan

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Niatnya Ingin Tenang Berakhir Penuh Derita dan Nyawa Terancam

13 Maret 2026
Kereta api ekonomi (KA) Ambarawa Ekspres menjadi saksi "kegilaan" Bonek di rute Grobogan - Stasiun Pasarturi demi Persebaya Surabaya di Stadion GBT MOJOK.CO
Urban

KA Ambarawa Ekspres Andalan Bonek Tempuh “Jalan Kegilaan” di Rute Grobogan – Pasarturi, Demi Ziarah ke Rumah Kedua

6 Maret 2026
Ilustrasi Honda Vario Sumber Derita dan Bikin Gila di Jalanan Surabaya (Wikimedia Commons)
Pojokan

Honda Vario Adalah Motor yang Paling Menderita di Surabaya: Mesin Loyo Itu Sengsara Dihajar Jalan Rusak

6 Maret 2026
Orang Surabaya hina Malang. MOJOK.CO
Urban

Malang Dihina “Desa”, padahal Tempat Pelarian Terbaik bagi Orang Kota Surabaya yang Stres meski Punya Mal Mewah

5 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bus ekonomi jalur Jogja Jambi menyiksa pemudik. MOJOK.CO

Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”

13 Maret 2026
Kerja di Jakarta, Purwokerto, KRL.MOJOK.CO

Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto

13 Maret 2026
Gen Z dapat THR saat Lebaran

3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan

18 Maret 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Nasib Suram Pekerja Jakarta Rumah di Bekasi, Dituntut Bekerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

17 Maret 2026
Jadi gembel di perantauan tapi berlagak tajir pas pulang kampung. Siasat pura-pura baik-baik saja agar orang tua tidak kepikiran MOJOK.CO

Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan

19 Maret 2026
Dosen Poltani Kupang sekaligus Ahli Peternakan dapat dana LPDP. MOJOK.CO

Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

18 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.