Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan

Sungguh-sungguh Terjadi di UNY, Mahasiswa Undang Orang Tua Datang Wisuda, Padahal Belum Lulus

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
29 September 2023
A A
Sungguh-sungguh Terjadi di UNY, Mahasiswa Undang Orang Tua Datang Wisuda, Padahal Belum Lulus MOJOK.CO

ilustrasi Sungguh-sungguh Terjadi di UNY, Mahasiswa Undang Orang Tua Datang Wisuda, Padahal Belum Lulus

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Wisuda itu nomor dua, lulus paling utama

Kisah itu lantas menjadi salah satu hal yang kerap Danar dan dosen lain di Ilmu Sejarah UNY sampaikan ke para mahasiswa. Bahwa jangan sampai menelantarkan kuliah sampai tidak bisa bertanggung jawab kepada orang tua yang telah memberikan dukungan finansial.

Selain itu, Danar beranggapan bahwa banyak orang tua memahami penanda kelulusan adalah wisuda. Padahal, sebelum itu ada prosesi sidang skripsi dan yudisium yang jadi penentu keabsahan lulusnya mahasiswa.

“Wisuda itu setelah lulus, jadi kita kan nggak mantau informasinya ke keluarga. Pihak program studi saja nggak ikut datang ke wisuda. Hanya level fakultas saja. Kalau yudisium baru kami mengawal,” paparnya.

Danar mengungkapkan bahwa ia enggan menyebut identitas mahasiswa secara terbuka. Hal itu lantaran kisah ini juga menjadi beban bagi keluarga mereka.

“Ya intinya ini jadi pembelajaran saja bagi para mahasiswa lain,” paparnya. Kisah mahasiswa UNY ini bahkan jadi urban legend di kampus ini, khusunya Jurusan Ilmu Sejarah. Dosen-dosen selalu menceritakan kisah kepada mahasiswanya sebagai pengingat agar cepat lulus.

Kisah serupa selain di UNY

Namun, kisah semacam ini ternyata tidak hanya terjadi di UNY. Pada akhir 2022 lalu, seorang mahasiswa Institut Agama Kristen (IAKN) Kupang berinisial YT juga terbukti membohongi orang tuanya. Ia mengundang orang tua datang ke wisuda padahal belum lulus.

Kala itu, YT tercatat sebagai mahasiswa semester 13 yang belum menyelesaikan skripsi. Mahasiswa ini bahkan nekad menggunakan atribut wisuda lengkap dan berpose layaknya seorang wisudawan. Kejadian itu dipergoki oleh dosen yang akhirnya menguak kondisi YT sebenarnya.

“Kejadiannya saat wisuda di Hotel Cahaya Bapa, Selasa (29/11/2022) lalu,” ungkap Ketua Panitia Wisuda IAKN Kupang saat itu, Martin Liufeto.

Keluarga YT datang menggunakan mobil bak terbuka bersama sanak saudara. Lebih parahnya lagi, ternyata keluarga lain yang tidak ikut datang juga sudah menyiapkan syukuran.

Wisuda penuh momen suka dan duka

Prosesi wisuda bagi banyak orang tua merupakan momen yang begitu dinanti. Tak jarang mereka menyiapkan waktu, tenaga, dan materi yang tidak sedikit. Tak heran jika acara itu jadi momen yang cukup penting meski sifatnya sebenarnya tidak wajib.

Dukanya, terkadang ada mahasiswa yang tidak mengikutinya dengan serius meski orang tua mereka sudah mengupayakan hadir. Salah satunya di IAIN Sultan Amai Gorontalo. Mahasiswa bernama Rivaldo Dullah bangun kesiangan padahal orang tuanya sudah menanti di kampus sepanjang prosesi wisuda.

Rivaldo baru bangun pada pukul 13.00 WITA saat acara wisuda sudah selesai. Sehingga, ia pun terpaksa melangsungkan wisuda seorang diri di ruang rektorat. Siang itu ia datang ditemani teman dan keluarganya.

Sebelumnya, orang tua Rivaldo sudah tiba di Gorontalo pada Rabu (30/8/2023), sehari sebelum wisuda. Mereka menginap di tempat kerabat terlebih dahulu. Nahasnya, setibanya di kampus keesokan harinya, anak mereka justru tidak menampakkan batang hidup sampai acara selesai.

Bukti bahwa wisuda jadi penting untuk orang tua juga terjadi di Universitas Muhammadiyah Malang. Kali ini, kisahnya cukup mengharukan. Pada wisuda Kamis (24/8/2023) lalu, wisudawan bernama Roy Inzaqhi Saputra diwakili oleh kedua orang tuanya. Sebab, pemuda itu meninggal dunia usai dinyatakan lulus kuliah.

Iklan

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Kisah Mahasiswa UNY Bertahan Hidup di Jogja Bermodalkan Rp250 Ribu per Bulan

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 30 September 2023 oleh

Tags: Kampusliputansarjanaunywisudawisuda uny
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Sarjana pegasuh anak, panti asuhan Muhammadiyah di Surabaya. MOJOK.CO
Urban

Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam

5 Februari 2026
Ulfi Rahmawati, penerima beasiswa LPDP alumnus UNY. MOJOK.CO
Kampus

Tak Melihat Masa Depan Cerah sebagai Guru Honorer di Ponorogo, Pilih Kuliah S2 dengan LPDP hingga Kerja di Perusahaan Internasional

21 Januari 2026
14 juta pekerja terima gaji di bawah UMP/UMK, sebagian besar dari kalangan lulusan perguruan tinggi (sarjana) MOJOK.CO
Ragam

Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja

9 Januari 2026
Bapak-ibu dihina saudara sendiri karena ingin kuliahkan anak di PTN, tapi beri pembuktian. Meski anak jadi mahasiswa di PTN ecek-ecek tapi jadi sarjana pekerja kantoran MOJOK.CO
Kampus

Ortu Miskin Dihina Saudara Kaya saat Ingin Kuliahkan Anak, Meski Kuliah di PTN Ecek-ecek Malah Punya Karier Terhormat ketimbang Anak Saudara

8 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Surat Wasiat dari Siswa di NTT Itu Tak Hanya Ditujukan untuk Sang Ibu, tapi Bagi Kita yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak. MOJOK.CO

Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak

7 Februari 2026
Salah kaprah pada orang yang kerja di Surabaya. Dikira gaji besar dan biaya hidup murah MOJOK.CO

Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan

4 Februari 2026
Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan Lebih Mudah Diterima daripada Gagal Jadi Sarjana Hukum UGM MOJOK.CO

Perjuangan Ojol sambil Kuliah: Pernah Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan, Kini Lulus Jadi Sarjana Hukum UGM

5 Februari 2026
TKI-TKW Rembang dan Pati, bertahun-tahun kerja di luar negeri demi bangun rumah besar di desa karena gengsi MOJOK.CO

Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti

7 Februari 2026
Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers MOJOK.CO

Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

6 Februari 2026
Derita punya pasangan hidup sandwich generation apalagi bonus mertua toxic MOJOK.CO

Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

5 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.