Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kuliner

Siomay Hidden Gems di Jogja yang Penjualnya Dapat Resep Rahasia dari Pemilik Warung Siomay Legendaris di Bandung

Agung Purwandono oleh Agung Purwandono
29 Februari 2024
A A
Siomay Hidden Gems di Jogja yang Penjualnya dapat Resep Rahasia dari Pemilik Warung Siomay Legendaris di Bandung MOJOK.CO

Ilustrasi Siomay Hidden Gems di Jogja yang Penjualnya dapat Resep Rahasia dari Pemilik Warung Siomay Legendaris di Bandung. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Penjual siomay ini jadi “buronan” pelanggannya karena lebih dari tiga bulan menghilang. Sudah pada curiga kalau yang jual itu intel polisi, tapi kok siomay buatannya enak banget. 

***

Tiap sore, kalau pulang kantor dan lewat tengah kota, saya selalu menyempatkan diri lewat Jalan Pakuningratan. Berharap Siomay Pian Yi buka, tapi selama tiga bulan ini harapan hanya tinggal harapan. 

Meski hanya jualan dengan gerobak, Siomay ini menurut saya tergolong istimewa. Hanya waktu bukanya saja yang kadang kurang ajar. Kadang buka, kadang libur. Benar-benar hidden gems, karena waktu bukanya sering tersembunyi. Saya sampai curiga, jangan-jangan yang jual itu sebenarnya intel polisi. 

Penjual siomay di Jalan Pakuningratan yang seperti nggak niat jualan

Senin (26/2/2024) sepulang dari kantor saya iseng lewat Jalan Pakuningratan. Kalau pun nggak buka, saya ingin makan brongkos di Dapur Pakuningratan. Dan tanpa dinyana, Siomay Pian Yi, buka! Penjualnya yang bernama Panggah (34) tengah selonjoran santai. 

“Wo, niat dodolan ora koeee. Prei kok tiga bulan!,” itu adalah kalimat pertama yang saya ucapkan padanya. 

Anak muda yang punya nama panggilan Angga ini cuma cengar-cengir.  “Anak sama istriku sudah tak bawa ke sini, Mas, aman saiki,” katanya. 

Siomay Pian Yi atau Siomay Iam Lotus di Jalan Pakuningratan MOJOK.CO
Siomay Pian Yi atau Siomay Iam Lotus di Jalan Pakuningratan. (Agung P/Mojok.co)

Ia asal Semanu, Gunungkidul. Saya punya beberapa kenalan apakah itu penjual bakso atau buruh bangunan di Kota Jogja. Kadang setiap tahun, teman saya ini libur beberapa minggu. Alasannya, karena di desanya sedang musim panen sehingga ia harus pulang kampung.

Awalnya saya mengira Angga pun demikian, pulang kampung karena urusan persawahan. Saya sebenarnya tahu, istrinya melahirkan tiga bulan lalu dari tukang parkir tak jauh dari tempatnya biasa jualan di Jalan Pakuningratan No 1A. Saya mengira ia ingin menemani istrinya usai melahirkan, tapi kok sampai tiga bulan. 

Soalnya, saat istrinya melahirkan anak pertama di tahun 2021, atau saat masa pandemi Covid-19, ia libur tak lama, waktunya lebih banyak untuk jualan. Maka ketika tiga bulan ia menghilang banyak yang mencarinya. “Wah banyak yang menghubungi, Mas,” katanya kembali cengar cengir. 

“Terus nggo nguripi anak bojomu seko endi, adol sapi mesti,” tanya saya bercanda. 

“Ada lah, Mas, rezeki ono wae, meski ora kerjo,” katanya tertawa.

Bos paling keras kepada Angga

Saya mengenalnya di tahun 2021. Saat Covid-19 masih merajalela. Ketika banyak penjual makanan lainnya banyak yang tutup, siomay ini tetap buka. Soal rasa, siomay buatan Angga cocok dengan lidah saya. Selain kerasa ikannya, siomay-nya lembut, tekstur bumbu kacangnya cenderung kasar, tapi enak. Saya selalu menghabiskan bumbu kacangnya tandas di piring, tak menyisakan sedikitpun.

Angga bercerita, ia mulai mengenal siomay saat “kabur” dari Gunungkidul ke Bandung. Waktu itu ia baru 6 bulan merasaan bangku SMA. Ia kemudian terdampar di warung siomay legendaris asal Bandung, Baso Tahu Si Sien Hien. 

Iklan

Pekerjaannya jadi tukang bersih-bersih, nyuci, ngepel, dan belanja bahan baku. Di warung itu, ia jadi orang paling muda dan paling kecil sehingga panggilannya Cil, Ucil. Pemilik warung tersebut seorang wanita Tionghoa yang sangat disiplin dan keras, khususnya pada Angga. 

“Kadang saya merasa, kenapa cuma saya saja yang teraniaya, dapat pekerjaan paling berat dari Ciciknya, sering dapat marah,” katanya. Meski berat, Angga bertahan di warung tersebut dan menuruti apa yang bosnya perintahkan.

Dapat resep rahasia setelah hidup “teraniaya” oleh majikan

Suatu hari, bosnya itu memanggilnya. Ia meminta Angga masuk ke dapur. “Ciciknya bilang, ‘suatu saat ilmu ini berguna bagi kamu, tapi jangan kami kasih ke orang, suatu saat kamu bisa buka usaha sendiri’,” kata Angga menirukan omongan bosnya. 

Bosnya itu kemudian mengajarinya membuat adonan siomay maupun baso tahu resep warisan keluarga tersebut. “Saya itu kan sebenarnya mual kalau lihat adonan daging, tapi bos saya bilang, kalau saya harus terbiasa jika ingin menguasainya,” kata Angga. 

siomay bandung di jogja MOJOK.CO
Siomay buatan Angga, satu biji ia jual Rp2.500 per bijinya. (Agung P/Mojok.co)

Ia bukan hanya belajar membuat adonan yang pas, tapi juga memilih bahan baku yang tepat. Menurut Angga, membuat siomay terkesan sederhana, tapi langkah-langkahnya harus benar. Hal-hal detail, bosnya ajarkan. 

Tak lama setelah memberikan ilmu membuat siomay, majikan Angga meninggal dunia. “Saya jadi mengerti kenapa Cicik keras ke saja, rupanya jadi semacam tes apakah saya orang yang bisa kerja keras dan jujur nggak. Selain saya, setahu saya yang Cicik ajari itu keponakannya, orang Tionghoa, tapi tidak tinggal di Bandung,” kata Angga. 

Baca halaman selanjutnya

Dapat resep rahasia tak lantas buka usaha siomay

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 29 Februari 2024 oleh

Tags: siomaysiomay bandungsiomay pakuningratansiomay pian yi
Agung Purwandono

Agung Purwandono

Jurnalis di Mojok.co, suka bercocok tanam.

Artikel Terkait

Cerita Penjual Some Jawa Pertama di Jogja: Setengah Abad Berjualan Sejak 1974, Saksi Mencekamnya Petrus Era Orde Baru MOJOK.CO
Kuliner

Cerita Penjual Some Jawa Pertama di Jogja: Setengah Abad Berjualan Sejak 1974, Saksi Mencekamnya Petrus Era Orde Baru

10 September 2024
street food indonesia terbaik di dunia mojok.co
Hiburan

5 Makanan Indonesia yang Masuk dalam Daftar Street Food Terbaik di Dunia

7 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Keluar dari organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) PMII, dicap pengkhianat tapi lebih sukses MOJOK.CO

Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik

13 Januari 2026
Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

14 Januari 2026
Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut MOJOK.CO

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut

14 Januari 2026
Mohammad Zaki Ubaidillah, dari Sampang, Madura dan langkah wujudkan mimpi bulu tangkis di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan Jakarta MOJOK.CO

Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan

19 Januari 2026
Sewakan kos bebas ke teman sesama mahasiswa Malang yang ingin enak-enak tapi tak punya modal MOJOK.CO

Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim

14 Januari 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.