Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kuliner

Deretan Kuliner Jogja Legendaris yang Jadi Langganan Keluarga Sultan

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
20 Desember 2023
A A
kuliner jogja langganan sultan jogja.MOJOK.CO

Ilustrasi kuliner (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Beberapa kuliner Jogja yang legendaris konon jadi langganan keluarga Sultan Jogja. Mulai dari Sri Sultan HB IX sampai Sri Sultan HB X. Warung-warung ini punya cita rasa khas yang melenda.

Mojok punya pengalaman mengeksplorasi khazanah kuliner Jogja. Di beberapa warung legendaris yang kami kunjungi, ada banyak cerita soal sejarah. Termasuk soal cita rasa masakan yang ternyata cocok di lidah keluarga raja Jogja.

Rata-rata warung yang konon menjadi langganan keluarga Sultan Jogja umumnya tergolong legendaris. Bahkan, ada yang sudah satu abad menyajikan cita rasa yang menggoyang lidah masyarakat.

Warung Bu Spoed yang pernah menolak permintaan Sultan Jogja

Warung Bu Spoed letaknya di Jalan Ibu Ruswo No 32, Gondomanan, Kota Yogyakarta. Bukan hal baru, jika masakan di warung ini sudah habis sebelum waktunya. Buat kalian yang mau mampir, ini jadi catatan penting. Sebaiknya jangan datang terlalu siang.

Sari Dwijayanti, pengelola Warung Bu Spoed bercerita kalau ia biasa memasak sampai 60 jenis sayur. Tapi, tetap saja habis.

“Paling banyak ada 60, bisa kurang tiap harinya soalnya tempatnya ndak cukup. Menu banyak pun juga cepet habis,” ujar perempuan berumur 33 tahun itu.

Warung ini didirikan oleh Mbah Harjo, buyut dari Sari Dwijayanti, pada tahun 1920-an. Warung ini sudah melegenda, bahkan sempat jadi langganan Sri Sultan HB IX pada masanya.

Masakan Bu Spoed, kuliner jogja langganan sultan jogja.MOJOK.CO
Aneka masakan Warung Bu Spoed (Rahma Ayu Nabila/Mojok.co)

Sari ingat, dulu, simbahnya pernah bercerita kalau ada orang dari kraton. Lelaki itu datang saat warung sedang ramai.

Rupanya, pria itu diminta oleh Sultan Hamengkubowono IX untuk memborong menu masakan kesukaannya, tahu-tempe bacem. Seusai mengantrei, pria yang merupakan tangan kanan sultan mengatakan ingin membeli semua tahu-tempe bacem yang tersedia.

Dengan tegas, simbah menjawab, “Nggak bisa. Ini buat pembeli nanti,” dengan tangannya yang masih sibuk membungkus masakan lain, beliau melanjutkan, “Kalau mau ya, setengah aja. Kalau semua nggak boleh, kasian pelanggan lain yang cari,” kata Sari menirukan simbahnya.

Empal Bu Warno, kuliner Jogja di Pasar Beringharjo

Selanjutnya, ada warung sederhana yang terletak di Pasar Beringharjo. Warung ini menjual olahan empal dan jerohan sapi yang nikmat. Namanya, Empal Bu Warno.

Hingga sekarang, Empal Bu Warno melewati dua generasi, kini dipegang oleh cucu-mantunya, Widya (47). Ia tak tahu persis sejarah kios empal di Pasar Beringharjo ini. Lantaran baru datang ke Yogya tahun 1998. “Yang saya tahu, setelah mertua meninggal tahun 2011, Empal Bu Warno diamanahkan pada suami saya sebagai anak tertua,” ungkapnya.

Resep Empal Bu Warno tidak pernah berubah. Suami Widya menyimpan resep turun temurun itu. Menurutnya, keistimewaan Empal Bu Warno terletak pada potongan daginya yang besar dan tebal.

Empal Bu Warno memang menjadi favorit para publik figur, seperti Najwa Shihab, Sudjiwo Tedjo, Olga Lydia, Mike Amalia, Tora Sudiro, dan Butet Kartaredjasa. Bahkan Henidar Amroe pernah datang ke rumahnya. Begitu pun Lydia Kandou yang baru dua bulan lalu singgah dan santap siang di Empal Bu Warno cabang Jalan Brigjen Katamso, Mergangsan.

Iklan

Tidak hanya deretan publik figur, keluarga besar Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat juga menjadi langganan Empal Bu Warno. “Khususnya keluarga Sultan Hamengkubuwono IX” ungkap Widya.

Sego Welut Mbak Surani yang menggoda

Agak beralih ke sisi barat, ada kuliner Jogja yang konon pernah jadi langganan Sultan Jogja. Namanya yakni Sego Welut Mbak Surani yang dirintis oleh Mbah Darmo pada 1945. Hingga sekarang, resep mangutnya masih bertahan seperti masa perintisan.

Selepas kemerdekaan, tepatnya di sekitar tahun 1947 hingga 1950-an, konon Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan HB IX konon menjadi langganan warung Mbah Darmo. Bahkan di waktu itu Sultan HB IX yang memang terkenal suka blusukan itu datang hanya menggunakan sepeda onthel.

“Kalau cerita Sri Sultan HB IX itu saya dengar dari cerita Mbah Darmo,” kata Surani.

Belut goreng berpadu dengan sambal pedas terasa begitu nikmat. Belum lagi, ada lauk mangut yang menambah cita rasa menjadi lebih menggoda.

Brongkos Bu Rini kuliner Jogja langgan Sultan HB X

Brongkos terkenal sebagai makanan lezat dari Jogja. Penampakannya seperti rawon, kuahnya hitam pekat dan bersantan. Salah satu destinasi makan brongkos legendaris di Jogja adalah Warung Brongkos Bu Rini yang terletak di

Seporsi brongkos di sini berisi koyor, kacang, tahu, dan telur. Rasanya gurih nikmat. Konon, Sri Sultan HB X pelanggan warung ini. Namun untuk yang terakhir ini, Mojok mendapatkan infonya dari beberapa tulisan di internet. Belum sempat berkunjung langsung. Kendati begitu, kelihatannya tetap nikmat.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Sate Donal Pak Min Kaliurang, Racikan Lezat Penjaga Rumah Peristirahatan Sultan Jogja

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 20 Desember 2023 oleh

Tags: Kuliner Jogjakuliner legendarisSultan Jogja
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

5 Kuliner Dekat Stasiun Tugu Jogja yang Sudah Teruji Lidah Warlok, Layak Dicoba Sebelum atau Sesudah Naik Kereta, Mojok.co
Pojokan

5 Kuliner Sekitar Stasiun Tugu Jogja yang Sudah Teruji Lidah Warlok, Layak Dicoba Sebelum atau Sesudah Naik Kereta

27 Maret 2026
Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan Mojok.co
Pojokan

Dosa Wisatawan ke Penjual Gudeg: Sibuk Mencela padahal Penjual Sudah Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja 

15 Maret 2026
Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis Itu Mojok.co
Pojokan

Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis

12 Maret 2026
Cerita perintis bukan bocil pewaris yang lulus SMK langsung bayar utang keluarga, pecel lele di jogja, omzet pecel lele. MOJOK.CO
Urban

Dihina Tetangga dan Teman karena Cuma Kerja Kasar dan Menempati “Kosan Bedeng” di Jogja, padahal Penghasilan Rp30 Juta Sebulan hingga Mampu Kuliahkan Adik

15 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ribetnya urusan sama pesilat. Rivalitas perguruan pencak silat seperti PSHT dan PSHW (SH Winongo) bikin masalah sepele jadi alasan rusuh MOJOK.CO

Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

7 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO

Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”

7 April 2026
Mio M3: Motor Yamaha Paling Menderita dan Dianggap Murahan MOJOK.CO

10 Tahun yang Indah Bersama Mio M3: Motor Yamaha yang Dianggap Murahan, Diremehkan Orang, dan Katanya Bikin Orang Menyesal

7 April 2026
Tinggalkan Jakarta demi punya rumah desa untuk slow living, berujung kena mental karena ulah tetangga MOJOK.CO

Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga

7 April 2026
Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon” MOJOK.CO

Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon”

2 April 2026
Di umur 30 cuma punya motor Honda Supra X 125 kepala geter. Dihina tapi jadi motor tangguh yang bisa bahagiakan orang tua MOJOK.CO

Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban

8 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.