Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kuliner

Praktik Kotor Oknum Penjual Bakso Daging Sapi, Sajikan Menu Menjijikkan yang Tak Disadari Pembeli

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
15 Juli 2024
A A
Pengalaman Buruk Makan Bakso Daging Sapi yang Beirsi Daging Tikus hingga Isu Jin Penglaris MOJOK.CO

Ilustrasi - Pengalaman buruk makan bakso daging sapi yang ternyata berisi daging tikus hingga isu jin penglaris. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bakso memang menjadi salah satu makanan favorit bagi mayoritas orang Indonesia. Namun, ada saja orang yang justru trauma makan bakso, terutama bakso daging sapi. Pemicunya adalah karena mengetahui sisi lain dari oknum pedagangnya yang melenyapkan nafsu makan seketika. Dari isu daging tikus hingga jin penglaris.

***

Hingga saat ini, bakso memang menjadi salah satu makanan yang sering Yunianto (26) santap. Meskipun sebenarnya ia tak memasukkannya ke dalam daftar kuliner favorit.

Hanya saja, Yunianto mengaku cukup selektif dalam memilih warung. Sebab, ia takut kejadian beberapa tahun silam terulang lagi, ketika sebuah warung bakso daging sapi membuatnya mual-mual. Yunianto hanya akan makan di warung-warung rekomendasi dan memiliki ulasan baik dari pelanggan.

Oknum penjual bakso daging terbukti pakai daging tikus

Tidak jauh dari rumah Yunianto di Wonogiri, Jawa Tengah, terdapat sebuah warung bakso daging sapi yang sudah ada sejak ia masih SD. Dari SD hingga kelas 2 SMA (sekitar tahun 2015-an), ia dan keluarganya memang kerap makan di warung tersebut.

Bertahun-tahun Yunianto mengaku tak ada yang aneh dari bakso daging di warung itu. Dari segi rasa maupun gerak-gerik penjualnya tidak ada yang mencurigakan.

Sampai suatu hari di tahun 2015 itu, Polisi menggrebek warung tersebut dan menemukan fakta mengejutkan.

“Si pemilik warung bakso terbukti menggunakan daging tikus dalam baksonya. Waktu itu refleks mual-mual lah karena aku sering makan di sana. Kebayang kalau selama ini yang kumakan adalah tikus,” ujar Yunianto dalam obrolan bersama Mojok belum lama ini.

“Cuma aku nggak tahu, sebenarnya orang itu pakai daging tikus baru di tahun itu atau dari tahun-tahun sebelumnya sudah pakai,” sambung pemuda asli Wonogiri yang saat ini berdomisili di Jogja tersebut.

Pengalaman Buruk Makan Bakso Daging Sapi yang Beirsi Daging Tikus MOJOK.CO
Ilustrasi semangkuk bakso. (Muhammad Arifin Nursalim/Unsplash)

Dari yang Yunianto dengar dari si pemilik warung, sebenarnya di masa-masa itu ada banyak oknum penjual bakso daging sapi di Wonogiri yang menggunakan campuran daging tikus. Si penjual dekat rumah Yunianto menjadi yang apes karena kena grebek petugas.

“Si pemilik warung masuk jeruji waktu itu. Aku nggak tahu ya berapa tahun, tapi sekarang udah nggak buka lagi,” terangnya.

Setelah Mojok telusuri, di tahun 2015 di Wonogiri memang tengah ramai-ramainya isu warung bakso dengan campuran daging tikus. Namun, tidak serta merta disimpulkan bahwa seluruh warung bakso daging sapi di Wonogiri melakukan aksi tak terpuji tersebut. Karena ada pemilik warung yang jadi korban tudingan tak berdasar.

Misalnya yang Sugianto alami. Pria asal Maros tersebut mengaku rugi besar karena sempat mendapat tudingan menggunakan daging tikus dalam baksonya. Sebelumnya ia bisa meraih omzet hingga Rp6 juta per hari, tapi setelah diterpa isu daging tikus, sehari ia hanya meraup Rp2 juta.

“Kalau dibilang bakso tikus, di mana saya harus ambil daging tikus itu sampai 15 kilogram per harinya? Kalau perlu pihak pemerintah selalu datang ke sini, untuk periksa bakso saya” katanya waktu itu seperti yang Mojok kutip dari Tribun Timur.

Iklan

Mojok tak bisa mengulik lebih jauh perihal kondisi Sugianto pasca tudingan tersebut hingga hari-hari ini. Akan tetapi, menurut Yunianto sebagai warga asli Wonogiri, sejak kejadian tahun 2015 itu banyak warung bakso di Wonogiri yang—hingga saat ini—mempertegas diri dengan embel-embel “Daging Sapi Asli”. Tidak lain untuk meyakinkan pembeli bahwa mereka tidak menggunakan daging tikus.

Pengalaman buruk makan bakso dengan jin penglaris

Orang lain yang mengaku punya pengalaman buruk makan bakso adalah Gafar (25), pemuda asal Rembang, Jawa Tengah. Tidak hanya spesifik ke bakso daging, tapi nyaris semua bakso.

Di Rembang, Jawa Tengah, Gafar memiliki warung bakso daging sapi langganan yang buka sejak 2018 hingga sekarang. Karena selain murah, rasanya pun nikmat, porsinya juga memuaskan.

Hingga suatu kali pada 2021 ia mengajak teman nyantrinya di Gresik—yang kebetulan main ke rumahnya—untuk mencicipinya: mengajak temannya makan di warung tersebut.

“Waktu itu baru juga duduk, tapi temanku sudah langsung ngajak batalin makan di warung langgananku itu. Alasannya ia melihat hal menjijikkan. Bahkan saat kubonceng, ia mual-mual,” ungkap Gafar juga belum lama ini.

Gafar sebenarnya berpikir logis, barangkali cara pengolahan bakso di Rembang berbeda dengan di Gresik, sehingga si temannya merasa jijik.

“Tapi setelah kami pindah, temenku itu cerita, hal menjijikkan yang ia maksud itu ia melihat ada sosok menyeramkan yang lidahnya menjulur, air liurnya menetes ke kuah bakso sebelum dihidangkan. Ia menyebut itulah jin penglaris,” terang Gafar menceritakan apa yang teman indigonya lihat.

Pengalaman Buruk Makan Bakso Daging Sapi yang Beirsi Daging Tikus MOJOK.CO
Ilustrasi – Pengalaman buruk makan bakso. (Abil Arqam/Unsplash)

Gafar sebenarnya tak bisa memastikan apakah yang temannya lihat benar atau tidak. Karena ia bukan indigo, ia juga tidak bisa memastikan mana warung yang pakai penglaris dan mana yang tidak.

“Kalau makan masih makan sampai sekarang. Tapi aku punya langganan lain, aku nggak lagi di tempat yang kata temenku ada penglarisnya itu,” jelas Gafar.

Perihal warung bakso pakai penglaris, Detik Food pernah menulis cerita dari seorang mantan karyawan warung kuliner bulat itu di Surabaya, Jawa Timur.

Di balik 400 mangkuk per hari, ternyata warung bakso tersebut menggunakan penglaris yang sangat menjijikkan. Bukan air liur jin, tapi sempak yang dicelupkan di dalam kuali bakso.

Kalau bicara soal praktik penglaris, sepertinya memang tidak hanya terjadi pada warung bakso, tapi juga warung-warung lain. Hanya saja, karena memang tak kasat mata, kasus ini memang sangat sulit dibuktikan.

“Kalau aku baca-baca, ciri warung pakai penglaris itu kalau dibungkus nggak enak. Tapi itu nggak jadi acuan karena yang namanya dibungkus itu kan jeda waktu berapa menit dari proses awal. Jadi wajar kalau rasa berubah,” beber Gafar.

Baca halaman selanjutnya…

Pembuatan di kontrakan kumuh

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 17 Juli 2024 oleh

Tags: Baksobakso daging sapibakso surabayabakso tikusbakso wonogiriciri bakso pakai penglarisciri bakso tikusciri warung pakai penglarisSurabayawonogiri
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya Penuh Derita, Nyawa Terancam (Unsplash)
Pojokan

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Niatnya Ingin Tenang Berakhir Penuh Derita dan Nyawa Terancam

13 Maret 2026
Kereta api ekonomi (KA) Ambarawa Ekspres menjadi saksi "kegilaan" Bonek di rute Grobogan - Stasiun Pasarturi demi Persebaya Surabaya di Stadion GBT MOJOK.CO
Urban

KA Ambarawa Ekspres Andalan Bonek Tempuh “Jalan Kegilaan” di Rute Grobogan – Pasarturi, Demi Ziarah ke Rumah Kedua

6 Maret 2026
Ilustrasi Honda Vario Sumber Derita dan Bikin Gila di Jalanan Surabaya (Wikimedia Commons)
Pojokan

Honda Vario Adalah Motor yang Paling Menderita di Surabaya: Mesin Loyo Itu Sengsara Dihajar Jalan Rusak

6 Maret 2026
Orang Surabaya hina Malang. MOJOK.CO
Urban

Malang Dihina “Desa”, padahal Tempat Pelarian Terbaik bagi Orang Kota Surabaya yang Stres meski Punya Mal Mewah

5 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

meminjam uang, lebaran.MOJOK.CO

Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit

21 Maret 2026
Orang Jawa desa pertama kali coba menu aneh (gulai tunjang) di warung makan nasi padang (naspad). Lidah menjerit dan langsung merasa goblok MOJOK.CO

Orang Jawa Desa Nyoba “Menu Aneh” Warung Nasi Padang, Lidah Menjerit dan Langsung Merasa Goblok Seketika

15 Maret 2026
Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang MOJOK.CO

Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

20 Maret 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

19 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Rela utang bank buat beli mobil keluarga Suzuki Ertiga demi puaskan mertua. Ujungnya ribet dan sia-sia karena ekspektasi. MOJOK.CO

Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia

20 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.