Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kuliner

Mie Serasi Solo, Andalan Mahasiswa UNS yang Terus Bertahan di Tengah Gempuran Penggusuran

Dwi Akbar Setiawan oleh Dwi Akbar Setiawan
29 Oktober 2024
A A
Mie Serasi Solo, Andalan Mahasiswa UNS yang Terus Bertahan di Tengah Gempuran Penggusuran.MOJOK.CO

Ilustrasi Mie Serasi Solo, Andalan Mahasiswa UNS yang Terus Bertahan di Tengah Gempuran Penggusuran (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Mie Serasi Solo menjadi langganan mahasiswa UNS karena selain enak dan banyak, harganya juga murah. Meski populer di kalangan mahasiswa, jalan bisnis kedai ini tak selalu mulus karena pernah mengalami penggusuran.

***

Di Solo, terdapat salah satu kedai mie oriental yang sedang naik daun. Mie Serasi namanya. Lokasinya berada di sekitar Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta. 

Awal saya mengetahui kedai tersebut sekitar November 2023 lalu. Saat itu, saya sedang ingin mencari makan di belakang UNS. Kebetulan, saya melihat sebuah warung yang ramai diserbu pembeli. Ia berada tepat di pinggir jalan arah masuk belokan Techno Park Solo.

Awalnya saya agak skeptis, karena sudah banyak yang menjual masakan sejenis, seperti mie chili oil, mie yamin, dan sebagainya. Tendanya juga kecil. Bahkan terkesan agak kumuh. Antrean yang panjang juga membuat saya malas untuk makan di sana.

Namun, karena penasaran, beberapa hari berselang saya mencoba memesan makanan di kedai tersebut memakai aplikasi ojek online. Saya memesan mie chili oil. Dan, di luar dugaan: ternyata asumsi saya di awal tadi terbantahkan.

Mie kenyal dipadukan kuah yang nendang

Menu makanan di kedai Mie Serasi memiliki porsi yang sangat banyak. Satu kemasan mie chili oil berbungkus styrofoam amat penuh, sampai sedikit terbuka karena tak sanggup menampung banyaknya porsi.

Tampilan mie-nya amat menggoda. Warna mie yang terpadu dengan minyak cabai berwarna merah cerah. Sedikit berminyak, agak nyemek, dengan toping ayam dan sayuran yang melimpah. Saya pun langsung mencicipi mie tersebut. Ternyata, rasanya memang nikmat. Rasa khas dari chili oil, yang gurih dan pedas, bersatu dengan mie yang kenyal. 

Tekstur mie yang kenyal membuat saya maklum mengapa antrean pembeli selalu panjang. Akhirnya, satu pertanyaan terlintas: bagaimana rasa menu yang lain di Mie Serasi Solo? Apakah seenak ini? Saking hanyutnya dalam pertanyaan ini, saya sampai tidak fokus menonton video di Youtube. 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by ORIENTAL STYLE NOODLE STALL (@mieserasi.id)


Saya sudah sering mencoba mie chili oil dari berbagai tempat, dan tentu saja banyak yang enak. Tetapi hanya mie inilah yang membuat saya ingin mencoba menu yang lain. Seolah-olah reputasi dari kedai mie ini sudah dijelaskan dari satu mie yang saya pesan karena rasa penasaran tadi. 

Sulit dipercaya bahwa mie seharga 12 ribu ini bisa membalikan asumsi saya yang sebelumnya terkesan merendahkan. Pada akhirnya, saya pun jadi kerap mampir untuk makan dan mencoba menu yang lain. Antara lain gahyong, mie chili oil, dan yamin. 

Iklan

Mie Serasi, nama yang sama dengan anak pemilik kedai 

Karena malas mengantre, saya pada akhirnya lebih sering memesan menu di sana via ojek online. Paling tidak seminggu sekali saya memesan makanan di sana.

Setelah berbulan-bulan jadi langganan, saya baru menyadari bahwa lapak Mie Serasi di sekitar Technopark tadi sudah kukutan. Dari rumor yang beredar, lapak di sana sudah tergusur. Kini lokasinya berada di depan Pasar Mebel belakang UNS.

Saya berkesempatan berbincang dengan pemilik kedai Mie Serasi, Bapak Novan Ginting. Menurut ceritanya, dia menamai kedai usahanya itu dari nama anaknya: Sersi Harmonia. 

“Sedari awal saya bangun Mie Serasi untuk menjadi legacy anak saya apabila ia berkenan kelak,” kisah Pak Novan saat diwawancarai Mojok, Sabtu (26/10/2024).

Mie Serasi Solo, Andalan Mahasiswa UNS yang Terus Bertahan di Tengah Gempuran Penggusuran.MOJOK.CO
Mie Serasi Solo terinspirasi dari nama anak sang pemilik (Mojok.co/Dwi Akbar)

Ternyata jiwa bisnis Pak Novan sudah terpupuk sejak duduk di bangku SMA. Bahkan saat kelas 11, tepatnya pada 2012, dia sudah memulai bisnis pertamanya.

“Saya mulai pre-order kaos dan jaket kelas ke teman teman saya. Keuntungannya untuk saya bangun brand clothing sendiri hingga menyebar ke beberapa kota besar seluruh Indonesia (sistem titip jual di distro),” kata Bapak Novan.

Lulus SMA, beliau kemudian melanjutkan usahanya dengan memasuki bidang kuliner semenjak 2014. Dengan pengalaman ini beliau merintis usaha Mie Serasi pada awal tahun 2022 di bazar dan event-event kuliner. Oktober 2023 adalah pertama kedai kaki lima Mie Serasi mulai didirikan. 

“Jujur saja Mie Serasi ini project santai, dengan resep santai dan tidak terlalu memaksakan atau self proclaim ‘paling beda’ atau ‘paling enak’,” tegasnya.

Pernah digusur, tapi usaha pantang mundur

Meski populer di kalangan mahasiswa dan para pelanggannya, jalan usaha Bapak Novan tidaklah semulus yang dibayangkan. Sebab, adanya pembangunan Rumah Sakit Internasional di dekat area itu membuat para PKL, termasuk dirinya, harus tergusur.

Penggusuran ini resmi dimulai pada Juni 2024 dan sebelum ke tempat terbaru, Mie Serasi sempat berada di depan asrama UNS. Dan, pada akhirnya berada di depan Pasar Mebel Surakarta sampai saat ini. 

“Saya semua mencari sendiri.” ujar bapak Novan, ketika saya bertanya apakah lokasi baru tersebut disediakan oleh pihak penggusur atau mencari sendiri.

Walaupun terkesan beresiko, memindahkan lokasi yang sudah terbilang ramai pengunjung, ternyata lokasi baru itu malah memberikan keuntungan lebih untuk kedai Mie Serasi. 

“Puji Tuhan di tempat baru malah lebih ramai, Mas. Karena lebih luas, nyaman, bersih dan mudah dijangkau.” ujar beliau. 

Penulis: Dwi Akbar Setiawan

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA Kupi Harvest, Warung Makan Nyempil Penolong Perut Lapar Mahasiswa UGM, Modal 8 Ribu Dapat Makan Porsi Brutal

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 29 Oktober 2024 oleh

Tags: mahasiswa unsmie chili oilmie serasimie serasi solosoloUNS
Dwi Akbar Setiawan

Dwi Akbar Setiawan

Artikel Terkait

Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi jadi tempat jeda selepas lari MOJOK.CO
Kilas

Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat

9 Februari 2026
Pemuda Solo bergaya meniru Jaksel bikin resah MOJOK.CO
Ragam

Saat Pemuda Solo Sok Meniru Jaksel biar Kalcer, Terlalu Memaksakan dan Mengganggu Solo yang Khas

28 Januari 2026
Ilustrasi Honda Beat Motor Sial: Simbol Kemiskinan dan Kaum Tertindas (Shutterstock)
Pojokan

Pengalaman Saya Menyiksa Honda Beat di Perjalanan dari Jogja Menuju Solo lalu Balik Lagi Berakhir kena Instant Karma

7 Januari 2026
Busuknya Romantisasi ala Jogja Ancam Damainya Salatiga (Unsplash)
Pojokan

Sisi Gelap Salatiga, Kota Terbaik untuk Dihuni yang Katanya Siap Menggantikan Jogja sebagai Kota Slow Living dan Frugal Living

5 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026
karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO

Karet Tengsin, Gang Sempit di Antara Gedung Perkantoran Jakarta yang Menjadi Penyelamat Kantong Para Pekerja Ibu Kota

3 Februari 2026
kos di jakarta.MOJOK.CO

Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”

3 Februari 2026
Pembeli di Pasar Jangkang, Sleman. MOJOK.CO

Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak

9 Februari 2026
Rekomendasi penginapan di Lasem, Rembang. MOJOK.CO

5 Penginapan di Lasem: Dari Megahnya Bangunan Tionghoa hingga Sunyinya Pengunjung

3 Februari 2026
Open To Work.MOJOK.co

Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba

9 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.