Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Bisa Wisuda Setelah 14 Semester Salah Jurusan di ITS, Bahagia Jadi Resah Sebab Umur Sudah Lewat Batas Banyak Lowongan Kerja

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
24 April 2024
A A
Sarjana nganggur, ptn.MOJOK.CO

Ilustrasi sarjana nganggur (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Perjalanan panjang kuliah di ITS Surabaya, mulai dari salah jurusan hingga drama kejar target skripsi jelang batas masa studi akhirnya berujung wisuda. Namun, lulus jelang usia genap 26 membuat resah lantaran banyak lowongan fresh graduate yang membatasi umur.

***

Sepanjang perjalanan kereta ekonomi Pasundan dari Jogja menuju Surabaya, Mabrur (25) mengaku senang sekaligus deg-degan. Sebentar lagi, ia benar-benar meninggalkan tempat kuliahnya selama tujuh tahun di ITS Surabaya.

Saking antusiasinya, ia mengaku sampai sulit tidur. Namun, tentu alasan lain mengapa ia sulit memejamkan mata karena kursi kereta ekonomi yang tak terlalu nyaman.

“Apalagi ibu-ibu di depanku beberapa kali mau muntah karena masuk angin,” kelakarnya.

Mabrur sampai Surabaya pada Jumat (19/4/2024) menjelang tengah malam. Temannya di Surabaya langsung memberikan sambutan. Ia pun langsung nongkrong hingga jelang pagi.

Tak sempat tidur lama di kos temannya, pagi harinya ia langsung pergi ke kampus untuk mempersiapkan kebutuhan wisuda yang dihelat pada Minggu (21/4/2024). Selepas itu, ajak nongkrong dan berkumpul bersama teman-temannya kembali menghampiri.

“Hari-hari itu rasanya seperti nervous sekaligus excited. Seperti anak SD yang mau study tour. Malam menjelang wisuda juga nggak bisa tidur, baru merem jam 3 pagi dan jam 6 langsung bangun dan siap-siap berangkat wisuda,” tuturnya. Mabrur adalah satu dari 1.355 wisudawan pada wisuda ITS ke-129.

Akhir penantian setelah drama tujuh tahun di Surabaya yang berawal dari salah klik

Rasa tegang sekaligus antusias itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, Mabrur telah melewati serangkaian drama dalam kehidupan kuliahnya di ITS Surabaya. Semua berawal dari salah klik saat mendaftar beasiswa.

Saat masa pemberkasan beasiswa di masa libur sekolah ia banyak tinggal di rumah. Rumahnya kebetulan berada di kawasan yang terpencil dengan jaringan internet sulit.

Masih lekat dalam ingatan, Mabrur sempat harus menunggu lama untuk mendapatkan surat rekomendasi dari sekolah untuk kebutuhan adminisitrasi beasiwa. Sambil menunggu, ia mengisi beberapa bagian dari formulir online yang bisa ia lengkapi terlebih dahulu.

Termasuk mengisi jurusan pilihan. Saat itu, ia yakin betul sudah memilih IPB sebagai destinasi studi. Namun, setelah itu ia penasaran dengan pilihan-pilihan lain yang ada di drop menu.

“Aku coba lihat-lihat pilihan lain jurusan. Sempat aku klik beberapa jurusan itu tapi akhirnya aku ubah lagi jadi di IPB,” ujarnya. Salah satu pilihan yang sempat ia klik karena penasaran adalah ITS.

Beberapa waktu berselang, saat finalisasi data, ia baru tercengang. Pasalnya, saat mencetak formulir pendaftaran untuk tes ternyata pilihan yang tertulis ITS alih-alih IPB.

Iklan

Beasiswa itu sayang jika dilewatkan sehingga Mabrur memilih tetap mengikuti seleksinya. Dan ternyata, ia lolos. Jarak antara pengumungan lolos dengan daftar ulang yang singkat membuatnya tak punya banyak pilihan.

Akhirnya, ia memutuskan untuk terus kuliah di ITS. Setengah hati. Sehingga, pada lebih dari separuh masa studinya ia tidak cukup tekun mengikuti perkuliahan. Hingga proses mengerjakan tugas akhir yang kerap ia tunda-tunda.

Drama sidang hingga wisuda di ITS

Ia baru benar-benar serius mengerjakan tugas akhir saat semester 13. Momen di mana tinggal sekitar empat mahasiswa yang tersisa di Jurusan Teknik Informatika ITS.

Tugas akhirnya ia kebut dalam waktu singkat. Hampir 40 persen tugas akhir itu ia selesaikan dalam waktu satu bulan. Sampai akhirnya, ia pun bisa sidang pada Januari 2024 silam.

Saat sidang pun ada situasi unik yang terjadi. Sebagai mahasiswa tua yang teman-temannya sudah lulus dan bekerja, Mabrur menjalani sidang tanpa kehadiran pendamping.

Uniknya, ia justru tak sengaja bertemu teman seangkatan yang sudah menjadi dosen di ITS. “Ya berarti hitungannya dia bukan menemani. Lha dia juga awalnya nggak tahu kalau aku baru sidang,” kelakarnya.

Namun, baginya yang terpenting adalah bisa segera lulus. Membahagiakan kedua orang tua yang sudah lama menantikan anak pertamanya bisa menyandang gelar sarjana.

Selepas sidang, pada Februari 2024 ia kemudian berkemas barang di kos dan meninggalkan Surabaya. Baru pada April ini ia kembali untuk wisuda.

Baca halaman selanjutnya…

Bahagia berubah jadi resah di momen-momen wisuda

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 24 April 2024 oleh

Tags: ITSJogjaKampusSurabayawisudawisuda its
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Kuliner Sunda yang tidak ada di Jogja, seblak buat perantau ingin mudik Lebaran
Kuliner

Alasan Orang Sunda Ingin Mudik Bukan Hanya Keluarga, tapi Tak Tahan Siksaan Makanan Jogja yang Rasanya “Hambar”

10 Maret 2026
Jogja macet saat mudik Lebaran
Urban

Sebagai Warlok, Saya Tidak Sedih karena Tak Bisa Mudik tapi Jengkel Satu Indonesia Pindah ke Jogja

9 Maret 2026
Karjimut di Jogja yang merantau pilih tidak mudik Lebaran. MOJOK.CO
Urban

“Bohong” ke Keluarga Saat Mudik Lebaran: Rela Habiskan Uang Berjuta-juta agar Dicap Sukses padahal Cuma Karjimut di Jogja

9 Maret 2026
wayang, plaza ambarrukmo.MOJOK.CO
Seni

Di Balik Pagelaran Wayang 20 Jam Nonstop: Menaklukkan Angin, Hujan, dan 40 Kepala Manusia di Atap Mal

8 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Będą gaya mahasiswa yang kuliah di PTN Universitas Islam Negeri (UIN) dulu dan sekarang MOJOK.CO

Untung Kuliah di UIN Era Dulu meski Ala Kadarnya, Beda Gaya dengan Mahasiswa Sekarang yang Bikin Terintimidasi

5 Maret 2026
Pantai Drini, Gunungkidul kehilangan keasrian dan identitas. Korban wisata Jogja yang dimirip-miripkan dengan Bali MOJOK.CO

Pantai Drini Gunungkidul Kehilangan Identitas dan Keasrian Alami, Korban Wisata Jogja yang Dimirip-miripkan Bali

5 Maret 2026
Membenci tradisi tukar uang alias penukaran uang baru menjelang lebaran untuk bagi-bagi THR MOJOK.CO

Tak Ikut Tukar Uang Baru buat THR ke Saudara karena Tradisi Toxic: Pilih Jadi Pelit, Dibacotin tapi Bahagia karena Aman Finansial

9 Maret 2026
Yang paling berat dari mudik lebaran ke kampung halaman bukan pertanyaan kapan nikah atau dibandingkan di momen halal bihalal reuni keluarga, tapi menyadari orang tua makin renta dan apa yang terjadi setelahnya MOJOK.CO

Hal Paling Berat dari Mudik Bukan Pertanyaan atau Dibandingkan di Reuni Keluarga, Tapi Ortu Makin Renta dan Pamitan ke Perantauan

6 Maret 2026
Kupat Keteg: kuliner warisan Sunan Giri jadi medium dakwah di Giri Kedaton, Gresik MOJOK.CO

Rasa Sanga (4): Tasawuf Ala Sunan Giri dalam Olahan Kuliner Kupat Keteg yang Dibuat di Tengah Perbukitan Kapur

6 Maret 2026
Hilangnya kumpul keluarga saat Lebaran setelah nenek tiada

Lebaran Jadi Momen Menyedihkan usai Nenek Tiada, Keluarga Sudah Nggak Mau Kumpul apalagi “Sungkeman”

5 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.