Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Saat Anak Lolos SNBP dan Tak Sabar Jadi Mahasiswa, Seorang Bapak Hanya Bisa Pura-pura Ikut Gembira padahal Batinnya Nelangsa

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
23 Maret 2025
A A
Nelangsanya bapak saat dengar anaknya lolos SNBP alias bakal jadi mahasiswa baru MOJOK.CO

Ilustrasi - Nelangsanya bapak saat dengar anaknya lolos SNBP alias bakal jadi mahasiswa baru. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Orangtua kerja mati-matian karena anak termakan gengsi jadi mahasiswa

Mei 2024 lalu, Mojok mendapat cerita nyaris serupa dari Nirina (25), perempuan asal Lamongan, Jawa Timur. Dia menceritakan perihal adiknya yang menurutnya keterlaluan.

Adik Nirina gagal lolos SNBP maupun SNBT 2023 di kampus negeri Surabaya yang dia incar. Alhasil, dia memaksakan diri untuk ikut SPMB mandiri yang sudah kasat mata akan berbiaya mahal.

Nirina menyarankan sang adik untuk kuliah di UIN Surabaya yang dalam hitungannya relatif lebih mudah. Tapi adik Nirina menolak dengan alasan teman-temannya tidak ada yang kuliah di UIN.

Pada suatu malam, terjadilah kumpul keluarga antara Nirina, sang adik, dan kedua orang tuanya. Di momen itu bapak Nirina menyatakan tak sanggup jika harus membiayai kuliah adik Nirina karena biayanya terlampau besar untuk ukuran kuli bangunan seperti bapak Nirina.

Tapi sang adik sampai ngambek berhari-hari. Jarang keluar kamar. Jarang mau makan. Dan mendiamkan seisi rumah. Sehingga, mau tidak mau bapak Nirina mengiyakan keinginan Nirina unutk kuliah.

“Saat kuliah adikku sudah jalan satu bulan, bapak langsung berangkat ke Batam (Kepulauan Riau) untuk mencari kerjaan. Lalu ibuk nyusul kerja, jadi pelayan di salah satu warung bakso di sini (Lamongan). Masih milik saudara,” ucap Nirina saat itu.

Balas dendam di kemudian hari

Kembali ke cerita Giri. Dia akhirnya kembali ke Semarang. Kerja di sana dari 2022 hingga sekarang.

Saat ini Giri sengaja membelenggu hatinya dengan perasaan bayar jasa pada orangtuanya. Meskipun dia tahu belaka, sampai kapanpun, jasa orangtua tidak akan pernah bisa dibayar tuntas olehnya,

“Aku selalu menyisihkan gajiku untuk kukirim ke rumah,” ungkap Giri. “Kalau aku pulang, kuajak bapak-ibu makan-makan enak. Beliin ibu emas buat investasi.”

Setidaknya, itu bisa mengurangi rasa bersalah Giri karena sudah menyusahkan orangtuanya, membebani pikiran sang bapak sejak pengumuman SNBP hingga lulus Kuliah.

“Buat calon mahasiswa baru, kamu boleh punya mimpi kuliah. Tapi pertimbangkan juga batas kemampuan orangtuamu. Jangan paksakan diri,” pesan Giri kepada calon mahasiswa baru yang baru saja lolos SNBP 2025.

Kalau toh ngotot pengin kuliah tapi kondisi keuangan orangtua tidak begitu mapan, maka pesan Giri, ada baiknya punya kesadaran untuk mencari beasiswa seperti KIP Kuliah atau bahkan kuliah sambil kerja. Jangan malah sepenuhnya bergantung pada kiriman orangtua.

“Mereka di rumah sudah banyak ngempetnya. Nahan-nahan diri biar nggak asal pakai uang. Kalau ada uang disimpan buat dikirim ke anak di perantauan. Kalau kita terus minta, apalagi nggak punya kesadaran berhemat juga, orangtua sampai ngutang-ngutang,” pungkas Giri.

Anak lolos SNBP, bapak tak rela ditinggal anak pergi

Pada 2021 lalu, Aco Tenriyagelli merilis sebuah film pendek berjudul “We” adaptasi dari single Juang Manyala, Cholil Mahmud, dan Gardika Gigih. Film ini menggambarkan relasi anak perempuan (Adin yang diperankan Rachel Amanda) dan bapak (diperankan Rifnu Wikana).

Iklan

Film ini dibuka dengan momen mendebarkan saat Adin mengajak ibu dan bapaknya membuka laptop, menanti pengumuman kelolosan kuliah (kalau istilah sekarang ya SNBP).

Adin gembira bukan main saat dinyatakan lulus. Menangis haru di pelukan ibunya.

Di titik itu, sang bapak yang awalnya turut gembira, tiba-tiba air mukanya berubah. Menjadi penuh kegamangan: ada perasaan bangga karena sang anak keterima kuliah di kampus impiannya (Universitas Indonesia).

Namun, di sisi lain, ada perasaan nelangsa karena setelah itu sang anak akan berkelana nun jauh dari dekapannya. Hingga akhir, film ni menggambarkan betapa nelangsanya batin sang bapak saat berpisah dengan anak perempuannya.

Selain persoalan biaya, ketika orangtua tahu anaknya lolos seleksi kuliah—seperti SNBP, ada kenelangsaan lain berupa tidak siap berjarak dang sang anak.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Mantap Kuliah PGSD meski Prospeknya Suram, Buktikan Profesi Guru SD Tak Patut Diremehkan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

 

 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 24 Maret 2025 oleh

Tags: kampus semarangmahasiswa baruSNBPuniversitas semarang
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Lolos Unair lewat jalur golden ticket tanpa SNBP. MOJOK.CO
Edumojok

Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP

7 Februari 2026
Penyesalan ikuti kata kating/senior kampus yang aktif organisasi mahasiswa. Ngopa-ngopi dan diskusi, lulus tak punya skill MOJOK.CO
Kampus

Muak sama Kating Kampus yang Suka Ajak Ngopa-ngopi, Cuma Bisa Omong Besar tapi Skill Kosong!

24 September 2025
Apes berteman dengan mahasiswa manipulatif. Mahasiswa dengan biaya hidup Rp500 ribu seminggu malah poroti yang sakunya Rp800 ribu perbulan MOJOK.CO
Ragam

Apes Berteman sama Mahasiswa Manipulatif: Biaya Hidup Rp800 Ribu Perbulan malah Diporoti yang Sakunya Rp500 Ribu Harus Habis Seminggu

5 September 2025
Orangtua berjuang beli laptop untuk anak yang kuliah di kampus negeri jogja, saat resmi jadi mahasiswa baru baru dijual karena gengsi MOJOK.CO
Ragam

Ortu Belikan Laptop demi Anak Jadi Mahasiswa Baru di Kampus Negeri, Malah “Dibuang” karena Murahan dan Termakan Gengsi

8 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Curhat Jadi Ketua RT: Pekerjaan Kuli yang Dibalut Keikhlasan MOJOK.CO

Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya

27 Februari 2026
Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Honda Scoopy membawa maut saat dipakai mudik Surabaya ke Lumajang. MOJOK.CO

Alasan Saya Bertahan Pakai Honda Scoopy untuk Mudik Surabaya-Lumajang, meski Tertipu dengan Tampang dan “Fitur” Biasa Saja yang Menyiksa

25 Februari 2026
Rasa Sanga (1): Sunan Gresik Membawa Masuk Islam ke Jawa Lewat Dapur dan Semangkuk Bubur Harisah MOJOK.CO

Rasa Sanga (1): Sunan Gresik Membawa Masuk Islam ke Jawa Lewat Dapur dan Semangkuk Bubur Harisah

23 Februari 2026
Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali

27 Februari 2026
Ilustrasi Supra X 125 Tua Bangka Tahan Siksaan, Honda Beat Memalukan (Wikimedia Commons)

Supra X 125: Motor Tua Bangka yang Paling Tahan Disiksa, Modelan Honda Beat Mending Pensiun karena Memalukan

2 Maret 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.