Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Saat Anak Lolos SNBP dan Tak Sabar Jadi Mahasiswa, Seorang Bapak Hanya Bisa Pura-pura Ikut Gembira padahal Batinnya Nelangsa

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
23 Maret 2025
A A
Nelangsanya bapak saat dengar anaknya lolos SNBP alias bakal jadi mahasiswa baru MOJOK.CO

Ilustrasi - Nelangsanya bapak saat dengar anaknya lolos SNBP alias bakal jadi mahasiswa baru. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Jelas ada satu pemandangan yang kerap muncul tiap momen pengumuman SNBP: video seorang anak mengajak kedua orangtuanya sama-sama membuka link pengumuman. Ketika si anak lolos menjadi mahasiswa baru di kampus incaran, tampak dia akan kegirangan, diikuti oleh kedua orangtuanya yang turut bungah menyambut pengumuman tersebut.

Setiap orangtua, terutama bapak, tentu saja bungah bukan main ketika anaknya mencapai apa yang dia kejar—seperti lolos SNBP di kampus incaran. Namun, bagi bapak-bapak kelas menengah bawah, di jagat batinnya, perasaan bungah itu harus berembut tempat dengan perasaan susah dan nelangsa.

“Uang dari mana?”, “Harus kerja apa lagi biar dapat uang sebanyak itu?”, adalah pertanyaan-pertanyaan yang penuh sesak menjejali kepala dan batin seorang bapak.

Lolos SNBP hanya pikirkan diri sendiri

Giri (25), bukan nama sebenarnya, dengan sukarela membagikan ceritanya kepada Mojok pada Jumat (21/3/2025) malam WIB. Sebagai refleksi agar para calon mahasiswa baru yang baru saja lolos SNBP tidak menyesal sepertinya di kemudian hari.

Antara gengsi dan mimpi, Giri memang punya tekad besar untuk kuliah. Dia mengincar salah satu kampus top di Semarang, Jawa Tengah.

Waktu itu, Giri mengaku tidak pernah mengajak kedua orangtuanya berdiskusi perihal rencananya untuk kuliah. Dia hanya bilang—dengan nada tuntutan—kalau dia ingin kuliah. Titik.

“Aku lolos SNBP (2018). Jelas girang bukan main. Waktu aku bilang ke ibu-bapak, keduanya berucap syukur waktu itu,” ungkap Giri. Maka, Giri pun merasa  kedua orangtuanya mendukungnya penuh untuk kuliah.

Setelahnya Giri sibuk mengurus persiapan-persiapan untuk merantau dari Pekalongan ke Semarang. Bersiap menjadi mahasiswa baru.

“Biayanya berapa? Bayar setiap kapan,?” itu pertanyaan dari sang bapak yang Giri ingat sampai sekarang.

“Rp5 juta itu buat persemester atau enam bulan sekali bayarnya,” jawab Giri.

“Ya sudah, insyaallah bapak sanggup,” jawaban sang bapak membuat Giri semakin tak sabar untuk menjalani proses perkuliahan.

Inilah yang juga Giri anggap sebagai kesalahan. Selepas lolos SNBP, alih-alih memikirkan kondisi orangtuanya, dia cenderung lebih minta dipikirkan. Padahal, bapak Giri sehari-hari hanya seorang pedagang pakaian yang penghasilannya pun tak pasti. Sementara ibunya hanya seorang ibu rumah tangga.

Bapak rela hutang untuk biaya kuliah anak

Penyesalan lain Giri selama kuliah adalah dia sepenuhnya bergantung pada kiriman orangtua. Dia tidak kerja. Tidak juga mencari beasiswa. Karena dia terlanjur berpegang pada kesanggupan sang bapak untuk membiayai kuliah Giri sejak pengumuman SNBP.

“Itu pun dulu kadang jatah bulananku sering habis sebelum waktunya. Kalau sudah begitu, minta kiriman lagi ke bapak. Bapak nggak ngeluh, pasti dikirim lagi,” tuturnya.

Iklan

Setelah lulus pada 2022, Giri akhirnya tahu dari cerita sang ibu, perihal betapa keras perjuangan sang bapak untuk membiayai Giri sampai lulus kuliah.

Suatu kali pada 2022, bapak Giri tertabrak motor. Kakinya patah. Alhasil, harus berbulan-bulan istirahat di rumah.

Dalam situasi tersebut, ibu Giri lah yang mengurus toko pakaiannya. Sementara Giri yang baru lulus—dan belum dapat pekerjaan—kadang ikut ibunya menjaga toko. Sambil tipis-tipis membantu mengurus sang bapak.

“Ibu cerita banyak. Ternyata bapak dulu sering ngutang. Apalagi kalau sebelum tanggal kiriman aku tiba-tiba minta tambahan,” beber Giri dengan nada penuh sesal.

“Itulah kenapa ibu berpesan betul agar aku jangan lupakan jasa bapak. Harus hormat padanya, harus ikhlas mengurusnya,” sambungnya.

Baca halaman selanjutnya…

Bapak-ibu kerja mati-matian karena anak termakan gengsi jadi mahasiswa

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 24 Maret 2025 oleh

Tags: kampus semarangmahasiswa baruSNBPuniversitas semarang
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

Penyesalan ikuti kata kating/senior kampus yang aktif organisasi mahasiswa. Ngopa-ngopi dan diskusi, lulus tak punya skill MOJOK.CO
Kampus

Muak sama Kating Kampus yang Suka Ajak Ngopa-ngopi, Cuma Bisa Omong Besar tapi Skill Kosong!

24 September 2025
Apes berteman dengan mahasiswa manipulatif. Mahasiswa dengan biaya hidup Rp500 ribu seminggu malah poroti yang sakunya Rp800 ribu perbulan MOJOK.CO
Ragam

Apes Berteman sama Mahasiswa Manipulatif: Biaya Hidup Rp800 Ribu Perbulan malah Diporoti yang Sakunya Rp500 Ribu Harus Habis Seminggu

5 September 2025
Orangtua berjuang beli laptop untuk anak yang kuliah di kampus negeri jogja, saat resmi jadi mahasiswa baru baru dijual karena gengsi MOJOK.CO
Ragam

Ortu Belikan Laptop demi Anak Jadi Mahasiswa Baru di Kampus Negeri, Malah “Dibuang” karena Murahan dan Termakan Gengsi

8 Agustus 2025
Mahasiswa Jakarta tergelitik dengan mahasiswa Jogja dan Malang yang sok Jaksel MOJOK.CO
Ragam

Mahasiswa Jakarta Geli sama Mahasiswa di Jogja-Malang: Maksa “Lu-Gua” dan Sok Jaksel buat Gaya, Padahal dari (m)Bantul dan Kediri

4 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Keluar dari organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) PMII, dicap pengkhianat tapi lebih sukses MOJOK.CO

Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik

13 Januari 2026
Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi "Konsumsi Wajib" Saat Sidang Skripsi

Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi

17 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
indonesia masters 2026, badminton.MOJOK.CO

Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

19 Januari 2026
Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital: Harga RAM Makin Nggak Ngotak MOJOK.CO

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal

16 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.