Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Perjuangan Mahasiswa USD Jogja Kuliah dari Hasil Jualan Oleh-Oleh di Tempat Ziarah, Kini Sukses Jadi Fotografer

Kiki Sofia Rista oleh Kiki Sofia Rista
11 September 2024
A A
Perjuangan Mahasiswa USD Jogja Kuliah dari Hasil Jualan Oleh-Oleh di Tempat Ziarah, Kini Sukses Jadi Fotografer MOJOK.CO

Perjuangan Mahasiswa USD Jogja Kuliah dari Hasil Jualan Oleh-Oleh di Tempat Ziarah, Kini Sukses Jadi Fotografer MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Banyak mahasiswa Jogja mengalami kesulitan dalam membayar biaya kuliah. Salah satunya adalah Candra S. Nur Cahyha (25), seorang mahasiswa Universitas Sanata Dharma (USD) Jogja yang sempat mengalami hal tersebut. Namun, akhirnya ia bisa berkuliah berkat hasil jualan oleh-oleh di tempat ziarah. Bahkan, Candra berhasil meraih mimpi sebagai seorang fotografer dan mampu menggaji teman-temannya.

Candra, seorang mahasiswa asal Klaten, Jawa Tengah, merupakan anak bungsu dari dua bersaudara. Sehari-hari, ibunya bekerja menjual baju oleh-oleh di lokasi ziarah Makam Sunan Bayat Ki Ageng Pandanaran, Klaten.

Ibunya merupakan orang tua tunggal. Ayahnya meninggal saat Candra masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Sehingga, sang ibu harus menghidupi Candra dan saudara laki-lakinya seorang diri.

Meski hidup dalam keterbatasan, sang ibu punya ambisi agar anak-anaknya bisa mengenyam pendidikan tinggi. Alhasil, pada 2019, Candra pun mendaftarkan diri ke jurusan Pendidikan Bahasa Inggris USD Jogja.

Pandemi datang, hidup modal hutang dan terpaksa kerja di laundry

Nyatanya, kehidupan perkuliahan di USD Jogja tak dijalani Candra dengan mulus. Salah satunya, ketika pandemi Covid-19 datang, dunia perkuliahan yang sudah sulit menjadi lebih sulit lagi.

Ibu Candra yang sehari-hari mencari nafkah dari jualan baju di tempat ziarah, mengalami penurunan omzet. Alhasil, ibunya harus ngutang dan gali lubang tutup lubang untuk memastikan anaknya tetap bisa kuliah.

“Estimasi kuliah di USD Jogja masih di taraf cukup, kondisi saat awal-awal masih aman. Tapi kondisinya bener-bener berubah belum ada setahun kuliah, pas ada covid. Untungnya masih bisa pinjem uang dan ibuku bener-bener usaha keras biar aku bisa tetep kuliah” ujar Candra menceritakan kesulitan awal kuliahnya kepada Mojok, Jumat (6/9/2024).

Tak sampai di situ, melihat kesulitan yang dialami ibunya, Candra sampai berniat untuk putus kuliah. Untungnya, kampusnya memiliki program dispensasi untuk pembayaran kuliah mahasiswa berupa penundaan pembayaran uang kuliah.

Meskipun mendapat keringanan, Candra mengaku tak mau berpangku tangan. Ia pun mencoba banyak upaya untuk meringankan beban ibunya dengan cara mencari kerja sampingan.

“Aku juga sempat menjaga laundry untuk membantu kebutuhan setiap harinya,” ungkapnya.

Menyambung hidup dari kerja freelance, jadi awal pertemuannya dengan fotografi

Memasuki 2022, pandemi Covid-19 memang mereda. Perkuliahan yang awalnya dilakukan secara daring, lambat laun sudah mulai tatap muka lagi. Beberapa mahasiswa USD Jogja, termasuk Candra, mulai aktif mengikuti kegiatan kampus.

Misalnya, Candra mulai bergabung ke dalam kepanitiaan-kepanitiaan di kampus. Termasuk menjadi panitia Inisiasi Sanata Dharma (Insadha), alias ospek di USD Jogja.

Kebetulan, di kepanitiaan yang diikuti, Candra lebih banyak bertugas sebagai divisi publikasi dan dokumentasi. Kamera adalah alat kerja yang makin akrab dengannya. Fotografi, bahkan menjadi hal yang ia gemari.

Perjuangan Mahasiswa USD Jogja Kuliah dari Hasil Jualan Oleh-Oleh di Tempat Ziarah, Kini Sukses Jadi Fotografer.MOJOK.CO
Setelah gabung kepanitiaan, Candra aktif ikut lomba dan dipercaya memotret di acara teman-temannya. (dok. narasumber)

Maka tak heran, setelah gabung kepanitiaan, Candra juga aktif mengikuti lomba-lomba fotografi. Bahkan, ia beberapa kali memenangkan perlombaan. Dengan begitu, uang hasil lomba bisa ia pakai untuk meringankan pengeluaran sehari-hari selama di kuliah.

Iklan

Selain itu juga, berkat menang lomba, teman-teman Candra mulai mempercayakan berbagai proyek kepadanya. Termasuk menggunakan jasanya untuk acara foto wisuda, ulang tahun, sampai acara pernikahan (wedding). Candra pun bisa menyambung hidup berkat kerja freelance sebagai fotografer dan videografer.

Berkah tambahan sebagai humas kampus USD Jogja

Sedikit demi sedikit berkah makin Candra rasakan. Setelah namanya “kondang” sebagai fotografer di kalangan teman-temannya, ia pun memutuskan bekerja di student staff bagian hubungan masyarakat (humas). 

Sehari-hari, ia bekerja di bagian media yang bertugas membuat berita seputar kampus. Dalam bertugas, ia ditempatkan dalam bagian Divisi Fotografi.

Candra pun kerap mendapatkan proyek-proyek dari kampus. Menurut ceritanya, proyek besar pertamanya adalah membuat video profil universitas. Video itu amat membanggakan mengingat sampai saat ini video tersebut masih kerap dipakai untuk menyambut mahasiswa baru pada momen-momen PMB.

Perjuangan Mahasiswa USD Jogja Kuliah dari Hasil Jualan Oleh-Oleh di Tempat Ziarah, Kini Sukses Jadi Fotografer.MOJOK.CO
Candra gabung humas kampus dan dipercaya mengerjakan video profil USD Jogja (dok. narasumber)

“Dulu aku juga punya semacam cita-cita kecil pengen banget punya drone, aku ngerasa dulu punya benda ini tu bener-bener mustahil,” kata Candra.

“Pada akhirnya di akhir tahun aku kuliah di masa-masa nunggu wisuda, mimpiku punya drone dipermudah, satu-satu pintu rezeki didatengin dan itu berkat aku nemu lingkungan yang tepat ketika aku jadi Student Staf di Humas USD,” tegasnya.

Lulus cumlaude dari USD Jogja dan kini bisa menggaji teman-temannya

Pada September 2023 lalu, Candra lulus USD Jogja dengan predikat cumlaude. Meskipun sudah berstatus sebagai alumnus, ia masih dipercaya untuk mengerjakan proyek-proyek kampus.

Di antaranya, ia ditugaskan membuat video-video profil fakultas dan universitas. Karya Candra, kini bisa disaksikan di website resmi USD Jogja. Ini tentu menambah kebanggaannya.

Selain itu, dari kerja-kerja fotografinya, Candra bisa keliling ke beberapa daerah secara gratis. Seperti Lampung dan Semarang dalam rangka mendokumentasikan kegiatan promosi universitas.

Dan, yang lebih membanggakan lagi–bahkan tak pernah terbayang olehnya–kini Candra mampu menggaji teman-temannya. Semua berkat kerja kerasnya menggeluti bidang fotografi.

“Aku bisa bangun agensi kecil-kecilan buat project ini, satu hal yang kubangga karena aku bisa memberdayakan temen-temen di sekitarku dengan upah yang layak,” pungkasnya.

Liputan ini diproduksi oleh mahasiswa Magang Jurnalistik Universitas Sanata Dharma Yogyakarta periode September 2024.

Penulis: Kiki Sofia Rista

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA Lulusan Ilmu Politik UGM “Terjun Bebas” ke Pabrik Pipa: Dicemooh Guru SMA karena Ilmunya Dianggap Sia-Sia, Padahal Gajinya Besar!

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 23 September 2024 oleh

Tags: CumlaudefotograferfotografiJogjamahasiswa usdUniversitas Sanata Dharmausdusd jogja
Kiki Sofia Rista

Kiki Sofia Rista

Artikel Terkait

Gudeg, Kuliner Jogja yang Makin Tak Cocok untuk Orang Miskin (Unsplash)
Pojokan

Harga Gudeg Jogja Naik, Berpotensi Menguatkan Sisi Gelap kalau Kuliner Jogja Ini Memang Bukan Makanan Murah Lagi

9 April 2026
Jogja Bisa Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung MOJOK.CO
Esai

Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 

8 April 2026
Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer MOJOK.CO
Catatan

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

7 April 2026
Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas MOJOK.CO
Urban

Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi

6 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gaya hidup pemuda desa bikin tak habis pikir perantau yang merantau di kota. Gaji kecil dihabiskan buat ikuti tren orang kaya. MOJOK.CO

Gaya Hidup Pemuda di Desa bikin Kaget Perantau Kota: Kerja demi Beli iPhone Lalu Resign, Habiskan Uang buat Maksa Sok Kaya

6 April 2026
Warung nasi padang jual rendang khas Minang di Jogja

Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis

10 April 2026
Mahasiswa Jogja nugas di coffee shop

Nugas di Kafe Dianggap Buang-buat Duit, padahal Bikin Mahasiswa Jogja Lebih Tenang dan Produktif

6 April 2026
Derita Pedagang Es Teh Jumbo: Miskin, Disiksa Israel dan Amerika MOJOK.CO

Semakin Berat Perjuangan Pedagang Es Teh Jumbo: Sudah Margin Keuntungan Sangat Tipis Sekarang Terancam Makin Merana karena Kenaikan Harga

9 April 2026
Alfath, mahasiswa berprestasi UGM Jogja lulusan SMK di Klaten

Sempat Banting Tulang Jadi Kuli Bangunan saat SMK, Kini Pemuda Asal Klaten Dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi UGM

11 April 2026
Gen Z mana bisa slow living, harus side hustle

Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

8 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.