Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Suka Duka Mahasiswa Gorontalo Satu Angkatan Hanya Berisi 4 Orang, Kuliah Serasa Les Privat

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
12 Februari 2024
A A
Suka Duka Mahasiswa Gorontalo Satu Angkatan Hanya Berisi 4 Orang, Kuliah Serasa Les Privat.mojok.co

Ilustrasi Suka Duka Mahasiswa Gorontalo Satu Angkatan Hanya Berisi 4 Orang, Kuliah Serasa Les Privat (Mojok)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Jumlah mahasiswa di tiap jurusan itu umumnya ada banyak. Namun, bagaimana jika hanya ada empat mahasiswa di satu angkatan kuliah?

Salah satu mahasiswa yang mengalami situasi tersebut adalah Muhammad Ikhsan (18), seorang mahasiswa di salah satu kampus negeri di Gorontalo. Pertemuan saya dengannya terjadi di sebuah Grup Facebook. Di grup yang berisi keluh-kesah mahasiswa itu, Ikhsan sempat menyinggung kehidupan kuliahnya. Ia bercerita kalau kelasnya hanya berisi empat orang.

Saya pun menghubungi Ikhsan untuk mendengar ceritanya secara lebih banyak.

Masuk jurusan sepi mahasiswa gara-gara ditolak SNPB

Ikhsan, atau biasa teman-temannya panggil Ican, adalah mahasiswa program studi D4 Arsitektur Bangunan Gedung (ABG) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) angkatan 2023. 

Lelaki asal Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah ini mengaku, sebenarnya dia masuk kampusnya ini gara-gara ketidaksengajaan. Awalnya, Ican memilih Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan Universitas Tadulako (Untad) Sulawesi Tengah di seleksi masuk kampus tanpa tes alias SNBP.

“Alasannya dua kampus itu menyediakan prodi yang linear dengan jurusan sekolah saya,” kata Ican kepada Mojok, Minggu (11/2/2024) malam. “Saya pengennya kuliah di arsitektur atau teknik sipil.”

Sebelumnya, Ican bersekolah di salah satu SMK jurusan gambar bangunan di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Sayangnya, Ican tidak lolos SNBP. Ia pun terpaksa ikut tes UTBK. Di tes tertulis tersebut, dia memilih dua kampus negeri, yakni Universitas Diponegoro (Undip) dan UNG.

Saat hasil keluar, Ican diumumkan lolos pada pilihan kedua di UNG. “Sebenarnya kepikiran buat ikut ujian mandiri lagi, karena di UNG ini prodinya baru. Tapi karena alasan biaya, enggak apa-apalah lanjut aja.”

Jurusan baru di UNG dan termasuk langka di Indonesia

ABG sendiri memang merupakan salah satu program studi anyar di UNG. Mereka baru menerima mahasiswa dalam dua tahun terakhir. Artinya, Ican merupakan angkatan kedua di ABG UNG.

Selain baru, jurusan ilmu terapan ini juga termasuk langka. Berdasarkan catatan Dikti, hanya ada empat kampus: dua politeknik dan dua universitas yang membuka jurusan ini.

Kampus-kampus ini meliputi Politeknik Negeri Pontianak, Politeknik Negeri Samarinda, Universitas Lampung, dan kampus Ican, UNG.

Alhasil, Ican pun cukup kesulitan untuk bikin jejaring atau forum jurusan se-daerah atau bahkan nasional. Jangankan berjejaring, untuk membuat himpunan mahasiswa jurusan (HMJ) saja ia masih struggle karena minimnya jumlah mahasiswa.

“Total baru ada 12. 8 angkatan sebelumnya dan 4 dari angkatan saya,” jelasnya.

Iklan

Kuliah serasa les privat

Ican baru mengetahui kalau jumlah mahasiswa di angkatannya sangat sedikit sata dia masuk grup ospek atau PKKMB. Dia kaget, ternyata hanya ada empat orang di grup. Lebih kaget lagi ketika bertemu langsung di acara PKKMB, yang ternyata hanya ada hanya tiga orang yang datang.

“Satu lagi nyasar di jurusan lain,” kata dia.

Oleh karena jumlah mahasiswa di kelasnya amat sedikit, Ican merasa kalau kuliahnya malah serasa les privat alih-alih kuliah. Antarteman pun jadi akrab karena mau tak mau ketika tugas kelompok, isinya ya itu-itu saja.

Suka Duka Mahasiswa Gorontalo Satu Angkatan Hanya Berisi 4 Orang, Kuliah Serasa Les Privat
Ikhsan bersama teman-teman angkatannya berswaforo di acara PKKMB ABG UNG 2023 (dok. pribadi Muhammad Ikhasan)

 

Bahkan, Ican juga bercerita, gara-gara jumlah mahasiswa sedikit beberapa dosen pernah mengundang mereka untuk kuliah di rumahnya. “Kami kuliah langsung di rumah dosen. Sehabis belajar malah dia ngajak makan-makan di rumahnya.”

Selain itu, kata Ican, dosen juga jadi lebih teliti dalam mengoreksi sebuah tugas. Gara-gara hanya ada empat orang yang mengerjakan, dosen biasanya mengoreksi masing-masing tugas secara lebih teliti dan berulang-ulang, sehingga dia jadi makin memahami mata kuliah.

“Bayangkan saja kalau ada 30 orang, pasti mengoreksi tugasnya enggak akan sedetail itu,” ujarnya.

Baca halaman berikutnya…

Mahasiswa sedikit, tapi sering dapat perlakuan istimewa dari masyarakat

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 12 Februari 2024 oleh

Tags: gorontalokampus sepiles privatMahasiswapilihan redaksiung
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Kos di Jogja, kos campur, dapur.MOJOK.CO
Sehari-hari

Kos Induk Semang: Tempat Terbaik buat Mahasiswa Irit dan Kenyang, tapi Menyimpan Sisi Lain yang Bikin Penghuninya Tak Nyaman

13 Mei 2026
Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi MOJOK.CO
Esai

Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi

13 Mei 2026
Kos di Jogja, kos campur, dapur.MOJOK.CO
Sehari-hari

Dapur Bersama Memang Membantu Anak Kos, Tapi Sering Menimbulkan Konflik kalau Ada Penghuni Jorok dan Suka Nyolong

12 Mei 2026
Tongkrongan bapak-bapak, nongkrong.MOJOK.CO
Catatan

Tongkrongan Bapak-Bapak di Desa: Obrolan Sering Ngawur, Kadang Nggak Berfaedah, tapi Saya Harus Gabung demi “Harga Diri” Keluarga

11 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Atmosfer kompetitif di Campus League 2026 – Basketball Regional Samarinda Season 1 MOJOK.CO

Meski Hanya Diikuti 4 Tim tapi Atmosfer Campus League Basketball Samarinda Tetap Kompetitif, Universitas Mulawarman Tak Terbendung

11 Mei 2026
Vakum 6 Tahun, LA INDIE MOVIE Hadir Kembali Cari Talenta Perfilman Indonesia MOJOK.CO

Vakum 6 Tahun, LA INDIE MOVIE Hadir Kembali Cari Talenta Perfilman Indonesia

7 Mei 2026
Guru Besar Fakultas Farmasi UGM bidang fitoterapi, Nanang Fakhrudin sebut usaha madu sangat potensial. Tapi ada masalah utama yang rugikan pelaku usaha madu sendiri MOJOK.CO

Usaha Madu Jadi Ceruk Bisnis Potensial, Tapi Salah Praktik Tanpa Sadar Justru Bisa Rugikan Diri Sendiri

12 Mei 2026
Kerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel): terlihat elite tapi Work Life Balance sulit MOJOK.CO

Kerja di Kebayoran Baru Jaksel: Cuma Kelihatan Elite tapi Work Life Balance Sulit, Resign Tak Selesaikan Masalah

10 Mei 2026
Tongkrongan bapak-bapak, nongkrong.MOJOK.CO

Tongkrongan Bapak-Bapak di Desa: Obrolan Sering Ngawur, Kadang Nggak Berfaedah, tapi Saya Harus Gabung demi “Harga Diri” Keluarga

11 Mei 2026
Anak Tantrum di Kereta Ekonomi bikin Saya Iba ke Ortu. MOJOK.CO

Tangisan Anak Kecil di Kereta Ekonomi Bikin Saya Sadar di Usia 25, Betapa Kasih Ibu Diuji Lewat Rasa Lelah

11 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.