Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Ngotot Kuliah di Kampus Mahal Surabaya demi Gengsi, Bapak Ibu Harus Kerja Sengsara buat Bayar UKT Tinggi sementara Si Anak Happy-Happy

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
21 Mei 2024
A A
Ngotot Kuliah di Kampus Besar Surabaya demi Gengsi, Bapak Ibu Sengsara MOJOK.CO

Ilustrasi - Ngotot kuliah di kampus mahal Surabaya demi gengsi, bapak ibu sengsara bayar UKT. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Seorang bapak sudah menyatakan tak sanggup membiayai putrinya kuliah. Tapi sang putri ngeyel dan malah depresi berhari-hari. Alhasil, si bapak yang hanya seorang kuli bangunan harus bekerja lebih keras demi membiayai sang anak kuliah di Surabaya.

***

Karena menyangkut urusan keluarga, narasumber meminta agar saya menyamarkan namanya. Oleh karena itu, sebut saja namanya Nirina (25), seorang guru honorer asal Lamongan, Jawa Timur.

Nirina mengaku belakangan kerap membaca liputan-liputan Mojok, terutama yang mengangkat tema UTBK 2024. Nirina selalu nyesek tiap kali membaca perjuangan para orang tua demi menguliahkan anak. Sementara di satu sisi sering kali sang anak tak peduli. Yang ada di benaknya hanya tentang bagaimana ia bisa kuliah di kampus impian: tanpa mempertimbangkan apakah orang tuanya terbebani atau tidak.

“Karena itulah yang terjadi di keluargaku. Adikku ngotot pengin kuliah di kampus negeri Surabaya. Bapakku sampai nangis,” ujar Nirina, Minggu (19/5/2024).

Adik kuliah di Surabaya karena gengsi

Nirina pada dasarnya tak melarang adik perempuannya kuliah. Toh biar fair, karena Nirina sebelumnya juga sudah merasakan bangku pendidikan tinggi.

Hanya saja, bedanya dulu Nirina kuliah di salah satu kampus swasta di Lamongan. Biayanya terbilang terjangkau. Ia juga tak harus keluar uang sewa kos karena memutuskan untuk pulang pergi.

“Aku kuliah 2017 ambil jurusan Pendidikan Matematika. Lulus tahun 2022,” tutur guru honorer asal Lamongan tersebut. Sementara sang adik ngotot kuliah di salah satu kampus negeri di Surabaya.

Pada 2023 lalu, adik Nirina gagal lolos di SNBP dan SNBT untuk kampus negeri di Surabaya yang ia incar. Nirina sebenarnya menyarankan adiknya mendaftar kuliah di PTKIN. Misalnya UIN Sunan Ampel Surabaya.

Yang penting kan masih bisa merasakan menjadi mahasiswa di Surabaya. Apalagi, sepanjang penelusuran Nirina, kampus-kampus PTKIN punya UKT yang relatif lebih murah. Akan tetapi, adik Nirina tak menggubris. Ia masih ngotot kuliah di kampus negeri Surabaya Incarannya lewat jalur SPMB Mandiri.

“Katanya temen-temen sekelasnya nggak ada yang kuliah UIN atau swasta. Jadi adikku nggak mau kuliah di selain kampus yang ia dan temen-temennya incar di Surabaya itu. Padahal nggak semua temennya bisa lolos ke sana,” kata Nirina.

UKT kampus negeri Surabaya bikin bapak menangis

Bapak Nirina sebenarnya meminta Nirina agar memberi pengertian pada sang adik perihal kondisi ekonomi keluarga. Bapak Nirina hanya seorang kuli bangunan. Sementara sang ibu hanyalah ibu rumah tangga.

Maka, bapak Nirina sudah menyatakan tak sanggup jika harus membiayai kuliah adik Nirina. Apalagi dengar-dengar UKT bagi mahasiswa jalur Mandiri akan lebih besar dari yang lolos di SNBP atau SNBT.

“Jawaban adikku pasti menyerang balik. Katanya ‘Mbak aja kuliah nggak masalah!’. Susah sih lawan gen z. Padahal kan beda, aku dulu kuliah nyari yang nggak bebani orang tua,” keluh Nirina.

Iklan

Adik Nirina lolos SPMB Mandiri di salah satu kampus negeri Surabaya yang memang ia incar. Sesuai dugaan, UKT-nya bikin bapak Nirina tercenung.

“UKT-nya menyentuh Rp6 jutaan. Bagi bapak yang kuli bangunan, cari uang segitu sudah megap-megap. Belum nanti sewa kos di Surabaya,” ucap Nirina.

“Kata temen-temenku kalau kos cewek di Surabaya rata-rata Rp500 ribuan. Belum biaya hidup. Kalau aku dulu UKT menyentuh Rp2 jutaan aja,” sambungnya.

Alhasil, pada suatu malam, terjadilah kumpul keluarga di ruang tengah. Antara Nirina, sang adik, dan kedua orang tuanya.

Di momen itu bapak Nirina menyatakan tak sanggup jika harus membiayai kuliah adik Nirina kalau estimasinya bakal lebih besar dari biaya kuliah Nirina dulu. Tapi sang adik tak mau mengerti. Malah ia menuding keluarganya tak ada yang mendukungnya kuliah.

Sang adik sampai ngambek berhari-hari. Jarang keluar kamar. Jarang mau makan. Dan mendiamkan seisi rumah.

“Bapak pun juga lemes berhari-hari. Sering ngelamun. Sering diem,” tutur Nirina.

Baca halaman selanjutnya…

Bapak ibu sengsara bayar UKT tinggi

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 22 Mei 2024 oleh

Tags: guru honorerJawa Timurkampus di surabayakampus negeri di surabayaSurabayauin sunan ampel surabayaUINSAukt naikuniversitas di surabayaUTBK
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya Penuh Derita, Nyawa Terancam (Unsplash)
Pojokan

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Niatnya Ingin Tenang Berakhir Penuh Derita dan Nyawa Terancam

13 Maret 2026
Kereta api ekonomi (KA) Ambarawa Ekspres menjadi saksi "kegilaan" Bonek di rute Grobogan - Stasiun Pasarturi demi Persebaya Surabaya di Stadion GBT MOJOK.CO
Urban

KA Ambarawa Ekspres Andalan Bonek Tempuh “Jalan Kegilaan” di Rute Grobogan – Pasarturi, Demi Ziarah ke Rumah Kedua

6 Maret 2026
Ilustrasi Honda Vario Sumber Derita dan Bikin Gila di Jalanan Surabaya (Wikimedia Commons)
Pojokan

Honda Vario Adalah Motor yang Paling Menderita di Surabaya: Mesin Loyo Itu Sengsara Dihajar Jalan Rusak

6 Maret 2026
Orang Surabaya hina Malang. MOJOK.CO
Urban

Malang Dihina “Desa”, padahal Tempat Pelarian Terbaik bagi Orang Kota Surabaya yang Stres meski Punya Mal Mewah

5 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Belajar Tentang Sejarah Ekonomi Komunis China dari Duanju, Drama Vertikal yang Nagih MOJOK.CO

Belajar Sejarah Ekonomi Komunis China Lewat Kamerad Chang dan Duanju yang Bikin Nagih

16 Maret 2026
Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

16 Maret 2026
Pedagang sate kere di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten. MOJOK.CO

Sate Kere Merbung di Klaten: Warisan Terakhir Ibu yang Menyelamatkan Saya dan Keluarga dari Jurang PHK

16 Maret 2026
Evakuasi WNI saat terjadi konflik luar negeri MOJOK.CO

Saat Terjadi Konflik di Luar Negeri, Evakuasi WNI Tak Sesederhana Asal Pulang ke Negara Asal

16 Maret 2026
Ambisi beli mobil pribadi Toyota Avanza di usia 23 biar disegani. Berujung sumpek sendiri karena tetangga di desa cuma bisa iri-dengki dan seenaknya sendiri berekspektasi MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

15 Maret 2026
Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa Mojok.co

Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa

19 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.