Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Pernah Ditolak Unair, Kini Jadi Mahasiswa Berprestasi di Kampus Nggak Favorit usai Bikin Bisnis yang Ramah Lingkungan

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
13 Juni 2025
A A
Ditolak kampus unair dan sukses di UPN Veteran Jawa Timur berkat briket arang. MOJOK.CO

ilustrasi - ditolak kampus favorit lalu bangkit. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Punya ambisi menjadi pengusaha sejak muda, Linda (22) seolah bangkit dari kegagalan usai ditolak Universitas Airlangga (Unair). Ia tak mau larut dalam kesedihan dan memanfaatkan peluang lomba bisnis di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, hingga menjadi mahasiswa berprestasi berkat produk briket arang.

***

Sampai saat ini, Linda masih merasa sakit hati karena ditolak Unair. Namun, ia tetap bersyukur usai diterima di UPN Veteran Jawa Timur sebagai mahasiswa baru. Setidaknya, ia bisa mencicipi bangku kuliah.

“Dulu, setiap lewat depan Unair aku excited banget bilang ‘ini kampusku’ semacam doa biar masuk sana, tapi sekarang? Ah sudahlah,” ujarnya saat ditemui Angkringan Kampung, Jalan Jarak, Surabaya pada Minggu (8/6/2025).

Alih-alih meratapi nasibnya yang tak bisa masuk kampus favorit seperti Unair, Linda lebih memilih move on dan memanfaatkan waktunya saat berkuliah di UPN Veteran Jawa Timur. Salah satunya dengan aktif mengikuti lomba di bidang usaha.

Toh, kampus UPN Veteran Jawa Timur tak bisa diremehkan. Berdasarkan lembaga pemeringkatan EduRank, UPN Veteran Jawa Timur menempati posisi 11 di Jawa Timur tahun 2025.

Bersama rekan-rekannya, Linda membangun sebuah bisnis kecil-kecilan yang berdampak positif untuk lingkungan. Berangkat dari riset dan pendanaan dari UPN Veteran Jawa Timur, produknya berhasil lolos dan dapat didistribusikan.

Meskipun belum menjadi gurita bisnis, tapi Linda tetap optimis mengembangkan bisnis tersebut. Sama seperti semangatnya yang tak menyerah saat gagal diterima di Unair. Bisnis itu adalah briket arang dari limbah abu sekam padi.

Memanfaatkan kesempatan belajar di UPN Veteran Jawa Timur

Jiwa wirausaha Linda memang sudah diturunkan oleh keluarganya, terutama ibunya yang sudah mencoba berbagai macam usaha. Mulai dari menjual kuliner, fashion, hingga sembako.

Dari sana, Linda jadi memiliki minat untuk kuliah di Jurusan Manajemen meskipun pernah ditolak oleh kampus pilihan pertama. Yang jelas ia tetap berada di jalur yang sama. Beruntung, saat itu UPN Veteran Jawa Timur menerimanya. 

Di semester awal, Linda masih berusaha berdamai hingga di pertengahan semester ia mencoba peruntungan dengan ikut lomba internal kampus dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

“Awalnya kami punya ide dua, yakni bikin tabung gas dan hidrogen dari air, satunya lagi briket yang memang ramah lingkungan. Akhirnya kami pilih briket yang dari segi biaya nggak terlalu banyak,” kata Linda.

Berdasarkan jurnal internasional yang ia baca, bahan-bahan yang diperlukan di Indonesia cukup tersedia dengan rantai pasokan yang bagus. Ia menjelaskan, briket arang mereka terbuat dari limbah abu sekam padi.

Dibandingkan dengan arang kayu, briket arang menghasilkan efek pembakaran yang lebih kecil. Jadi, hampir tidak menghasilkan abu dan tidak berbau. Sementara itu, arang kayu menghasilkan sisa pembakaran dan asap yang banyak, serta daya tahan api yang tidak tahan lama.

Baca Halaman Selanjutnya

Dapat dana dari kampus untuk kembangkan bisnis

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 15 Juni 2025 oleh

Tags: briket arangkampus di surabayaunairUniversitas Pembangunan NasionalUPN Veteran Jawa Timur
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Jurusan Antropologi Unair kerap diremehkan. MOJOK.CO
Edumojok

Antropologi Unair Diremehkan dan Dianggap “Gampangan”, padahal Kuliahnya Nggak Main-main dan Prospek Kerjanya Luas

9 April 2026
Susahnya cari kerja sebagai fresh graduate Unair. MOJOK.CO
Edumojok

Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak

7 April 2026
Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO
Edumojok

Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

6 April 2026
Jurusan Antropologi Unair selamatkan saya usai ditolak UGM. MOJOK.CO
Edumojok

Ditolak UGM Jalur Undangan, Antropologi Unair Selamatkan Saya untuk Tetap Kuliah di Kampus Bergengsi dan Kerja di Bali

6 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa KKN di desa

KKN Itu Menyenangkan, yang Bikin Muak adalah Teman yang Jadi Beban Kelompok dan Warga Desa yang “Toxic”

9 April 2026
Tunggu Aku Sukses Nanti.MOJOK.CO

“Tunggu Aku Sukses Nanti”: Mari Bertaruh, Kita Semua Memiliki Tante Yuli di Dunia Nyata

4 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Saya Setuju Orang Jakarta Tajir Tak Betah Slow Living di Desa (Unsplash)

Orang Tajir Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa karena Menolak Srawung Itu Omong Kosong Kebanyakan Gagal Betah karena Ulahnya Sendiri

7 April 2026
Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas MOJOK.CO

Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi

6 April 2026
Mahasiswa Jogja nugas di coffee shop

Nugas di Kafe Dianggap Buang-buat Duit, padahal Bikin Mahasiswa Jogja Lebih Tenang dan Produktif

6 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.