Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Kos Karangmalang, Rumah Para Aktivis yang Kini Jadi Tempat Mahasiswa UNY Menangis

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
1 Juni 2024
A A
Dulu Jadi Tempat Aktivis Menyelamatkan Diri, Kini Kos Karangmalang Jadi Tempat Mahasiswa UNY Menangisi UKT yang Tinggi.MOJOK.CO

Ilustrasi Dulu Jadi Tempat Aktivis Menyelamatkan Diri, Kini Kos Karangmalang Jadi Tempat Mahasiswa UNY Menangisi UKT yang Tinggi (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kompleks kos Karangmalang Jogja didominasi mahasiswa UNY dan UGM. Dahulu, tempat ini menjadi pelarian para aktivis mahasiswa yang dikejar aparat selama aksi demonstrasi menuntut Reformasi 1998. Namun, kini ia jadi saksi mahasiswa “kampus pencetak calon guru” menangisi tingginya biaya kuliah.

Karangmalang sendiri menjelma sebagai kompleks kos-kosan sejak tahun 1970-an. Menurut Kepala Dukuh Karangmalang, Sudarman (59), awalnya hanya beberapa rumah saja yang diperuntukkan sebagai indekos.

Akan tetapi, seiring berjalannnya waktu, nyaris semua pemilik rumah di dukuh tersebut menyewakan kediaman mereka kepada para mahasiswa. Muasalnya, memasuki 1990-an UNY mulai seramai UGM.

“Jadi yang awalnya banyak mahasiswa UGM pada 70-an kos sini, pas 90-an jumlahnya sama banyak dengan UNY. Malahan sekarang lebih banyak anak UNY,” jelas Sudarman saat ditemui Mojok, Rabu (8/11/2023) lalu.

Ilustrasi Dulu Jadi Tempat Aktivis Menyelamatkan Diri, Kini Karangmalang Jadi Tempat Mahasiswa UNY Menangisi UKT yang Tinggi.MOJOK.CO
Sudarman (59), Kepala Dukuh Karangmalang, membiarkan kosannya sebagai pelarian aktivis yang dikejar aparat. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Sebagai kompleks kos-kosan, lokasi Karangmalang memang sangat strategis. Kampung yang terbagi menjadi 5 blok ini hanya berjarak beberapa menit jalan kaki ke UGM maupun UNY. Biaya sewanya pun cenderung masih terjangkau, rata-rata Rp4-6 juta setahun.

Alhasil, buat sebagian mahasiswa UNY dengan ekonomi kurang mampu, Karangmalang adalah sebaik-baiknya tempat kos.

Kos Karangmalang, penyelamat para aktivis yang diburu aparat

Mengutip sejumlah laporan, Jogja memang menjadi “titik koordinat” gerakan menuntut lengsernya Suharto. Nyaris semua mahasiswa di berbagai kampus turun ke jalan.

Di beberapa titik aksi, situasi memanas. Salah satunya di pertigaan Jalan Gejayan-Colombo, di mana menjadi titik pertemuan para mahasiswa dari UGM, IKIP Jogja (UNY), dan Sanata Dharma.

Menurut penuturan Sudarman, saat bentrokan tak terhindarkan, banyak aktivis mahasiswa berhamburan ke arah Karangmalang. Saking banyaknya, ia bersama pemuda desa sampai membuat ronda malam untuk memastikan anak-anak kos mereka aman.

“Kita berjaga tiap malam. Pokoknya jangan sampai ada aparat masuk ke Karangmalang, nanti malah menangkap mahasiswa sembarangan kan malah jadi repot,” ujarnya.

Darman mengaku sangat simpatik dengan aksi mahasiswa kala itu. Apalagi kalau yang datang ke arah Karangmalang kondisinya terluka. Tanpa pikir panjang ia akan mengizinkannya masuk.

“Aparat itu cuma mengejar, bukan mau menertibkan,” kata Darman.

Ilustrasi Dulu Jadi Tempat Aktivis Menyelamatkan Diri, Kini Karangmalang Jadi Tempat Mahasiswa UNY Menangisi UKT yang Tinggi (Mojok.co/Ega Fansuri).MOJOK.CO
Pintu masuk kompleks kos Karangmalang di bagian barat yang berbatasan langsung dengan FEB UNY (Mojok.co/Hammam Izzudin)

Biasanya, para aktivis mahasiswa itu akan diinapkan di salah satu kosan teman atau kenalannya yang memang tinggal di Karangmalang. Saat kondisi di jalanan mulai tertib, mereka baru diperbolehkan pulang.

Kendati demikian, memang tak semua pemilik kos seperti Sudarman. Nyatanya tetap saja ada yang tak mengizinkan para aktivis mahasiswa masuk karena takut itu hanya intel yang menyamar.

Iklan

Dua dekade berselang, jadi tempat mahasiswa UNY menangisi UKT mahal

Romantisme Karangmalang sebagai lokasi penyelamat aktivis memang akan selalu terkenang. Namun, di masa mendatang, narasinya bisa jadi akan berubah. Karangmalang, bisa saja lebih terkenal sebagai tempat mahasiswa UNY menderita, alih-alih dicatat sebagai bagian dari Reformasi.

Sebelumnya, Mojok pernah membuat liputan berjudul “Kompleks Kos Karangmalang, Saksi Bisu Mahasiswa KIP Kuliah UGM-UNY Kelaparan dan Makan Sampah Gara-Gara Beasiswa Cairnya Molor“. Di dalamnya, terdapat kisah Maria, alumnus UNY, yang pernah mengais nasi sisa seminar demi bisa makan karena KIP Kuliah (bidikmisi) telat cair.

Baru-baru ini, kisah datang dari Dona (19), mahasiswa UNY angkatan 2023 yang nasib perkuliahannya tak menentu. Dona sendiri merupakan mahasiswa dari prodi kependidikan di Fishipol UNY.

Ia lolos UNY via jalur SNBT tahun lalu. UKT-nya menyentuh angka Rp4 juta, yang jelas-jelas itu sangat memberatkan.

“Kedua orang tua tani. Pas mengisi data penghasilan sudah benar-benar kecil, tapi tetap dapat UKT golongan IV. Jelas nggak adil,” ungkapnya kepada Mojok, Kamis (31/5/2024).

Saat memasuki “musim bayar UKT” awal tahun 2024 ini, Dona tak henti-hentinya menangis di kos-kosan. Ia takut tak bisa membayar UKT, meski di satu sisi tak tega melihat orang tua jumpalitan untuk mencari uang.

UKT-nya memang terbayar, tapi ortunya harus utang sana-sini. Saat lebaran kemarin pun, ia berkali-kali sungkem, meminta maaf sedalam-dalamnya kepada ayah dan ibunya karena merasa menjadi beban keluarga.

“Celakanya itu di kosan saya, semua ngalamin hal yang sama. Mengeluh semua soal UKT yang memang sangat nggak masuk akal angkanya,” pungkas mahasiswa UNY ini.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA Pemilik Kos Mahasiswa UNY dan UGM di Karangmalang Jadi Penyelamat Demonstran Gejayan 98

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 11 Juni 2024 oleh

Tags: Jogjakarangmalangkos karangmalangMahasiswa Jogjamahasiswa UNYpilihan redaksiuny
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Bangun rumah bertingkat 2 di desa pelosok Grobogan gara-gara sinetron MOJOK.CO
Sehari-hari

Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan

10 April 2026
Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan” MOJOK.CO
Urban

Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan”

10 April 2026
Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif MOJOK.CO
Urban

Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif

9 April 2026
Gudeg, Kuliner Jogja yang Makin Tak Cocok untuk Orang Miskin (Unsplash)
Pojokan

Harga Gudeg Jogja Naik, Berpotensi Menguatkan Sisi Gelap kalau Kuliner Jogja Ini Memang Bukan Makanan Murah Lagi

9 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ribetnya lolos seleksi CPNS dan jadi PNS/ASN di desa: dibayangi standar hidup sukses yang merepotkan MOJOK.CO

Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi

8 April 2026
Astrea Grand, Motor Honda yang Menjadi Mitos MOJOK.CO

Astrea Grand, Motor Honda Penuh Dusta yang Celakanya Pernah Menjadi Mitos dan Membuatnya Dikagumi karena Motor Ini Memang Meyakinkan

5 April 2026
Gagal seleksi PPPK dan CPNS meski daftar di formasi PNS atau ASN sepi peminat. Malah dapat kerja yang benefitnya bisa bungkam saudara yang sebelumnya menghina MOJOK.CO

Gagal Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat Dihina Bodoh, Malah Dapat Kerjaan “di Atas” ASN Langsung Bungkam Penghina

9 April 2026
Gaya hidup pemuda desa bikin tak habis pikir perantau yang merantau di kota. Gaji kecil dihabiskan buat ikuti tren orang kaya. MOJOK.CO

Gaya Hidup Pemuda di Desa bikin Kaget Perantau Kota: Kerja demi Beli iPhone Lalu Resign, Habiskan Uang buat Maksa Sok Kaya

6 April 2026
Anak PNS kuliah di PTN top seperti UGM masih menderita karena UKT nggak masuk akal

Derita Jadi Anak PNS: Baru Bahagia Diterima PTN Top, Malah “Disiksa” Beban UKT Tertinggi Selama Kuliah padahal Total Penghasilan Orang Tua Tak Seberapa

4 April 2026
Ikuti paksaan orang tua kuliah jurusan paling dicari (Teknik Sipil) di sebuah PTN Semarang biar jadi PNS. Lulus malah jadi sopir hingga bikin ibu kecewa MOJOK.CO

Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

7 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.