Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Mahasiswa Miskin Unpad Sempat Diremehkan Gara-gara Kuliah di ‘Jurusan Terburuk’, Sengaja Memilihnya karena Pengalaman Kelam di Masa Lalu

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
13 Maret 2024
A A
Lolos SNBP Universitas Brawijaya Malang Karena Asal Klik dan Hoki, Sekarang Menyesal Jurusannya Sulit Buat Cari Kerja.mojok.co

Ilustrasi Lolos SNBP Universitas Brawijaya Malang Karena Asal Klik dan Hoki, Sekarang Menyesal Jurusannya Sulit Buat Cari Kerja (Mojok.co/Ega)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bagi Anas Anwar Nasirin (26), kuliah di jurusan terburuk tak menjadi masalah. Bisa kuliah saja sudah syukur. Alumnus Universitas Padjadjaran (Unpad) ini juga menolak baper dengan nyinyiran orang. Hidup dalam kondisi miskin, Anas, sapaan akrabnya, bahkan bisa lanjut kuliah S2 di “jurusan kuliah terburuk” itu. Biaya kuliah pun teleh pemerintah tanggung.

Pada 2022 lalu Anas diterima sebagai mahasiswa peserta beasiswa LPDP. Ia mengambil jurusan magister Ilmu Sejarah Universitas Indonesia  melalui program Beasiswa Prasejahtera. Sebelum lanjut S2, Anas menyelesaikan studi sarjananya di Ilmu Sejarah Universitas Padjadjaran (Unpad).

Jurusan yang Anas ambil memang sudah lekat dengan stigma jurusan terburuk. Baik itu dari segi passing grade saja, berdasarkan banyak survei Ilmu Sejarah memang jadi salah satu terendah. Buat prospek kerja, jurusan ini juga dianggap tak menawarkan kesuksesan. Banyak lulusannya pada akhirnya mengambil jalan lain di luar disiplin jurusan.

Sebagai orang yang pernah berkuliah di jurusan yang sama dengan Anas, tentu saya paham betul dengan hal-hal yang disebutkan tadi.

Kendati demikian, kuliah di jurusan terburuk sekalipun tetap Anas syukuri. Sepanjang hidupnya, ia sudah mengalami banyak sekali kemalangan. Mulai menjadi yatim, hidup dari panti ke panti, bekerja demi sesuap nasi, pernah ia cicipi. Apalagi cuma kuliah di jurusan yang orang anggap buruk.

Modal nekat merantau ke kota berbekal uang Rp100 ribu

Anas berasal dari keluarga miskin. Kedua orang tuanya bekerja sebagai petani, yang hanya menggantungkan pendapatan pada hasil alam dan musim tanam saja. Boro-boro buat menguliahkannya, untuk memberi makan dia dan kedua saudaranya saja pas-pasan.

Kondisi keluarganya bahkan semmakin buruk saat ayahnya meninggal pada 2009. Tak lama setelahnya, ibunya kena stroke. Keluarga Anas pun makin limbung, tak ada pemasukan. Untungnya, salah seorang sepupunya mau merawat ibunya yang hanya bisa terbaring di tempat tidur itu.

Merasa punya tanggung jawab, Anas memutuskan merantau ke kota. Ia ingin mencari pekerjaan agar tak sepenuhnya menggantungkan nasib di kampung. Anas merantau dengan modal Rp100 ribu, uang sisa dari bantuan pemerintah buat masyarakat miskin.

Untungnya, saudara jauhnya yang berada di Subang membantu Anas. “Mereka mengizinkan saya buat tinggal di Panti Asuhan Al-Rasyid Subang,” ungkapnya, melansir laman LPDP, Rabu (13/3/2024). Alhasil, masa SMP Anas habiskan di panti asuhan bersama anak-anak lain yang senasib dengannya. Ini menjadi perjalanan awalnya sebelum “bertemu” dengan jurusan terburuk tadi.

Masuk di ‘jurusan terburuk’ Unpad

Lulus SMP, Anas memutuskan keluar dari Panti Asuhan Al-Rasyid Subang karena ekonomi keluarganya makin sulit. Ia pun harus bekerja di konveksi untuk membantu keluarganya. Untungnya, Panti Asuhan Darul Inayah di Bandung Barat mau menerimanya. Panti Asuhan ini juga memfasilitasi Anas dengan pendidikan gratis. Masa SMA pun ia habiskan di panti asuhan berbasis pondok pesantren ini.

Prestasi yang mentereng selama SMA bikin Anas berani mendaftar SBMPTN. Ia pun diterima di Jurusan Ilmu Sejarah Unpad pada 2017 lalu via program beasiswa. Dari 22 siswa pendaftar dari panti asuhannya, hanya Anas yang diterima di PTN.

Namun, keputusannya memilih jurusan sejarah sempat mendapat pertentangan dari orang-orang di panti. Muasalnya karena stigma Ilmu Sejarah sebagai jurusan kuliah terburuk. Sebagai informasi, berdasarkan data resmi laman kemendikbud, passing grade Ilmu Sejarah Unpad adalah 1:6. Ini tak beda jauh dari saat Anas mendaftar di Unpad.  

Dari segi peminat dan peta persaingan saja, banyak pihak mengklaim jurusan sejarah mendapat label jurusan terburuk. Selain itu, banyak pihak juga menganggap jurusan ini kurang populer. Ilmu Sejarah, lekat dengan label jurusan “yang tak menawarkan kesuksesan di masa depan”.

Mahasiswa Miskin Unpad Sempat Diremehkan Karena Kuliah di ‘Jurusan Terburuk’, Sengaja Memilihnya karena Pengalaman Kelam di Masa Lalu.mojok.co
Anas bersama anak didiknya di panti asuhan (dok. laman LPDP)

“Saat itu, ketika saya di panti asuhan sempat mendapatkan pertentangan. Karena jurusan sejarah adalah jurusan yang kategorinya minat khusus, non-favorit,” kata Anas, mengamini sejumlah pihak yang memang mempertentangkan keputusannya.

Iklan

“Bahkan untuk pekerjaannya pun tidak sebanyak jurusan seperti Ilmu Hukum, ataupun Ekonomi dan Psikologi,” sambungnya.

Baca halaman selanjutnya…

Anas mengaku ada alasan personal mengapa ia memilih Ilmu Sejarah. Tak sekadar karena passing grade rendah.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 14 Maret 2024 oleh

Tags: ilmu sejarahjurusan kuliah terburukjurusan terburukjurusan terburuk di unpadmahasiswa unpadunpad
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

fresh graduate dari UNPAD kerja di Jakarta. MOJOK.CO
Liputan

Sering Ditolak Magang di Jakarta meski Bermodal Kampus Top, Ternyata “Life After Graduation” Memang Seberat Itu

28 Januari 2026
Jatinangor Town Square Selamatkan Masa Depan Mahasiswa Unpad, WiFi Gratisnya Bantu Rampungkan Skripsi yang Mandek.MOJOK.CO
Catatan

Jatinangor Town Square Selamatkan Masa Depan Mahasiswa Unpad, WiFi Gratisnya Bantu Rampungkan Skripsi yang Mandek

25 Juni 2024
jurusan psikologi jadi jurusan kuliah gaji terendah.MOJOK.CO
Kampus

16 Jurusan Kuliah dengan Gaji Paling Kecil, Mahasiswa Jurusan Psikologi Beri Sanggahan karena Masuk Daftar

5 April 2024
Mirip Sukolilo Pati, Kampung Muharto Malang Dicap Sebagai "Sarang Preman": Warganya Di-blacklist Leasing Saking Banyak Kredit Macet.MOJOK.CO
Ragam

Ironi Jatinangor, Kawasan Pendidikan yang Jadi Kandang Curanmor, Motor Mahasiswa Unpad Bisa Raib Cuma dalam Hitungan 5 Menit

24 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT MOJOK.CO

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT

2 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
gen z kerja merantau beban mental dan finansial.mojok.co

Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

6 Februari 2026
Lolos Unair lewat jalur golden ticket tanpa SNBP. MOJOK.CO

Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP

7 Februari 2026
Derita punya pasangan hidup sandwich generation apalagi bonus mertua toxic MOJOK.CO

Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

5 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.