Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Nyaris Hilang Harapan Kuliah di PTN, Beruntung Bisa “Move on” hingga Kuliah Gratis di PTS Terbaik dengan Beasiswa dari Sleman

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
14 Oktober 2025
A A
Beasiswa Kuliah Sleman Pintar bekerjasama dengan kampus swasta, salah satunya Amikom. MOJOK.CO

ilustrasi - cara cerdik mahasiswa kuliah dengan beasiswa kuliah. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dulu, kampus negeri (PTN) adalah impian bagi sebagian calon mahasiswa baru (camaba). Namun tidak bagi mahasiswa ini yang memutuskan kuliah di kampus swasta (PTS) seperti Amikom Yogyakarta. Apalagi, dia bisa fokus belajar tanpa khawatir memikirkan biaya kuliah karena mendapatkan beasiswa dari Kabupaten Sleman.

Hoky, bisa pilih-pilih kampus terbaik

Yanuar Aji Prayoga nyaris mengubur mimpinya untuk kuliah usai ditolak di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Kalau bukan karena Ketua RT di rumahnya, ia tidak akan tahu informasi soal beasiswa dari Kabupaten Sleman. Beasiswa itu bernama Sleman Pintar.

“Saat tahu informasi beasiswa itu, aku langsung tertarik. Kebetulan, teman aku yang satu RT juga berminat untuk mencoba. Aku pun jadi tertantang untuk mendapatkan beasiswa tersebut,” kata Yanuar.

Beasiswa kuliah Sleman Pintar sendiri bekerjasama dengan beberapa kampus swasta (PTS) seperti Universitas Amikom Yogyakarta, Universitas Aisyiyah, Universitas Teknologi Yogyakarta, dan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta. Dari kelima kampus swasta tersebut, Yanuar memilih Amikom. Kampus swasta yang meraih peringkat pertama untuk kategori Leadership di Indonesia berdasarkan WURI 2024.

Yanuar pun bersyukur bisa kuliah di Amikom Yogyakarta dengan beasiswa tersebut. Bagi Yanuar, beasiswa kuliah Sleman Pintar bukan hanya jadi harapan pribadinya melainkan di hati orang tuanya. Tentu dengan beasiswa tersebut orang tuanya merasa lega karena tidak harus biaya untuk membayar UKT kuliah Yanuar. Apalagi, ia kuliah di kampus swasta (PTS) yang biasanya membutuhkan biaya lebih.

“Aku merasa lebih lega bisa meringankan orang tua, jadi nggak menambah beban mereka buat bayar kuliahku, setidaknya aku bisa mencari uang saku sendiri untuk kebutuhan pribadi,” kata Yanuar.

Tak perlu malu dari keluarga miskin

Selain mendapat manfaat dari segi materi atau cuan, ia merasa ada nilai-nilai kehidupan yang akhirnya ia pelajari. Misalnya, alih-alih malu mendapatkan beasiswa Sleman Pintar yang diperuntukkan bagi anak-anak keluarga miskin dan rentan miskin, Yanuar justru bangga. Sebab, beasiswa tersebut membuat dia jadi lebih mandiri karena harus mampu mengatur keuangan.

Di sisi lain, ia juga menjadi percaya diri karena bertemu dengan para penerima beasiswa kuliah Sleman Pintar lainnya dan berteman dengan mereka. Tak hanya itu, Yanuar juga merasa bertanggung jawab untuk lulus tepat waktu dan memberikan kontribusi setelahnya, karena ia paham betul beasiswa tersebut berasal dari pemerintah daerah.

“Jadi dampaknya tidak berhenti di penerima, tapi bisa menular ke lingkungan sekitar,” kata Yanuar.

Dari beasiswa kuliah Sleman Pintar, Yanuar pun sadar bahwa pendidikan bukan hanya tanggungjawab pribadi atau keluarga, tapi juga tugas pemerintah dalam memberikan hak warganya. Sesuai amanat Undang-Undang 1945 Pasal 31 bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan dan pemerintah wajib menyelenggarakan sistem pengajaran nasional.

“Saya jadi lebih menghargai peran pemerintah daerah dalam membuka akses pendidikan yang merata untuk warganya,” kata Yanuar.

Ratusan penerima beasiswa kuliah dari Sleman

Yanuar pun merasa beruntung karena menjadi bagian dari Kabupaten Sleman. Dengan begitu, ia bisa mengikuti program beasiswa kuliah Sleman Pintar. Di mana, beasiswa tersebut bertujuan untuk memutus mata rantai kemiskinan lewat jalur pendidikan. Khususnya bagi anak-anak keluarga miskin dan rentan miskin yang memiliki semangat untuk kuliah. 

Merekap dari data Kabupaten Sleman, beasiswa kuliah Sleman Pintar telah memberikan kontribusi nyata tiap tahunnya. Hingga 2025, program itu sudah memberikan manfaat kepada ratusan mahasiswa, yakni:

  • 120 orang dari Universitas Amikom angkatan 2022;
  • 118 orang dari Universitas Amikom angkatan 2023;
  • 120 orang dari Universitas Amikom angkatan 2024;
  • 90 orang dari Universitas Amikom angkatan 2025;
  • 97 orang dari Universitas Aisyiyah angkatan 2023;
  • 117 orang dari Universitas Aisyiyah angkatan 2024;
  • 40 orang dari Universitas Aisyiyah angkatan 2025;
  • 80 orang dari Universitas Teknologi Yogyakarta angkatan 2025;
  • 4 orang dari Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta 2024;
  • 10 orang dari Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta 2025.

Dari sekian banyak penerima Beasiswa Sleman Pintar, 14 orang sudah diwisuda. Sisanya, akan diwisuda bulan Oktober tahun ini. Sementara itu, untuk tahun 2026, kabarnya 56 kampus siap melakukan Kesepakatan Bersama (KB) terkait program beasiswa ini.

Iklan

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Pengalaman Trauma Pasca Tsunami Aceh Antarkan Pemuda Ini Kuliah ke London Jurusan Manajemen Bencana dengan Beasiswa atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 31 Oktober 2025 oleh

Tags: amikombeasiswa kuliahbeasiswa slemankabupaten slemankampus swasta di Jogjakuliah s1pts di jogjaSleman Pintar
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO
Edumojok

Gagal Kuliah Kedokteran karena Bodoh dan Miskin, Malah Dapat Telepon Misterius dari Unair di Detik Terakhir Pendaftaran

6 April 2026
Nurul Fajriatussaadah, lulusan terbaik S2 di UIN Semarang
Edumojok

Dihina karena Hanya Anak Petani dari Pelosok Desa, Kini Berhasil Jadi Lulusan Terbaik S2 UIN Semarang berkat Doa Ayah

30 Maret 2026
kuliah di austria, rasisme.MOJOK.CO
Edumojok

Kuliah di Austria Bikin Kena Mental: Sistem Pendidikannya Maju, tapi Warganya “Ketus” dan Rasis

20 Februari 2026
Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan Lebih Mudah Diterima daripada Gagal Jadi Sarjana Hukum UGM MOJOK.CO
Edumojok

Perjuangan Ojol sambil Kuliah: Pernah Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan, Kini Lulus Jadi Sarjana Hukum UGM

5 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kuliah s2.MOJOK.CO

Penyesalan Lanjut S2 Cuma karena Pelarian dan FOMO: Nganggur dan Dicap Overqualified, Sudah Kerja pun Gaji Setara Lulusan SMA

5 April 2026
Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut MOJOK.CO

Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut dan Tagihan Shopee PayLater

3 April 2026
Gaya hidup pemuda desa bikin tak habis pikir perantau yang merantau di kota. Gaji kecil dihabiskan buat ikuti tren orang kaya. MOJOK.CO

Gaya Hidup Pemuda di Desa Saat Ini bikin Kaget: Habiskan Gaji Kecil buat Ikuti Tren Orang Kaya, Target Kerja Sebatas buat Beli iPhone Lalu Resign

6 April 2026
Anak PNS kuliah di PTN top seperti UGM masih menderita karena UKT nggak masuk akal

Derita Jadi Anak PNS: Baru Bahagia Diterima PTN Top, Malah “Disiksa” Beban UKT Tertinggi Selama Kuliah padahal Total Penghasilan Orang Tua Tak Seberapa

4 April 2026
Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon” MOJOK.CO

Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon”

2 April 2026
Aksi topeng ayam di Fore Coffee Jogja. MOJOK.CO

Di Balik Aksi Topeng Ayam Depan Fore Coffee Jogja: Menagih Janji Hak Ayam Petelur untuk Meraih Kebebasan

2 April 2026

Video Terbaru

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026
Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

31 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.