Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kabar

Upaya Seniman Lokal Jogja Tetap Eksis di Tengah Kondisi Ekonomi yang Menghimpit

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
24 Maret 2025
A A
Seniman lokal di Jogja. MOJOK.CO

Seorang penari dari Kinnara Kinnari Dance Community (KKDC). (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co).

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sejumlah orang berpakaian biru tua menari di sekitar Lapangan Garuda, Candi Borobudur, Jogja pada Sabtu, (22/3/2025). Riasannya tampak seperti badut. Sesekali mereka berteriak dengan kalimat yang tak jelas. Lalu, menjahili tamu undangan untuk ikut menari. 

Mereka adalah penari dari Kinnara Kinnari Dance Community (KKDC) yang bertugas membuka acara talkshow persiapan lebaran yang diselenggarakan oleh PT Taman Wisata Candi (TWC) atau InJourney Destinations.

Koreografer, Endra Wijaya menjelaskan tarian itu bernama Nirkala atau Sirnaning Sengkala. Sebuah tarian kreasi tradisional yang mengandung arti untuk ritual tolak bala, agar acara yang diselenggarakan berjalan lancar dan terhindari dari segala halang rintangan.

Tarian Nirkala terinspirasi dari filosofi patung Loro Blonyo yang melambangkan kesuburan bagi masyarakat petani Jawa. Mereka percaya bahwa sepasang patung pengantin tersebut menggambarkan kehidupan yang harmonis dalam pernikahan.

Kolaborasi dengan seniman lokal Jogja

Endra berujar KKDC sudah bekerjasama dengan Taman Wisata Candi (TWC) sejak 2018. Sepanjang tahun ini mereka sudah memproduksi karya tari The Legend Of Roro Jonggrang, Kresnayana, Pepino, hingga karya Shinta Obong. 

“KKCD aktif dalam pementasan reguler The Legend of Roro Jonggrang dan Shinta Obong yang dipentaskan setiap hari Jumat malam,” ucap Hendra kepada Mojok, Senin (24/3/2025).

Selain itu, mereka juga aktif dalam pementasan karya-karya pendek atau acara tertentu dengan TWC. Mulanya, TWC menunjuk KKDC sebagai tim produksi karya tari. Lalu, mengikuti seleksi penari atau pendukung hingga terproduksilah tarian Nirkala. 

Seniman lokal Jogja. MOJOK.CO
Endra, penari lokal di Kinnara Kinnari Dance Community (KKDC) Jogja tampil di Candi Prambanan. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Sebagai seniman lokal, Hendra mengaku kerja sama itu memberikan dampak positif bagi para penari. Dengan begitu, mereka memiliki untuk berkegiatan, bekarya, sekaligus memperkenalkan seni budaya dikalangan anak kecil hingga orang tua.

“Selain itu, juga berdampak positif bagi anak-anak muda dalam membangun karakter serta kepribadian di antara satu dengan yang lain,” ucap Hendra, seniman asal Jogja.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, mengatakan kolaborasi seperti itu sangat penting dilakukan untuk membangun ekonomi kreatif. Sejak Desember 2024, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf) telah bekerjasama dengan TWC guna mengembangkan sektor ekonomi kreatif.

Salah satunya mengajak kerja sama UMKM serta seniman lokal. Hal itu selaras dengan tujuan Kemenkraf yakni menciptakan economic value added dan menyerap tenaga kerja. Apalagi, Irene tak menampik jika pemerintah telah mengalami efisiensi anggaran.

“Menciptakan economic value added yang berarti dalam mendorong ekonomi kreatif di Indonesia harus bisa menciptakan dampak bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional Indonesia,” tutur Irene.

Ribuan UMKM lokal meriahkan acara Liburan di Candi

Para pemain gamelan. MOJOK.CO
Para pemain gamelan di sekitar kawasan Candi Prambanan, Jogja. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Kini, TWC sudah melibatkan 2.500 UMKM lokal, 1.500 seniman lokal, dan 900 tenaga kerja lokal untuk meramaikan aktivitas Lebaran di Candi tahun ini. Maya Watono merinci terdapat hampir 2 ribu UMKM di Candi Borobudur dan 600 UMKM di Candi Prambanan, Jogja.

“Di Candi Prambanan, Jogja kami juga memberdayakan 1.400 seniman lokal yang mana hal ini menjadi komitmen kami untuk menumbuhkan ekonomi lokal di seluruh aset kita berkarya,” ujar Maya. 

Iklan

Sementara itu, Direktur Utama PT TWC Febrina Intan menjelaskan rata-rata UMKM yang mereka bina masih dalam lingkup mikro sampai medium. Namun, sudah ada dua UMKM yang menjadi eksportir. 

“2 dari 2.500 itu masih kecil sekali ya. Kami usahakan untuk bersama-sama membangun UMKM sehingga tidak hanya jagoan kandang tapi bisa berkibar di luar negeri. Ia berharap upaya kolaboratif tersebut dapat membangun ekosistem yang kuat untuk pertumbuhan pariwisata dan ekonomi lokal, serta meningkatkan keramahtamahan bangsa Indonesia.

“Sinergi antara perusahaan, lingkungan dan komunitas lokal di sekitar harus terus dipelihara agar bisa tumbuh bersama memberi arti satu sama lain dan berdampak luas bagi generasi mendatang,” jelas Febrina.

Destinasi wisata Jogja menyerap tenaga kerja lokal

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar. MOJOK.CO
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar menghadiri acara Lebaran di Candi, di kawasan Candi Prambanan, Jogja. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Kehadiran UMKM dan keterlibatan seniman lokal tak hanya menjadi daya tarik wisata, tapi juga berpengaruh langsung pada penyerapan tenaga kerja. Direktur Utama PT Aviasi dan Pariwisata Indonesia InJourney, Maya Watono mengatakan ekonomi kratif harus dimulai dari seluruh Indonesia, khususnya destinasi wisata.

“Potensi untuk (penyerapan) tenaga kerja ini sangat besar sekitar 25 persen. Jadi sampai 30 juta lapangan kerja yang bisa kami buka,” ucapnya. 

Sebagai contoh, pemerintah pernah menyerap 70 persen tenaga kerja dalam pengembangan sirkuit di Mandalika selama kurun waktu tiga tahun. Mulai dari officer marshall atau orang yang bertugas memberikan sinyal dan memastikan keamanan lintasan hingga satpam dari lokal. 

Untuk pekerja profesional, masyarakat bisa mendaftar rekrutmen bersama di laman resmi Forum Human Capitan Indonesia (FHCI) yang diselenggarakan oleh BUMN. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menegaskan yang terpenting dari seluruh syarat pelamar adalah mindset.

“Di mana, kita harus siap menjadi sebuah spons yang belajar terus supaya kita bisa menjalankan dan memenuhi kebutuhan lokal,” ujarnya.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Destinasi Wisata di Jogja Harus Merangkak Saat Ekonomi RI Sedang Lesu, Pilihan Masyarakat Berpengaruh atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 26 Maret 2025 oleh

Tags: acara di prambananInJourneylapangan kerjaloker BUMNseniman jogjaUMKM di Jogja
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Nasirun, pelukis-seniman maestro berpulang dengan meninggalkan ingatan kebaikan MOJOK.CO
Kabar

Hadiah Lukisan Topeng dari Membetulkan Antena TV dan Laku Hidup Seorang Nasirun

1 Agustus 2026
Candi Prambanan Tak Sekadar Bagus untuk Selfie, tapi Ruang Belajar yang "Hidup" buat Anak-anak. (sumber: InJourney)
Hiburan

Candi Prambanan Tak Sekadar Bagus untuk Selfie, tapi Ruang Belajar yang “Hidup” buat Anak-anak

23 Juli 2026
Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri MOJOK.CO
Liputan

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri

20 Juli 2026
Konsolidasi InJourney dengan Hotel BUMN untuk perkuat ekosistem pariwisata dan perhotelan nasional MOJOK.CO
Kilas

Konsolidasi InJourney dengan Hotel BUMN: Perkuat Ekosistem Pariwisata Indonesia agar Lebih Kompetitif di Tingkat Global

28 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tuduhan Londo Ireng di Tengah Kekerasan yang Terus Berulang MOJOK.CO

Tuduhan Londo Ireng di Tengah Kekerasan yang Terus Berulang

27 Juli 2026
Akademisi UGM kritik RUU Sisdiknas karena belum menjawab tantangan pendidikan nasional di masa mendatang MOJOK.CO

RUU Sisdiknas Dinilai Belum Jawab Tantangan Pendidikan hingga Menyoal Relevansi Perguruan Tinggi Kedinasan

28 Juli 2026
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Romo Pitoyo dalam acara peresmian Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto Yogyakarta. MOJOK.CO

Laboratorium Alam De Britto: Pondok Perenungan Manusia agar Tak Kehilangan Hati Nurani di Tengah “Bahaya” AI

28 Juli 2026
Penggagalan perdagangan ilegal burung di Tanjung Perak Surabaya. Satwa dilindungi dimasukkan boks sampai ada yang mati MOJOK.CO

Penggagalan Perdagangan Ilegal Burung di Tanjung Perak Surabaya, Satwa Dilindungi Dimasukkan Boks sampai Ada yang Mati

30 Juli 2026
Pengelolaan sampah di TPA Troketon oleh Pemkab Klaten. MOJOK.CO

Geliat TPA Troketon: Berpacu dengan Waktu Menjinakkan Bau Sampah dan Air Lindi Jadi Tempat yang Ramah Lingkungan

29 Juli 2026
cut off pertemanan. MOJOK.CO

10 Tahun Persahabatan Berujung Cut Off Mengajari Saya Satu Hal: Kita Bukan Jahat, tapi Memang Sudah Tak Sejalan

31 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.