Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan

Jalan Selokan Mataram Sleman: Ruwetnya Jalan Sumber Derita Mahasiswa

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
15 Oktober 2023
A A
Jalan Selokan Mataram Sleman- Ruwetnya Jalan Sumber Derita Mahasiswa MOJOK.CO

Ilustrasi Jalan Selokan Mataram Sleman- Ruwetnya Jalan Sumber Derita Mahasiswa

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Jalan Selokan Mataram Sleman adalah titik kepadatan yang melegenda. Beragam rekayasa pernah dilakukan di sana. Namun, tetap saja membuat banyak pekerja dan mahasiswa Jogja yang tinggal di sekitarnya seperti merasakan “derita romusha”.

***

Sebagai orang yang dulu kuliah di kawasan SCBD Jogjased alias Seturan, Condongcatur, Babarsari, Depok, Jalan Selokan Mataram adalah kawasan yang sulit dihindari. Banyak keperluan yang mengharuskan melewati jalan ramai di tepi irigasi legendaris Jogja itu. Lokasinya strategis dengan banyak titik banyak pusat kuliner, fesyen, hingga tempat nongkrong anak muda.

Namun, keramaian itu tidak seimbang dengan sempitnya ruas Jalan Selokan Mataram. Setiap sore kepadatan kendaraan roda dua dan empat tak bisa terelakkan.

Suatu ketika, saya pernah berencana hendak mencari kos di sekitar Nologaten yang dekat dengan Jalan Selokan Mataram tersebut. Sontak, seorang teman yang mengetahui langsung menyarankan agar saya mengurungkan rencana itu.

“Mending nggak usah. Padatnya jalan di sana bikin stres,” katanya. Ucapan yang terus saya ingat.

Belakangan, saya menyadari bahwa saran itu tepat. Meski dekat dengan segala tempat penunjang kebutuhan dan hiburan mahasiswa, keramaian di sana bisa bikin pusing kepala.

Hal itu juga dibenarkan oleh Alfaris (24), seorang mahasiswa UIN Sunan Kalijaga yang baru saja lulus. Sejak 2021 silam, ia tinggal di rumah kontrakan sekitar Jembatan Merah, utara Jalan Selokan Mataram.

“Dulu sebenarnya awal mula mau tinggal di sana ragu. Sebab ya mikir jalan itu kan ramainya minta ampun,” kenangnya.

Namun, karena kebutuhan mendesak akhirnya ia putuskan untuk tetap memilih tempat itu. Terlebih, adiknya juga saat itu hendak masuk kuliah di UNY yang terbilang dekat dengan Selokan Mataram.

Terima ambil jalur lain ketimbang lewat Jalan Selokan Mataram

Sebenarnya, jika menghitung rute terdekat menuju kampus, Faris idealnya mengambil arah ke selatan Jalan Selokan Mataram. Namun, selama tinggal di sekitar sana, ia mengaku lebih memilih melaju melalui Jalan Gejayan.

“Secara jarak lebih jauh, tapi durasi tempuhnya lebih cepat. Ya karena padat itu jalannya,” katanya.

Apalagi saat jam-jam padat beraktivitas, pagi hari jelang berangkat kerja dan sore hari sepulang masyarakat berkegiatan, Faris benar-benar menghindari jalan sempit itu. Selain menghemat waktu, menurutnya juga bisa menyimpan lebih banyak tenaga karena tidak emosi.

jalan selokan mataram sleman bikin stres warga Jogja.MOJOK.CO
Tepi Jalan Selokan Mataram penuh pedagang dan pusat keramaian (Hammam Izzuddin/Mojok.co)

Menurut kajian Dishub Sleman, kepadatan lalu lintas di Jalan Selokan Mataram kerap terjadi di pagi dan sore hari. Pagi biasanya jam 07.00 sampai 08.00 sementara sore pukul 15.00 sampai 18.00.

Iklan

Ia melihat, selain ruas jalan sempit, rute ini penuh simpang empat. Setidaknya ada tiga simpang empat padat yakni di dekat Outlet Biru, Jalan Perumnas, dan Jalan Seturan. Selain itu, ada banyak persimpangan lain yang lebih kecil namun tetap ramai kendaraan saling sebrang. Di persimpangan inilah kemacetan biasanya timbul.

Baca Selanjutnya

Arena kebut-kebutan sampai kisah romusha

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 16 Oktober 2023 oleh

Tags: jalan selokan mataramJogjaMahasiswa Jogjasleman
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO
Urban

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana
Edumojok

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO
Urban

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa
Kuliner

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

16 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran

Saya Kapok Mudik dengan Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak

15 Maret 2026
Blok M dan Jakarta Selatan (Jaksel) dilebih-lebihkan, padahal banyak jamet MOJOK.CO

Blok M dan Jakarta Selatan Aslinya Banyak Jamet tapi Dianggap Keren, Kalau Orang Kabupaten dan Jawa Eh Dihina-hina

14 Maret 2026
penyiraman air keras.MOJOK.CO

Negara Harus Usut Tuntas Dalang Penyiraman Air Keras ke Aktivis HAM, Jangan Langgengkan Impunitas

16 Maret 2026
Tuntutan sosial dan gengsi bikin kelas menengah jadi orang kaya palsu hingga abaikan tabungan demi kejar standar sukses MOJOK.CO

Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit

14 Maret 2026
Evakuasi WNI saat terjadi konflik luar negeri MOJOK.CO

Saat Terjadi Konflik di Luar Negeri, Evakuasi WNI Tak Sesederhana Asal Pulang ke Negara Asal

16 Maret 2026
Selalu royal ke teman saat butuh bantuan karena kesusahan. Giliran diri sendiri hidup susah eh diacuhkan pertemanan MOJOK.CO

Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

17 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.