Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
26 Februari 2026
A A
Yamaha Grand Filano lebih cocok untuk jarak jauh daripada BeAT. MOJOK.CO

iustrasi - Yamaha Grand Filano cocok untuk PP Surabaya-Sidoarjo. (Dok.pribadi/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Setelah memakai Honda BeAT keluaran tahun 2012 selama 6 tahun, April rela melepas motor pemberian orang tuanya itu dan beralih ke Yamaha Grand Filano. Karena beli dengan uang tabungannya sendiri, ia mengaku jauh lebih bersyukur dan merawat motornya dengan baik. Dengan begitu, ia terhindar dari “bahaya”.

Terima mentah pemberian orang tua

Laiknya sebagian orang yang baru pertama kali punya motor, April (25) hanya menerima motor turunan dari orang tuanya tanpa syarat muluk-muluk sebelum melirik Yamaha Grand Filano. Baginya saat itu, yang penting punya motor agar bisa dibawanya pulang-pergi (PP) dari rumah ke sekolah yang jaraknya sekitar 2 kilometer.

“Kelas 10 SMA aku masih ngontel dan baru dibolehkan bawa motor saat kelas 11, sekitar tahun 2018,” kata April saat dihubungi Mojok, Rabu (25/2/2026).

Kedua orang tua April memang sibuk bekerja tanpa membawa motor. Sehari-hari, ayahnya memilih berjualan sambil jalan kaki membawa gerobak baksonya. Dibanding memberikan uang saku lebih agar April bisa naik transportasi umum, ayahnya lebih memilih dia pakai Honda BeAT 2012 yang nganggur di rumah.

Tak pelak, April merasa senang karena diperbolehkan membawa Honda BeAT keluaran tahun 2012 tersebut. Sebab meski tak baru, April jadi tak perlu lagi ngontel dari rumahnya ke sekolah. Saking senangnya, adik April sering minta dibonceng di depan, sekadar untuk jalan-jalan mengitari Kota Surabaya. 

Alasan memilih Yamaha Grand Filano

Seiring bertambahnya usia, April mulai menyadari jika mobilitasnya ikut meningkat. Kegiatannya kini tak hanya pulang-pergi ke sekolah, ikut kegiatan ekstrakurikuler di luar kampus, atau sekadar jalan-jalan bersama adiknya mengitari Kota Surabaya.

Setelah lulus SMA dan kuliah, April harus menempuh jarak kampus yang jauh dengan Honda BeAT milik orang tuanya. Di awal semester, dia juga mendapat pekerjaan sampingan dengan mengajar kelas privat di Sidoarjo. Tak pelak, badannya jadi sering pegal karena PP luar kota.

“Wah, mulai dari geger (punggung) sampai pantat, terus tangan itu terasa capek banget,” kata April yang kemudian mulai melirik Yamaha Grand Filano.

Sepanjang tahun 2018 hingga 2023 itu, April masih merasa betah karena Honda BeAT memiliki bobot yang ringan, sehingga seringkali ia pakai ngebut hingga kecepatan 80 km/jam. Sayangnya, karena itu pula dia jadi sering celaka alias jatuh dari sepeda.

“Nggak jarang aku pulang ke rumah dalam kondisi lecet-lecet. Untungnya, nggak pernah sampai parah,” kata April.

Kenyamanan pakai Yamaha Grand Filano

Baru di tahun 2024, April merasa muak. Honda BeAT 2012 yang digunakan untuk PP Surabaya-Sidoarjo mulai menunjukkan tanda-tanda aus atau mogok di jalan. April yang awam soal motor jadi harus menuntunnya sendirian sampai ke bengkel. Padahal kegiatan hari itu amat padat.

Tak hanya itu, April juga pernah mengalami mogok di tengah jalan yang sepi saat malam. Karena ketakutan, ia sampai menelepon orang terdekatnya untuk minta bantuan. Esoknya, motor itu dibawa ke bengkel dan baru tahu kalau fan belt-nya pecah.

Sejak kejadian itu, April memutuskan menabung untuk beli motor baru guna menggantikan Honda BeAT 2012 miliknya. Sedikit demi sedikit ia sisakan gaji mengajarnya untuk membeli motor secara cash, sebab ia sendiri tak suka menyicil. Sebagiannya lagi ia gunakan untuk kebutuhan kuliah. 

“Aku takut kejadian itu terulang kembali. Posisi aku sendirian di jalanan pabrik yang sudah tutup, tengah malam, dan masih di luar kota. Bahkan sama sekali nggak dekat rumah,” kata April yang akhirnya menambatkan hati ke Yamaha Grand Filano.

Iklan

Kepincut dengan pink soft milik Yamaha Grand Filano

Setelah mencari informasi soal motor, April tak berhenti memikirkan Yamaha Grand Filano yang punya tampilan lucu. Terlebih, motor berdesain klasik Eropa itu juga punya jok yang empuk dan lebar, sehingga nyaman dipakai untuk bepergian jarak jauh. 

“Aku sempat coba di tokonya langsung dan ternyata joknya juga dipasang agak tinggi, terus pengaturan setirnya juga enak, sadelnya nggak bikin pegal. Cocok buat aku yang harus PP Surabaya-Sidoarjo,” kata April.

Awalnya, April sempat bingung antara Honda Stylo atau Yamaha Grand Filano, tapi dia sudah kepincut oleh warna pink soft milik Yamaha Grand Filano. Tanpa babibu lagi, April langsung membayarnya dengan uang tabungannya selama ini. 

“Hasilnya nggak mengecewakan, ramah bagi pengendara yang bepergian jauh,” kata April.

Sepengalamannya menggunakan Honda BeAT 2012, April harus mampir ke POM untuk mengisi bensin. Setidaknya 2 hari sekali. Tapi sejak menggunakan Yamaha Grand Filano, April cukup mampir ke POM bensin satu kali dalam seminggu.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 26 Februari 2026 oleh

Tags: FilanoHonda Beatmotor beatPP Surabaya-Sidoarjoservis motorYamaha Grand Filano
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Mio M3: Motor Yamaha Paling Menderita dan Dianggap Murahan MOJOK.CO
Otomojok

10 Tahun yang Indah Bersama Mio M3: Motor Yamaha yang Dianggap Murahan, Diremehkan Orang, dan Katanya Bikin Orang Menyesal

7 April 2026
Vario 160 Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Honda MOJOK.CO
Pojokan

Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan

3 April 2026
Dihina dan dijauhi tongkrongan hanya karena naik motor Honda BeAT. Tidak memenuhi standar sinematik ala Yamaha Aerox, NMax, dan Vario MOJOK.CO
Sehari-hari

Standar Keren Kabupaten: Pakai Motor BeAT Dihina dan Dijauhi Circle Aerox, NMax, dan Vario karena Tak Masuk Konsep Sinematik

12 Maret 2026
Ilustrasi Supra X 125 Tua Bangka Tahan Siksaan, Honda Beat Memalukan (Wikimedia Commons)
Pojokan

Supra X 125: Motor Tua Bangka yang Paling Tahan Disiksa, Modelan Honda Beat Mending Pensiun karena Memalukan

2 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026
slow living, jawa tengah, perumahan, desa.MOJOK.CO

Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif

9 April 2026
Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah.MOJOK.CO

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah

5 April 2026
Tunggu Aku Sukses Nanti.MOJOK.CO

“Tunggu Aku Sukses Nanti”: Mari Bertaruh, Kita Semua Memiliki Tante Yuli di Dunia Nyata

4 April 2026
Di umur 30 cuma punya motor Honda Supra X 125 kepala geter. Dihina tapi jadi motor tangguh yang bisa bahagiakan orang tua MOJOK.CO

Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia

8 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.