Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Habiskan Waktu 78 Jam di Bus untuk Mudik Berujung Kapok dan Frustrasi: Harus Tahan Bau Badan, BAB, hingga “Ditakuti” Teman Sebangku

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
11 Maret 2026
A A
Mudik Lebaran naik bus murah berujung menyesal. MOJOK.CO

ilustrasi - ditakuti teman sebangku saat mudik pakai bus karena baju mafia. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Revfvi memutuskan mudik dari Jogja ke kampung halamannya, Jambi sebelum Lebaran tahun 2023. Karena belum punya cukup uang, Revfvi memilih transportasi darat dengan harga tiket termurah. Pilihannya pun jatuh kepada bus Setelahnya, ia malah menyesal karena kejadian beruntun yang menyebalkan. Sebuah tragedi yang tak ingin ia ulangi dan cukup sekali seumur hidup.

***

Beberapa minggu sebelum Lebaran tiba, Revfvi sudah mencari tiket bus termurah di internet. Saking fokusnya dengan harga, pemuda asal Jambi itu bahkan tak ingat nama bus yang ia naiki. Yang jelas, kata dia, ia hanya perlu mengeluarkan uang Rp600 ribu lebih untuk berangkat dari Jogja Jumat siang.

“Jujur nggak ingat, karena nggak terlalu populer juga namanya. Pokoknya, body busnya sudah karatan dan sering mogok dalam perjalanan. Baik karena AC, ban bocor, atau masalah mesin,” ucap Revfvi.

Sebagai perantau yang akhirnya mudik untuk pertama kali menggunakan bus, Revfvi mengaku seharusnya tidak cukup kaget merasakan fasilitas bus tersebut karena setimpal dengan harga tiket bus. Namun tetap saja, Revfvi tak pernah mengira akan banyak mengalami kejadian sial dalam perjalanannya selama 78 jam ke depan.

“Awalnya aku sudah menyiapkan mental, tapi lebih kepada perkara macet atau waktu penyeberangan di Pelabuhan Merak, Banten yang siapa tahu ada kendala di muatan kapal. Entah kapasitasnya terlalu banyak atau bagaimana,” kata Revfvi yang tidak tahunya malah mengalami banyak masalah personal.

Mudik Lebaran dengan tampilan mafia

Berdasarkan informasi yang ia dapatkan di internet, lama perjalanan dari Jogja ke Jambi pakai “bus murahan” tersebut seharusnya hanya 2 hari. Nyatanya, malah memakan waktu 3 hari karena mogok yang terjadi sebanyak 6 kali.

“Aku kan berangkat Jumat siang, sekitar pukul 12.00 atau 13.00 WIB dari Terminal Giwangan, Jogja. Terus baru sampai Kabupaten Sarolangun, Jambi itu Senin malam,” jelas Revfvi.

Bagaimana tidak terlambat, gerutu Revfvi, wong bus yang ia naiki sering berhenti di pinggir jalan tol, hanya karena AC yang nggak nyala, ban bocor, dan mesin yang ngadat. Belum lagi, busnya tak terhindar dari macet.

“Mogok pertama itu waktu baru keluar dari tol Solo-Semarang sampai 2 kali, karena AC-nya nggak mau menyala. Yang ketiga, berhenti di Jalan Pantura karena masalah serupa,” Revfvi.

Muak dengan masalah yang berulang, para penumpang bus sampai berteriak ke kernet.

“Wah ini AC-nya kenapa nih? Kok nggak nyala sih Bang? Panas nih!,” protes penumpang lain, termasuk Revfvi yang mengeluhkan hal serupa. 

Tanpa ia sadari, aksi protes yang ia tiru dari penumpang lain justru membuat teman sebangkunya–yang sedari tadi diam–makin takut mengajak Revfvi mengobrol. Belum lagi dandanan Revfvi yang mengenakan pakaian serba hitam dengan topi Baker Boy Hat–mirip topi yang dipakai Thomas Shelby dalam serial Peaky Blinders.

“Mungkin dia mengira tampilanku mirip mafia jadi nggak berani ganggu. Padahal aku sendiri juga nggak berani sama orang, dalam artian takut ngajak ngobrol duluan. Alhasil, kami cuma diam sepanjang perjalanan,” kata Revfvi yang merasakan kelu pada lidahnya karena masih nekat berpuasa.

Iklan

Tahan BAB dan bau badan daripada maksa pakai toilet rest area

Bus yang dinaiki Revfvi mengalami mogok untuk yang ke-4 kalinya di wilayah sekitar Jakarta pada dini hari. Kali ini masalahnya bukan pada AC, tapi Revfvi tetap tidak peduli mencari akar masalahnya lantaran ia terlalu mengantuk dan lelah.

Saat bus yang ditumpangi Revfvi sudah masuk wilayah Sumatera, sopir menghentikan kembali busnya di pinggir jalan. Ia bilang ada masalah pada mesin. Setelah mengotak-ngatik selama beberapa menit, sopir memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.

Tak sampai satu jam, tiba-tiba, salah satu ban bus meletus dengan suara kencang. “Stassss!”

“Di sanalah aku sadar, oh ternyata siap mental dalam perjalanan itu artinya begini. Nggak terprediksi memang,” kelakarnya yang tak habis pikir dengan kejadian yang dia alami.

Untungnya, Revfvi berhasil selamat sampai tujuan pada Senin malam dan berhasil puasa di tengah huru-hara mudik pakai “bus murahan”. Tanpa ia sadari, ia melewatkan mandi dan buang air besar (BAB) selama 78 jam perjalanan.

“Aku tuh tipe orang yang bisa BAB hanya di tempat pw (posisi wenak) alias nyaman. Jadi ya udah, daripada aku BAB di rest area atau rumah makan, aku pilih nahan sampai 3 hari. Kalau pun mandi juga nggak bakal kondusif, orang busnya juga berhenti sekitar satu jam. Lamanya malah pas mogok,” jelas Revfvi.

“Jadi benar-benar nggak tahulah baunya kayak gimana di dalam bus itu,” ucap pemuda asal Jambi itu yang sudah ogah membayangkan.

Berdasarkan pengalamannya tersebut, Revfvi mengaku kapok pakai bus dengan embel-embel murah untuk mudik. Untungnya, setelah dia dapat kerja dan punya penghasilan tetap, mudik pakai transportasi udara kini tak menjadi masalah.

“Alhamdulillah uangnya udah cukup, rezekinya ada untuk naik pesawat. Jadi sejak tahun 2024 aku pilih pakai pesawat.” Pungkasnya.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Naik Bus Haryanto Jogja–Kudus Campur Aduk, Batin Seketika Muram dan Sendu karena Suasana dalam Bus Sepanjang Jalan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 11 Maret 2026 oleh

Tags: bus Jogja-Jambibus murahharga tiket busLebaranMudikmudik lebaranmudik pakai bustiket bus
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Mudik Lebaran dengan pesawat
Urban

Saya Tidak Peduli Keluar Duit Lebih Banyak demi Tak Mengorbankan Kenyamanan, Pilih Mudik dengan Pesawat daripada Mode Apa Pun

11 Maret 2026
Kuliner Sunda yang tidak ada di Jogja, seblak buat perantau ingin mudik Lebaran
Kuliner

Alasan Orang Sunda Ingin Mudik Bukan Hanya Keluarga, tapi Tak Tahan Siksaan Makanan Jogja yang Rasanya “Hambar”

10 Maret 2026
lowongan kerja, kerja di kota, lebaran.MOJOK.CO
Catatan

Mudik Lebaran Jadi Ajang Sepupu Minta Kerjaan, tapi Sadar Tak Semua Orang Layak Ditolong

10 Maret 2026
Jogja macet saat mudik Lebaran
Urban

Sebagai Warlok, Saya Tidak Sedih karena Tak Bisa Mudik tapi Jengkel Satu Indonesia Pindah ke Jogja

9 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan yang Sama MOJOK.CO

Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan

9 Maret 2026
Orang "Gagal" yang Dihina Hidupnya, Buktikan Bisa Lolos CPNS hingga PNS. MOJOK.CO

Dulu Kerap Dihina, Ditolak Kampus Top hingga Nyaris DO dan Beasiswa Dicabut, Kini Buktikan Bisa Lolos Seleksi CPNS

10 Maret 2026
Nelangsa pemuda desa saat teman sepantaran yang kerja di perantauan mudik ke desa (pulang kampung): tertekan dan tersisihkan MOJOK.CO

Nelangsa Pemuda Desa saat Teman Pulang dari Perantauan, Tertekan dan Tersisihkan karena Kesan Tertinggal tapi Tak Punya Banyak Pilihan

9 Maret 2026
Mudik Lebaran dengan pesawat

Saya Tidak Peduli Keluar Duit Lebih Banyak demi Tak Mengorbankan Kenyamanan, Pilih Mudik dengan Pesawat daripada Mode Apa Pun

11 Maret 2026
lowongan kerja, kerja di kota, lebaran.MOJOK.CO

Mudik Lebaran Jadi Ajang Sepupu Minta Kerjaan, tapi Sadar Tak Semua Orang Layak Ditolong

10 Maret 2026
Ogah mudik apalagi kumpul keluarga saat Lebaran. MOJOK.CO

Kumpul Keluarga Jadi Ajang Menambah “Dosa”: Dengar Saudara Flexing hingga Pura-pura Sukses agar Tidak Dihina Tetangga di Desa

9 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.