Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Mobil Pribadi Pilihan Terbaik Buat Mudik Membelah Jawa: Pesawat Terlalu Mahal, Sementara Tiket Kereta Api Ludes Dibeli “Pejuang War” KAI Access

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
20 Februari 2026
A A
Ilustrasi mudik lebaran, perumahan.MOJOK.co

Ilustrasi mudik lebaran (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bulan Ramadan baru saja menyapa. Namun, bagi Danang (38), datangnya bulan puasa bukan sekadar urusan ibadah, tetapi juga persiapan mudik yang harus direncanakan secara matang. 

Bagi kepala rumah tangga asal Sidoarjo ini, salah perhitungan berarti tidak bisa pulang di hari raya sekaligus kehilangan momentum fitri bersama keluarga besar.

“Kalau nggak disiapin jauh-jauh hari, bisa gagal mudik. Palingan pulang H+7 kayak tahun 2018 lalu, vibes-nya udah ilang,” kata lelaki yang bekerja di Jakarta ini, Minggu (15/2/2026).

Tahun ini, suasana terasa sedikit lebih menantang. Sebagai kepala keluarga dengan dua anak yang kini sudah duduk di bangku SMP dan SMA, Danang sadar bahwa keputusan memilih moda transportasi bukan lagi perkara mana yang paling cepat. Tetapi soal mana yang paling seimbang antara anggaran, kenyamanan, dan kebutuhan mobilitas di kampung halaman. 

“15 tahun mudik, kami telah mencicipi semua cara buat mudik. Kereta, pesawat, sampai sekarang mutusin punya mobil.”

Pesawat menang soal kecepatan, tapi kalah telak di anggaran

Pikiran Danang melayang pada opsi pertama: pesawat terbang. Sepuluh tahun lalu, saat anak-anaknya masih kecil, pesawat adalah penyelamat mereka. 

Hanya butuh waktu sekitar sembilan puluh menit dari Bandara Soekarno-Hatta untuk mendarat di Juanda. Tidak ada drama anak rewel karena kelelahan, dan mereka bisa sampai di rumah orang tua dalam kondisi masih segar bugar.

Namun, saat ia mengecek harga tiket untuk musim mudik akhir Februari 2026 ini, dahinya berkerut. Danang melihat angka-angka yang tidak masuk akal di aplikasi pemesanan. 

Harga tiket maskapai layanan penuh (full service) rute Jakarta-Surabaya sudah menyentuh angka Rp2.350.000 per orang untuk keberangkatan mendekati hari raya. Bahkan maskapai bertarif rendah (LCC) pun tidak lagi bisa disebut murah, bertengger di kisaran Rp1.250.000 hingga Rp1.800.000.

“Empat orang, pulang-pergi, artinya minimal Rp14,8 juta,” kata dia. Angka itu setara dengan biaya pendidikan satu semester anak sulungnya di sekolah swasta ternama. 

Belum lagi, ia teringat kerepotan tahun-tahun sebelumnya. Meskipun terbangnya singkat, total waktu “pintu ke pintu” tetap memakan waktu sekitar 5 hingga 6 jam, mulai dari perjalanan ke bandara dua jam sebelum berangkat, antrean bagasi, hingga perjalanan dari Juanda menuju rumahnya di daerah perbatasan Sidoarjo-Pasuruan yang kerap macet. Bagi Danang, pesawat memang tetap menang di kecepatan, tapi kalah telak di sisi anggaran.

Kereta api paling ideal, tapi tiket sudah ludes karena war

Pilihan cara mudik kedua jatuh pada kereta api. Ada semacam kerinduan emosional setiap kali Danang membayangkan perjalanan di atas rel. Anak-anaknya pun paling menyukai opsi ini karena mereka bisa bebas di gerbong.

Secara biaya, kereta api di tahun 2026 ini berada di titik tengah yang sangat menggoda. Harga tiket kelas ekonomi masih berada di angka Rp200 ribuan, sementara yang eksekutif berada di kisaran Rp600-800 ribuan. Artinya, budget Rp5 juta sudah cukup untuk tiket pulang pergi dia bersama keluarganya. 

Namun, Danang tahu betul tantangannya. Memasuki pertengahan Februari ini, ia harus bersiap menghadapi war ticket. Tiket kereta api untuk tanggal favorit H-3 Lebaran biasanya ludes dalam hitungan detik setelah penjualan dibuka pukul 00.00 WIB melalui aplikasi KAI Access. Ada rasa cemas yang menghantui; jika ia gagal memenangkan tiket tersebut dalam hitungan detik, seluruh skenario mudiknya bisa berantakan.

Iklan

“Kemarin ngecek ternyata tiket di hari yang kita rencanakan mudik sudah ludes des!,” kata dia. “Pakai kereta paling enak, tapi ya opsi ini udah nggak tersedia lagi.”

Mobil pribadi pilihan terbaik buat mudik membelah Jawa

Opsi terakhir adalah yang paling sering Danang ambil dalam lima tahun terakhir: membawa mobil sendiri melintasi Tol Trans Jawa. Bagi Danang, jalan tol yang kini sudah tersambung rapi sejauh 780 kilometer dari Jakarta hingga gerbang tol Sidoarjo adalah anugerah, sekaligus ujian kesabaran.

Ia mulai merinci data realitas tahun 2026 di bukunya. Mobil MPV keluarga miliknya rata-rata memiliki konsumsi bahan bakar 1 banding 12 kilometer saat dipacu di jalan tol dengan muatan penuh. 

Artinya, untuk jarak tempuh pulang-pergi Jakarta-Sidoarjo sekitar 1.560 kilometer, Danang membutuhkan setidaknya 130 liter bensin. Dengan harga BBM non-subsidi di Februari 2026 yang berada di kisaran Rp14.200 per liter, ia harus menyiapkan dana bensin sebesar Rp1.846.000.

Variabel kedua yang ia tulis adalah tarif tol, yang ternyata mengalami penyesuaian di awal tahun 2026. Berdasarkan tabel tarif terbaru, akumulasi tarif tol dari Jakarta (GT Jakarta-Cikampek) hingga keluar di gerbang tol Sidoarjo mencapai sekitar Rp915.000 untuk sekali jalan. Artinya, saldo kartu elektronik yang harus disiapkan untuk pulang-pergi adalah Rp1.830.000.

“Bensin dan tol totalnya Rp3,7 juta,” kata dia. Jika ditambah biaya servis besar pra-mudik, ganti oli, dan pengecekan rem sebesar Rp1,2 juta, maka total biaya operasional mobil pribadinya hanya berkisar di angka Rp4,9 juta hingga Rp5 juta.

Selisih biaya yang mencapai hampir Rp10 juta dibandingkan jika naik pesawat menjadi alasan kuat mengapa opsi ini selalu ia ambil. 

Keuntungan lainnya tentu saja fleksibilitas. Sesampainya di Sidoarjo, mobil itu akan siap sedia di depan rumah untuk mengantar mereka berkeliling ke rumah kerabat tanpa perlu pusing memikirkan tarif taksi daring yang biasanya melonjak drastis saat hari raya.

Tips mudik aman dan nyaman menggunakan mobil

Namun, Danang tidak menutup mata pada risikonya. Sebagai sopir tunggal, ia harus menyiapkan fisik untuk duduk di belakang kemudi selama 10 hingga 14 jam, tergantung kepadatan arus. 

Ia harus jeli memilih rest area untuk beristirahat, mengingat di musim mudik 2026 nanti, manajemen waktu di rest area akan sangat ketat untuk menghindari penumpukan kendaraan di bahu jalan tol.

Buat kalian yang sama seperti Danang, berikut ini tips mudik aman dan nyaman dengan mobil pribadi. Sebagaimana Mojok kutip dari berbagai sumber: 

  • Cek kondisi kendaraan secara menyeluruh
  • Pastikan dokumen kendaraan lengkap
  • Rencanakan rute dan waktu keberangkatan
  • Siapkan kondisi fisik bagi pengemudi
  • Bawa perlengkapan darurat seperti dongkrak, segitiga pengaman, dan senter, yang wajib tersedia di dalam mobil.
  • Atur barang dan penumpang dengan aman
  • Siapkan anggaran dan saldo elektronik

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Mudik Lebaran 2025 Terasa Aneh dan Berbeda: Penumpang Bus Sepi Hingga Pedagang Asongan Menghilang atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 20 Februari 2026 oleh

Tags: bulang ramadanMudikmudik 2026mudik ke jawa timurpulang kampungSidoarjotips mudiktips mudik aman dan nyaman
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Perantau Minang di kantin kereta api Indonesia (KAI) dalam perjalanan mudik Lebaran
Sehari-hari

Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”

13 Maret 2026
gojek instant.MOJOK.CO
Transportasi

Gojek Buka Titik Jemput Instan di Terminal Giwangan, Mudahkan Para Penumpang Bus yang Bingung Mencari Transportasi Lanjutan

12 Maret 2026
Mudik Lebaran dengan travel mobil
Catatan

Niat Ingin Lebih Cepat Naik Travel Malah Bikin Trauma, Sopir Tak Tahu Aturan dan Penumpang Tidak Tahu Diri

12 Maret 2026
Ilustrasi mudik lebaran, perumahan.MOJOK.co
Sehari-hari

Enaknya Lebaran di Perumahan Kota yang Tak Dirasakan Pemudik di Desa, Dianggap Kesepian padahal Lebih Tenang

11 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sarjana Jurusan Agribisnis jualan keripik buah. MOJOK.CO

Sibuk Jualan Sambil Kuliah daripada Jadi Mahasiswa “Kura-kura”, Lulusan Agribisnis Ini Sukses Dagang Keripik sampai Luar Negeri

11 Maret 2026
Membenci tradisi tukar uang alias penukaran uang baru menjelang lebaran untuk bagi-bagi THR MOJOK.CO

Tak Ikut Tukar Uang Baru buat THR ke Saudara karena Tradisi Toxic: Pilih Jadi Pelit, Dibacotin tapi Bahagia karena Aman Finansial

9 Maret 2026
Anak rantau di Jogja pilih jadi marbot. MOJOK.CO

Derita Anak Rantau di Jogja: Sulit Cari Kos Murah, Nyaris Terjebak Dunia Gelap, hingga Temukan “Berkah” di Masjid

6 Maret 2026
KA bengawan, KA Airlangga, KA Taksaka, Pengalaman 22 Jam Naik Kereta Api Membelah Pulau Jawa MOJOK.CO

User KA Bengawan Merasa Kesepian Saat Beralih ke Kereta Eksekutif KA Taksaka, “Kereta Gaib” Harga Rp74 Ribu Tetap Juara Meski Bikin Badan Pegal

9 Maret 2026
Rela Melepas Upah 75 Juta di Prancis demi Pulang ke Tanah Air, Kini Menikamti Hidup Sebagai Pengajar Bergaji Pas-pasan.MOJOK.CO

Rela Melepas Upah 75 Juta di Prancis demi Pulang ke Tanah Air, Kini Menikamti Hidup Sebagai Pengajar Bergaji Pas-pasan

10 Maret 2026
Mudik Lebaran dengan pesawat

Saya Tidak Peduli Keluar Duit Lebih Banyak demi Tak Mengorbankan Kenyamanan, Pilih Mudik dengan Pesawat daripada Mode Apa Pun

11 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.