Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan

Sering Ditolak Magang di Jakarta meski Bermodal Kampus Top, Ternyata “Life After Graduation” Memang Seberat Itu

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
28 Januari 2026
A A
fresh graduate dari UNPAD kerja di Jakarta. MOJOK.CO

Ilustrasi - ditolak magang di Jakarta, kini buktikan bisa kerja di perusahaan impian. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sama seperti fresh graduate kebanyakan, Dita Novia Ramdhani hanya berharap mendapat kerja setelah wisuda dari Universitas Padjajaran (UNPAD). Namun, perjalanannya itu tak semulus yang ia bayangkan, terutama untuk mengejar mimpinya kerja di Jakarta.

***

Jakarta masih menjadi kota impian bagi sebagian orang untuk mengejar mimpi mereka. Tak bisa dipungkiri, sejak ditetapkan menjadi ibu kota pada tahun 1961, Jakarta perlahan menjadi pusat bisnis dan ekonomi terbesar di Indonesia.

Ia menawarkan peluang karier yang luas dari perusahaan multinasional hingga startup dengan UMP tertinggi (Rp5,7 juta per bulan tahun 2026). Belum lagi infrastruktur kotanya yang maju dan akses hiburan yang lengkap. 

Maka tak heran, sebagian orang, termasuk Dita Novia, mengidam-idamkan kerja di Jakarta setelah lulus kuliah. Walaupun, ia sudah melihat realita Kota Jakarta yang seringkali digambarkan memiliki kehidupan “keras” di media sosial.

Seperti budaya di lingkungan kerja yang kompetitif hingga padatnya penduduk yang mengakibatkan macet dan harus berhimpitan menggunakan transportasi umum seperti KRL, TransJakarta, maupun kendaraan pribadi. 

Meski demikian, hal itu tak menghalangi Dita untuk mengejar karier di Jakarta walau pernah gagal beberapa kali. Setidaknya, kata dia, ia memilih menuruti kata hatinya daripada tidak mencoba sama sekali. 

Tak pernah keterima magang di Jakarta

Keinginan Dita untuk kerja di Jakarta sudah ada sejak masa kuliah di UNPAD jauh sebelum dirinya menjadi fresh graduate. Bahkan, saat ia masih magang semester 6. Waktu itu, Dita mengaku terinspirasi dari para pekerja ibu kota yang bekerja di gedung-gedung tinggi.

“Beberapa kali aku dapat  kesempatan untuk wawancara, tapi selalu berakhir gagal. Belum lagi banyak banget hal-hal yang nggak mendukung aku buat magang di sana saat itu,” ujar Dita saat dihubungi Mojok, Senin (26/1/2026).

Karena tak memperoleh kesempatan tersebut, Dita jadi sedih. Setiap malam ia selalu dihantui oleh rasa khawatir. Ia berpikir sudah tertinggal jauh dari teman-temannya di UNPAD. Namun, ia sadar apa yang dipikirkannya selama ini tidak menyelesaikan masalah.

“Untuk menjaga kewarasan pada saat itu, aku coba mendalami hobi aku yakni merangkai bunga dan mengadakan workshop pertamaku,” ujar Dita.

Dari kegiatan positif itulah, overthinking Dita jadi teralihkan. Sebab di sana, ia bertemu dengan banyak orang yang juga mendukung langkahnya. Dari mereka juga Dita terinspirasi alih-alih meneruskan sedihnya.

Disergap overthinking tiap malam

Namun ternyata, masalahnya tak sesederhana itu. Keinginan Dita untuk magang di Jakarta kian tak terbendung saat ia memasuki semester akhir kuliah di UNPAD. Hari-harinya tampak murung karena overthinking yang kembali menyergap di kala malam, bahkan dengan porsi yang lebih rutin. 

“Aku selalu berpikir, ‘kalau aku nggak dapat magang nanti bisa dapat kerja nggak ya?’ setelah lulus dan jadi fresh graduate, ‘Pengen banget kerja di Jakarta, huhuhu’, ‘kok aku nggak bisa sehebat orang-orang ya?‘, ‘kayaknya memang akunya deh yang nggak capable,’ kata Dita. 

Iklan

Hal itu terus terjadi bahkan setelah ia lulus dan punya julukan fresh graduate. Bagai tertampar oleh realita hidup bahwa masa kuliah di UNPAD telah usai dan wisuda hanya momen kesenangan sesaat, Dita pun masih terkukung oleh perasaan gagal karena dirinya tak mampu magang di perusahaan besar di Jakarta.

“Aku sampai berada di tahap benar-benar pasrah dan mulai melepaskan mimpi-mimpi itu,” ucapnya. 

“Yang aku pikirkan saat itu adalah, walaupun aku nggak bisa mewujudkan mimpi itu, tapi setidaknya aku tetap jalan bahkan dengan hari besok yang nggak tahu bakal gimana,” lanjutnya.

Dengan pemikiran yang lebih positif serta dukungan dari teman-temannya, Dita memilih bangkit. Sebagai fresh graduate, ia berusaha untuk tetap bersyukur, bahkan terhadap hal-hal kecil yang telah terjadi. Kesehariannya pun disibukkan dengan berolahraga tiap minggu. 

“Aku cobain semua cabang olahraga bareng teman-teman supaya tetap waras menghadapi life after graduation,” ujarnya.

Fresh graduate kerja di perusahaan besar

Sambil menjaga ritme hidup setelah lulus (fresh graduate), Dita yang tadinya hampir menyerah dan berbulan-bulan menganggur sejak lulus dari UNPAD, akhirnya mendapatkan kerja pertamanya di Jakarta.

“Bahkan aku punya teman kerja yang super duper baik,” kata Dita, “tapi sayangnya, aku nggak lama kerja di sana. Aku terpaksa melepasnya karena beberapa faktor pribadi.”

Setelah melewati banyak fase terseok-seok, Dita akhirnya bisa mengikhlaskan segalanya. Ia pun menanamkan prinsip dalam diri bahwa semua sedih yang ada dan semua kesusahan yang sedang ia hadapi pasti ada ujungnya. 

Siapa sangka, di tengah upayanya ikhlas, Dita justru diterima kerja di salah satu perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia dan ditempatkan di Jakarta. “Honestly, it still feels unreal,” ucapnya. 

Sejak saat itu, kariernya terus memuncak. Ia pun semakin menghargai proses yang ia lewati. Mulai dari mimpinya magang di Jakarta yang tak pernah tercapai, menjadi fresh graduate yang kesulitan kerja, hingga nyaris menyerah untuk kerja di perusahaan besar ibu kota.

“Justru dari kejadian itu aku bisa mengadakan workshop pertamaku, bertemu orang-orang keren yang menginspirasiku, dan mencoba hal baru,” kata Dita.

“So, if you’re in that phase of overthinking, waiting, or even feeling life behind. Trust the process, kadang setiap penolakan yang kita dapatkan it makes our journey truly beautiful.”

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Pengalaman Fresh Graduate Magang di Instansi Pemerintah Kemkomdigi, Dapat Gaji Setara UMP tapi Harus Benar-benar Siap Kerja atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 28 Januari 2026 oleh

Tags: alumni UNPADditolak magangfresh graduatejakartakerja di jakartalife after graduationmagangunpad
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Artikel Terkait

Kuliah, Lulus S1, Kebayoran Baru Jakarta SelatanMOJOK.CO
Ragam

Lulus S1 di Usia 25 adalah Seburuk-Buruknya Nasib: Terlalu Tua di Mata HRD, tapi Juga Dianggap Minim Pengalaman Sehingga Sulit Dapat Kerja

28 Januari 2026
Menyesal pindah ke Jogja, sama saja dengan Jakarta. MOJOK.CO
Catatan

Kesialan Bertubi yang Bikin Saya Merenung dan Nyaris Menyesal Pindah ke Jogja yang Penuh dengan Kebohongan

27 Januari 2026
Alwi Farhan juara Daihatsu Indonesia Masters 2026, bikin Istora Senayan, Jakarta menggelora MOJOK.CO
Sosok

The Authentic Alwi Farhan: Gen Z Muda dan Berbahaya, Mental Baja tapi Suka Belajar dari Kritik

25 Januari 2026
Akhir pekan indah di pusat Jakarta. Ajak bapak pertama kali nonton bulu tangkis langsung di Istora Senayan (Daihatsu Indonesia Masters 2026) MOJOK.CO
Ragam

Akhir Pekan Indah di Pusat Jakarta: Ajak Bapak Pertama Kali Nonton Bulu Tangkis di Istora, Obati Kesepian di Masa Tua

24 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan Sepele yang Membuat Orang Sleman seperti Saya Iri dengan Kota Jogja Mojok.co

Alasan Sepele yang Membuat Orang Sleman seperti Saya Iri dengan Kota Jogja

25 Januari 2026
Suasana "Tiongkok Kecil" di Lasem. MOJOK.CO

Pertama Kali Jalan-jalan ke “Negeri Tiongkok Kecil” Lasem, Banyak Situs Sejarah Mangkrak Tak Terawat

27 Januari 2026
Nilai Empan Papan Orang Jogja dalam Series Trio Bintang Lima. MOJOK.CO

Series “Trio Bintang Lima”: Saat Arwah Eyang Turun Tangan Ingatkan Gen Z yang Lupa Soal Tata Krama Orang Jogja

25 Januari 2026
Kuliah, Lulus S1, Kebayoran Baru Jakarta SelatanMOJOK.CO

Lulus S1 di Usia 25 adalah Seburuk-Buruknya Nasib: Terlalu Tua di Mata HRD, tapi Juga Dianggap Minim Pengalaman Sehingga Sulit Dapat Kerja

28 Januari 2026
Potensi Sebenarnya Gudeg Jogja Dibunuh oleh Branding Wisata (Unsplash)

Potensi Besar Gudeg Jogja Mati karena Branding Makanan Khas Jogja yang Cuma Dikenal Sebagai Makanan Serba Manis

23 Januari 2026
senar raket. mojok.co

Indonesia Masters 2026 Jadi Tempat Merawat Kenangan Keluarga, Rela Cuti Kerja demi “Napak Tilas” Mendiang Ayah di Istora

21 Januari 2026

Video Terbaru

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

27 Januari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Tawa yang Tidak Sepenuhnya Bercanda

Roasting Zainal Arifin Mochtar (Bagian 2): Strategi Biar Bisa Jadi Guru Besar

24 Januari 2026
Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

Roasting Zainal Arifin Mochtar (Bagian 1): Bukan Guru Besar Biasa, Diuji Bukan dengan Pujian

21 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.