Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Edumojok

Perjuangan Ojol sambil Kuliah: Pernah Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan, Kini Lulus Jadi Sarjana Hukum UGM

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
5 Februari 2026
A A
Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan Lebih Mudah Diterima daripada Gagal Jadi Sarjana Hukum UGM MOJOK.CO

Ilustrasi Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan Lebih Mudah Diterima daripada Gagal Jadi Sarjana Hukum UGM (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, Wahyu Aji Ramadhan tetap ingin kuliah di Jurusan Hukum. Ia pernah mencari beasiswa tapi ditolak. Dan semangatnya menempuh pendidikan tinggi tidak pernah surut. Oleh karena itu, ia mencari jalan lain sebagai tukang jasa antar makanan agar bisa membayar UKT dan menjalani kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM), Jogja.

Gagal dapat beasiswa untuk kuliah di UGM

Setelah mendengarkan materi kuliah di ruangan kelas ber-AC, Wahyu Aji Ramadhan atau yang akrab dipanggil Aji harus beralih ke jalan beraspal yang riuh dan penuh debu. Mahasiswa Fakultas Hukum UGM angkatan 2020 ini rela panas-panasan di jalan selama beberapa jam untuk menjadi tukang antar makanan.

Karena kalau tidak begitu, Aji tak bisa mendapat uang untuk bayar UKT. Di awal-awal semester, ia pernah mendaftar beasiswa tapi karena alasan yang belum jelas, ia tidak diterima. Alhasil, ia mencari jalan lain dengan menjadi ojol.

“Waktu itu nggak dapat beasiswa sama sekali, pengen punya penghasilan sendiri dan setidaknya bisa meringankan beban orang tua,” ujar Aji dikutip dari laman resmi UGM, Selasa (3/2/2026).

Salah satu alasannya rela menepis gengsi sebagai ojol adalah, karena pekerjaan ini terbilang fleksibel. Ia bisa menghasilkan uang tanpa mengganggu jadwal kuliahnya. Saat kuliahnya berlangsung pagi, ia bisa bekerja saat siang. Sebaliknya, jika kuliahnya berlangsung siang, ia bisa antar makanan saat pagi.

Aji pakai jaket Shopee. MOJOK.CO
Aji mengenakan jaket ojol antar makanan di kampus Jogja. (Sumber: UGM)

Agar tidak terlambat mengikuti kuliah, Aji biasanya memilih area di sekitar kampus UGM, Jogja seperti Jalan Kaliurang, Pogung, dan Kotabaru. Jalan-jalan itulah yang menjadi saksi perjuangan Aji bertahan hidup.

Menjadi ojol dan kuliah tak semudah kelihatannya

Menurut Aji, penghasilan dari ngojol tidak sebesar UMR Jakarta, tapi lebih dari cukup untuk membayar UKT-nya di UGM. Untuk sekali pemesanan jasa antar, ia mendapat komisi mulai dari Rp6.400, Rp7.200, bahkan belasan ribu, tergantung dari jarak pesanan pelanggan. 

“Tapi kenyataannya memang nggak mudah ya untuk dijalani. Aku sempat bersitegang dengan pemilik resto di Jogja bahkan diancam sekitar jam 02.00 WIB di bulan puasa, karena nggak ambil pesanan padahal restonya sudah tutup,” ucap Aji.

Menjadi ojol pesan antar makanan memang tak semudah kelihatannya. Aji juga pernah tak sengaja menjatuhkan pesanan makanan di jalan, sehingga harus mengganti rugi. Guna mendapat bonus, ia rela hujan-hujanan dan panas-panasan di jalan untuk mencari pesanan. 

“Ban bocor di jalan juga pernah,” keluhnya.

Meski berat, tapi Aji tak menyerah. Bahkan ia melakukan pekerjaan tambahan guna menutup keuangannya, serta aktif mengikuti lomba guna menunjang kariernya di bidang hukum. 

Kesibukan tanpa batas demi mengejar impian

Aji berpose saat wisuda. MOJOK.CO
Wahyu Aji Ramadhan dapat gelar cumlaude. (Sumber: UGM)

Di sela-sela ngojol dan kuliah, Aji melakukan pekerjaan paruh waktu di Departemen Hukum Perdata Fakultas Hukum UGM, Jogja. Di sana, ia membantu pengelolaan jurnal, administrasi kenaikan pangkat dosen, penyusunan bahan pembelajaran, dan pekerjaan teknis atau administrasi lainnya.

Baca Halaman Selanjutnya

Aktif organisasi dan jadi mahasiswa berprestasi

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 7 Februari 2026 oleh

Tags: beasiswa kuliahJogjajurusan hukumkerja sambil kuliahmahasiswa berprestasimahasiswa ojolUGM
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau Mojok.co
Pojokan

5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau 

25 Februari 2026
Pertama kali merantau ke Jogja: kerja palugada di coffee shop dengan gaji Rp10 ribu MOJOK.CO
Urban

Pertama Kali Merantau ke Jogja: Kerja di Coffee Shop 12 Jam Gaji Rp10 Ribu Perhari, Capek tapi Tolak Pulang karena Gengsi

24 Februari 2026
Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia MOJOK.CO
Esai

Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia

23 Februari 2026
Pemilik kos di Depok, Sleman, Jogja muak dengan tingkah mahasiswa asal Jakarta yang kuliah di PTN/PTS Jogja MOJOK.CO
Urban

Pemilik Kos di Jogja Muak dengan Tingkah Mahasiswa Jakarta: Tak Tahu Diri dan Ganggu Banget, Ditegur Malah Serba Salah

20 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

merantau di Jogja.MOJOK.CO

Cerita Perantau Jatim: Diremehkan karena Tinggal di Kos Kumuh Jogja, Bungkam Mulut Tetangga dengan Membangun Rumah Besar di Desa

25 Februari 2026
Penerima beasiswa LPDP prasejahtera asal Ngawi lolos S2 di UGM Jogja (Mojok.co/Ega Fansuri)

Pernah Hidup dari Belas Kasih Tetangga, Anak Muda Asal Ngawi Lolos Beasiswa S2 LPDP UGM padahal Merasa “Tidak Pantas”

23 Februari 2026
Lapangan Padel di Jakarta Selatan bikin Stres Satu Keluarga. MOJOK.CO

Nestapa Tinggal di Perumahan Elite Jakarta Selatan Dekat Lapangan Padel, Satu Keluarga Stres Sepanjang Malam

19 Februari 2026
Rasa Sanga (1): Sunan Gresik Membawa Masuk Islam ke Jawa Lewat Dapur dan Semangkuk Bubur Harisah MOJOK.CO

Rasa Sanga (1): Sunan Gresik Membawa Masuk Islam ke Jawa Lewat Dapur dan Semangkuk Bubur Harisah

23 Februari 2026
Pertama kali merantau ke Jogja: kerja palugada di coffee shop dengan gaji Rp10 ribu MOJOK.CO

Pertama Kali Merantau ke Jogja: Kerja di Coffee Shop 12 Jam Gaji Rp10 Ribu Perhari, Capek tapi Tolak Pulang karena Gengsi

24 Februari 2026
Makan bersama sia-sia: niat kumpul keluarga, tapi bikin ortu kesepian karena anak-anak sibuk main hp sampai tak nyahut saat diajak bicara MOJOK.CO

Kumpul Keluarga Justru bikin Ortu Makin Kesepian dan Terabaikan, Anak Sibuk sama HP dan Tak Saling Bicara

25 Februari 2026

Video Terbaru

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026
Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

19 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.