Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Edumojok

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
2 Februari 2026
A A
mahasiswa psikologi UGM kuliah sambil ngojol di Jogja. MOJOK.CO

Ryaas Amin mengenakan jaket ojol orennya di kampus UGM. (sumber: UGM)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Jabatannya di kampus cukup seram, panglima tempur jalanan. Sebab, selain kuliah di Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) di Jogja, Ryaas Amin harus pintar membagi waktu untuk ngojol atau menjadi pengemudi ojek daring.

Selesai ngampus langsung narik

Semakin dewasa, Ryaas Amin menyadari bahwa biaya kebutuhan pribadinya tidaklah sedikit, tapi ia tak mau terus-terusan bergantung ke orang tua. Di malam-malam panjang meratapi nasib, Ryaas Amin memutuskan menjadi pengemudi ojol tanpa memutus impiannya untuk meraih gelar sarjana di UGM.

“Sebenarnya kalau manajemen waktu, aku biasanya mulai merencanakannya pas memilih mata kuliah atau saat masa KRS,” kata Ryaas dikutip dari laman resmi UGM, Senin (2/2/2026).

“Jadi, saat memilih mata kuliah, aku juga harus mempertimbangkan jumlah SKS sebagai patokan waktu antara waktu kuliah dan bekerja,” lanjutnya

Hanya saja, Ryaas mengalami kendala karena tak punya motor pribadi. Akhirnya, ia meminjam motor milik sang kakak dan digunakan secara bergantian. Saat motor kakaknya nganggur, Ryaas memakainya untuk menghantar dan menjemput pesanan. 

Lambat laun, saat pesanannya mulai banyak, Ryaas mulai memakai motor milik pamannya. Kini, ia tak hanya mengantar penumpang tapi juga mengambil layanan pesan-antar makanan. Dalam sebulan, Ryaas bisa mengumpulkan uang sebanyak Rp3 juta. Lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di Jogja serta membayar kuliahnya secara pribadi di UGM.

Tak melepaskan mimpi jadi sarjana UGM

Sejujurnya, menjalani kuliah di UGM sambil ngojol bukanlah keputusan mudah bagi Ryaas. Banyak hal yang harus ia pertimbangkan, termasuk takut tak bisa menyelesaikan kuliahnya dan takut tak diberi izin oleh orang tuanya. Beruntung, mereka mendukung setiap langkah Ryaas.

“Orang tua selalu mendukung, tapi nggak secara terang-terangan. Yang penting, kuliah sama kerjanya seimbang,” kata Ryaas sembari tersenyum.

Ryaas Amin. MOJOK.CO
Ryaas Amin, mahasiswa psikologi UGM yang kuliah sambil ngojol. (Sumber: UGM)

Tekanan hidup telah mengalahkan Ryaas untuk mengambil jalan hidup yang terjal. Tapi nyatanya, setelah dilakukan dengan konsisten, ikhlas, dan sabar, hal yang tadinya berat kini terasa lebih ringan.

“Kalau pekerjaannya tuh sebenernya relatif mudah, karena fleksibel dan bisa dilakukan di mana aja. Kalau ditekuni tuh penghasilannya juga tidak mengecewakan, kok,” ujarnya.

Bagi Ryaas, uang memang penting tapi sejatinya ilmu lebih berharga dari itu. Ia ingin membuktikan peribahasa yang diyakini oleh orang-orang hebat, bahwa di mana ada kemauan di situ ada jalan. Dengan kata lain, sebuah impian dan keinginan merupakan hal yang harus diperjuangkan. 

Oleh karena itu, Ryaas selalu berusaha untuk mewujudkan impiannya dengan usaha dan kerja keras, meski jam tidurnya harus berkurang. Namun, hal itulah yang menjadi motivasi utamanya dalam menjalani kuliah di UGM, sembari menekuni pekerjaannya sebagai pengemudi ojek online. 

“Penghasilan bisa diatur. Ada saatnya istirahat, ada saatnya harus bekerja. Jadi kalau memang memiliki keinginan, kita harus benar-benar mengusahakannya,” ucapnya mantap.

Pelajaran hidup jalani kuliah sambil kerja

Kebutuhan yang mendesak tidak selalu sejalan dengan ketersediaan sumber daya yang ada. Keinginannya untuk lebih berani dalam mengambil keputusan dan hidup mandiri, membuatnya terus berusaha mengupayakan impiannya. Lebih dari itu, ia tidak ingin bergantung secara terus-menerus kepada orang tuanya. 

Iklan

“Aku tuh pengen sesuatu, tapi aku pengen mewujudkannya atas usahaku sendiri. Jadi, kalau misal itu zonk, aku nggak merasa ngerugiin orang tuaku,” ungkapnya.

Pengalaman kuliah sambil kerja ini menjadikan Ryaas sebagai pribadi yang lebih tangguh dan gigih dalam berusaha. Menurutnya, usaha yang telah ia tekuni dapat menjadi bekalnya nanti dalam menjalani kehidupan setelah menyelesaikan kuliah. 

Kini, ia merasa lebih terbiasa menghadapi berbagai rintangan dan permasalahan. 

“Proses ini bisa jadi bekalku setelah lulus kuliah nanti, sih. Aku jadi bisa terbiasa mengatur skala prioritas, multi-tasking, dan kadang mengatasi konflik dari para pelanggan.” Ujar mahasiswa Fakultas Psikologi UGM tersebut.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Kuliah Teknik Pertambangan UNHAS hingga Dapat Beasiswa LPDP ke Tiongkok, Ubah Nasib Driver Ojol Jadi Supervisor atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 2 Februari 2026 oleh

Tags: fakultas psikologiJogjaKuliah sambil kerjakuliah sambil ngojolmahasiswa psikologiUGMUniversitas Gadjah Mada
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Artikel Terkait

Toko musik analog, Dcell Jogja Store. MOJOK.CO
Bidikan

Juru Selamat Walkman di Bantul yang Menolak Mati Musik Analog di Tangan Spotify

2 Februari 2026
Benarkah Keturunan Keraton Jogja Sakti dan Bisa Terbang? MOJOK.CO
Ekonomi

Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

30 Januari 2026
Waspada "Silent Killer", Guru Besar UGM Sebut Emboli Paru Sering Terlambat Terdeteksi.MOJOK.CO
Kesehatan

Waspada “Silent Killer”, Guru Besar UGM Sebut Emboli Paru Sering Terlambat Terdeteksi

30 Januari 2026
Lawan Keterbatasan Anggaran, Sultan HB X Pacu Digitalisasi dan Pembiayaan Kreatif di DIY.MOJOK.CO
Ekonomi

Lawan Keterbatasan Anggaran, Sultan HB X Pacu Digitalisasi dan Pembiayaan Kreatif di DIY

29 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tabungan likuid untuk jaga-jaga pas kehilangan pekerjaan (PHK) memang penting. Tapi banyak pekerja Indonesia tak mampu MOJOK.CO

Punya Tabungan Likuid untuk Jaga-jaga PHK Memang Penting, Tapi Banyak Pekerja RI Tak Sanggup karena Realitas Hidup

29 Januari 2026
Cara Pamit Megadeth Agak Cringe, Tapi Jadi Eulogi Manis Buat Menutup Perjalanan Empat Dekade di Skena Thrash Metal.MOJOK.CO

Album “Pamitan” Megadeth Jadi Eulogi Manis dan Tetap Agresif, Meskipun Agak Cringe

30 Januari 2026
Users kereta api ekonomi Sri Tanjung kaget saat pertama kali naik KA Jaka Tingkir New Generation dalam perjalanan Jogja-Jakarta MOJOK.CO

Users Sri Tanjung Kaget saat Pertama Kali Naik KA Jaka Tingkir: Kereta Api Ekonomi Nggak Kayak Ekonomi, Malu karena Jadi Kampungan

27 Januari 2026
Sungai Progo, Tragedi Sungai Sempor Tak Perlu Terjadi Jika Manusia Tidak Meremehkan Alam dan Menantang Takdir MOJOK.CO

Izin Tambang Sungai Progo Masih Mandek dengan “Aturan Jadul”

28 Januari 2026
tbc di jogja mojok.co

Indonesia Darurat TBC: Rasio Kasus Lampaui India, Stigma Negatif Jadi Hambatan Pencegahan

29 Januari 2026
Umur 23 tahun belum mencapai apa-apa: dicap gagal dan tertinggal, tapi tertinggal ternyata bisa dinikmati dan tak buruk-buruk amat MOJOK.CO

Umur 23 Belum Mencapai Apa-apa: Dicap Gagal dan Tertinggal, Tapi Tertinggal Ternyata Bisa Dinikmati karena Tak Buruk-buruk Amat

2 Februari 2026

Video Terbaru

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026
Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

28 Januari 2026
Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

27 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.