Mental juara mahasiswa UGM dalam setiap kompetisi
Memasuki perkuliahan semester 5, Cynthia aktif mengikuti berbagai kompetisi. Bersama timnya, ia berhasil meraih Juara 3 pada ajang Udayana International Accounting Competition 2024.

Meski belum bisa meraih juara pertama, Cynthia justru terpacu untuk mengikuti lomba lainnya. Pernah, ia meraih Gold Medal dalam International Youth Business Competition 2024 yang diadakan oleh Universitas Diponegoro. Lalu, juara 2 pada Decarbonizing Indonesia Business Case Competition 2025.
Tak terhitung berapa kompetisi yang sudah ia lalui, tapi hanya berujung sampai semifinal dan terpaksa harus mengundurkan diri karena terbentur jadwal akademik. Meski begitu, ia tetap menempatkan proses kompetisi jauh lebih berharga dibanding hasil akhir.
“Tidak semua lomba harus berakhir dengan juara, yang penting kita belajar berpikir kritis, bekerja dalam tim, dan menyelesaikan masalah secara terstruktur,” ucapnya.
Kesiapan kerja melalui pengalaman kuliah di UGM
Meski mengalami pasang surut, Cynthia menilai perjalanan belajarnya di FEB UGM telah membentuk resiliensi dan growth mindset diri. Dari pengalamannya itu, kata dia, Cynthia mampu mengambil keputusan dengan menempatkan prioritas secara matang.
Ia pun mengaku merasakan nilai-nilai integritas dan disiplin selama menjalani perkuliahan. Lingkungan kampus yang suportif juga turut memperkuat jejaring dan kepercayaan dirinya untuk terus berkembang.
Hingga akhirnya, Cynthia berhasil menjadi wisudawan terbaik UGM Periode II Tahun Akademik 2025/2026. Lulusan Sarjana Akuntansi FEB UGM itu berhasil menyelesaikan kuliahnya dalam waktu 3 tahun 4 bulan 12 hari. Ia juga menyandang predikat cumlaude dengan IPK 3,97.
Bahkan menjelang kelulusan, Cynthia mengaku telah diterima bekerja di salah satu Kantor Akuntan Publik (KAP), yakni Ernst & Young (EY). Baginya kesempatan mendapatkan pekerjaan itu sebagai pencapaian dari konsistensi dan keberanian mencoba berbagai peluang selama masa studi.
“Kita mungkin lulus di hari yang sama, tetapi kita tidak akan berjalan di jalan yang sama. Kesuksesan bukan tentang siapa yang paling cepat, tetapi tentang siapa yang paling setia pada panggilan hidupnya.” Ujar Cynthia.
Penulis: Aisyah Amira Wakang
Editor: Muchammad Aly Reza
BACA JUGA: Perjalanan Memaafkan: Dendam ke Orang Tua karena Tak Diizinkan Kuliah di UGM, Jadi Luruh karena Bekal “Ndeso” Bikinan Ibu atau artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan














