Kecintaan Uyun terhadap Jurusan Antropologi tak bisa diganggu gugat. Ia menjadi salah satu mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) yang mendapat IPK bagus seangkatannya. Saat ditanya, mata kuliah apa yang menurutnya paling sulit? Ia menjawab, tidak ada. Bahkan, proses menggarap skripsi adalah bagian terseru dalam hidupnya. Namun, ada satu masalah yang tak bisa Uyun hindari seperti mahasiswa akhir kebanyakan.
Skripsi Antropologi Unair jadi mata kuliah terseru
Bisa dibilang, Uyun adalah anak sosial tulen. Sejak kecil, ia suka berkunjung ke bangunan bersejarah. Kadang-kadang, ia juga melihat hiburan wayang maupun acara kesenian yang menyangkut soal budaya.
Oleh karena itu, Uyun berasa jackpot saat diterima di Unair Jurusan Antropologi. Semasa kuliah, Uyun mengaku belum mengalami kendala yang berarti sampai tibalah ia menggarap skripsi. Yang mana dirinya lebih suka menggunakan metode penelitian kualitatif dibandingkan kuantitatif.
“Dari dulu aku memang nggak suka hitung-hitungan, kalau ada tugas yang pakai metode penelitian kuantitatif aku lebih sering nyontek teman, tapi waktu pakai metode kualitatif pas skripsi itu seru banget. Skripsi jadi bagian terasyik dalam hidupku,” kata Uyun kepada Mojok, Minggu (12/4/2026).
Uyun yang mengambil peminatan sosial budaya di Jurusan Antropologi Unair itu berujar, tak sengaja mendapatkan ide skripsinya saat menonton berita di salah satu media internasional, yang menyajikan sikap toleransi adat di Gudo, Jombang, Jawa Timur.
“Aku ingat banget waktu itu nonton televisi bareng ibu, terus ibu juga mendorongku untuk penelitian di sana,” kata Uyun.
Uyun yang tak berani datang sendiri, akhirnya ditemani sang ayah untuk melihat Tri Dharma Hong San Kiong, klenteng yang menjadi tempat perlindungan etnis Tionghoa sekaligus kesenian mereka saat mengalami diskriminasi di tempat tinggal mereka dulu.
Kini, klenteng itu sudah bertransformasi menjadi tempat yang kaya akan toleransi. Bahkan, kedatangan Uyun ke klenteng disambut dengan makanan halal dan percakapan yang ramah bersama warga.
Baca Halaman Selanjutnya
Termotivasi oleh nasihat Timothy Ronald
“Kalau aku menyebutnya sebagai pusat kedamaian di Jombang itu sendiri. Bahkan aku diajak oleh salah satu penjaga klenteng jalan-jalan ke Jogja sampai 4 kali agar bisa melihat budaya Tionghoa yang ada di sana, karena mereka tuh kayak punya acara nasional,” jelas Uyun.
Termotivasi podcast Timothy Ronald sampai wisuda
Tak hanya melihat bangunan, Uyun juga jadi mengenal orang-orang penting selama penelitian skripsi Unair. Mulai dari Sri Sultan, bupati Jombang, hingga budayawan terutama mereka yang beragama Konghucu, salah satu kelompok minoritas beragama di Indonesia.
“Oh my God, itu adalah hal yang terindah dalam hidupku. Bahkan sampai sekarang, aku masih berhubungan baik dengan teman-teman di sana,” ucap Uyun.
Meski begitu, Uyun tak terlepas dari masalah mahasiswa akhir, padahal dosen pembimbingnya di Unair pun tidak pernah menyusahkan.
“Aku bersyukur karena dapat dosen pembimbing yang pintar dan fast respon, tapi malah akunya yang lelet. Malas banget lanjutin,” kata Uyun.
Akhirnya, Uyun malah tak menyentuh skripsinya selama 3 bulan dan sibuk mencari magang hingga aktif organisasi di Unair dengan jabatan utama. Dalam proses pendaftaran magang, Uyun malah dihadapkan oleh kekhawatiran soal fresh graduate bakal sulit mencari kerja.
Padahal waktu itu, skripsinya saja belum menyentuh bab 3, tapi karena beberapa kali mendapat penolakan dari tempat magang, Uyun akhirnya terjebak dalam lingkaran setan tentang masa depan. Jika banyak tempat magang yang menolaknya, bagaimana dengan kariernya setelah lulus nanti?
Pada saat yang bersamaan, Uyun menjumpai sebuah konten di YouTube dengan kalimat kasar yang tujuannya seolah menampar anak muda. Konten itu berasal dari seorang pengusaha dan investor yang sempat diperiksa polisi, Timothy Ronald karena dugaan penipuan trading kripto.
“Dia kan suka ngata-ngatain orang bodoh gitu ya, nah aku terasa terguncang banget waktu digoblok-goblokin. Jadi langsung semangat lagi buat ngerjain skripsi,” ujar Uyun.
Belum ada satu bulan, Uyun berhasil menyelesaikan skripsinya hingga mengikuti sidang atau seminar proposal. Proses itu pun berjalan lancar hingga skripsinya mendapat nilai A. Ia pun lulus dengan predikat cumlaude di Unair.
“Jadi aku pesan buat teman-teman yang merasa salah jurusan, percayalah kalau kamu belajar sungguh-sungguh di perkuliahan, ilmunya bakal bermanfaat untuk kehidupan ke depan. Jadi jangan pernah menyesali segala apa pun keputusanmu,” kata Uyun.
Penulis: Aisyah Amira Wakang
Editor: Muchammad Aly Reza
BACA JUGA: Skripsi Modal Copas karena Sibuk di Ormek dan Tak Kuat Bayar Joki, Lulus PTN Tanpa Kendala tapi Sengsara Tak Bisa Kerja atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan
