Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Pengalaman Pertama Orang Surabaya Mencicipi Soto Bening di Pasar Gede Bu Harini Solo yang Sudah Berdiri Sejak Empat Generasi

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
21 April 2025
A A
Soto Pasar Gede Bu Harini di Solo. MOJOK.CO

ilustrasi - Soto bening Bu Harini di Pasar Gede, Solo. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Soto Pasar Gede Bu Harini di Solo, Jawa Tengah selalu ramai pengunjung. Apalagi, di hari-hari libur alias tanggal merah. Warung yang sudah buka sejak tahun 80-an itu menyajikan menu soto ayam bening yang cocok disantap untuk sarapan.

***

Saya tak sengaja menemukan warung soto Bu Harini di dalam Pasar Gede untuk sarapan sebelum berjalan-jalan di Solo pada Jumat (18/4/2025). Lokasinya di lantai satu. Saya harus berjalan lebih dalam dan menyusuri pedagang lainnya yang lebih banyak menjual sayur dan keripik untuk oleh-oleh.

Di deretan pengunjung yang juga memburu makan, tampak asap membumbung dari lorong tempat saya berjalan. Semakin saya mendekat, terlihat empat orang pedagang dengan baju hitam seragam berlogo Soto Pasar Gede Bu Harini di sebuah petak yang disulap menjadi dapur.

Mulanya, saya tidak terlalu memperhatikan logo tersebut karena cetakannya tidak terlalu besar. Mata saya justru tertuju pada anglo atau tungku yang terbuat dari tanah liat. Di atas anglo tersebut sudah terdapat panci besar berisi kuah kari. Asap dari masakan itulah yang tadi saya lihat.

Barulah saya sadar tempat itu menjual soto dan nasi kari setelah beberapa pengunjung pasar antre untuk memesan. Usai mencatat pesanan, salah satu pedagang di dapur mempersilahkan para pembelinya untuk duduk di seberang, di mana bangku-bangku sudah tertata rapi.

Soto Pasar Gedhe Bu Harini. MOJOK.CO
Warung soto milik Bu Harini. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Di atasnya terdapat banner besar bertuliskan menu yang dijual, yakni kari ayam, sambel tumpang, asem-asem, sop ayam, dan tentunya soto. Saya pun ikut memesan soto ayam sambil mencari posisi untuk makan.

Sangking ramainya, saya yang seorang diri harus berbagi tempat dengan dua orang pengunjung pasar yang juga ingin sarapan. Saya pun tak masalah dan mempersilahkan mereka duduk.

Pertama kali makan soto bening

Tak lama kemudian, pesanan kami tiba. Sebagai warga Surabaya, Jawa Timur saya cukup kaget karena kuahnya bening sepeti bakso. Sedangkan, di daerah saya soto kerap berwarna kuning.

Saya jadi agak bimbang memakan Soto Pasar Gede Bu Harini di Solo. Takut kalau rasanya hambar di lidah. Saya pun celingak-celinguk melihat bahan-bahan di meja, barangkali saya yang salah pesan atau ada bumbu-bumbu lain yang mesti saya tuang sendiri. 

Namun, yang ada hanyalah sambal, jeruk nipis, gorengan, dan kecap, (tidak ada) koya. Karena saya suka asin, saya menambahkan sari jeruk nipis pada kuahnya. Barulah saya meyakinkan diri untuk mencobanya dengan menyendok kuah sambil meniup-niupnya karena masih panas.

Belum sempat saya mencoba, pelanggan di samping saya nyeletuk.

Baca Halaman Selanjutnya

How do you think?

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 22 April 2025 oleh

Tags: kuliner sotoPasar Gederekomendasi kulinersoloSoto Pasar Gede Bu Harini
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat- Mahal dan Berjarak (Wikimedia Commons)
Pojokan

3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat: Ketika Lidah Lokal yang Murah Direbut oleh Lidah Wisatawan yang Dipaksa Mahal

11 Februari 2026
Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi jadi tempat jeda selepas lari MOJOK.CO
Kilas

Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat

9 Februari 2026
Pemuda Solo bergaya meniru Jaksel bikin resah MOJOK.CO
Ragam

Saat Pemuda Solo Sok Meniru Jaksel biar Kalcer, Terlalu Memaksakan dan Mengganggu Solo yang Khas

28 Januari 2026
Ilustrasi Honda Beat Motor Sial: Simbol Kemiskinan dan Kaum Tertindas (Shutterstock)
Pojokan

Pengalaman Saya Menyiksa Honda Beat di Perjalanan dari Jogja Menuju Solo lalu Balik Lagi Berakhir kena Instant Karma

7 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tes Kompetensi Akademik, TKA, Stres, orang tua.MOJOK.CO

3 Cara Sukses Hadapi TKA Tanpa Banyak Drama, Orang Tua Wajib Tahu Biar Anak Nggak Stres

25 Februari 2026
5 makanan khas Jawa Timur (Jatim). Beri kesempatan kaum pas-pasan cicipi kuliner terbaik/terenak dunia MOJOK.CO

5 Makanan Khas Jawa Timur yang Beri Kesempatan Orang Pas-pasan Nikmati Kuliner Terenak Dunia, Di Harga Murah Pula

1 Maret 2026
Honda Scoopy, Motor Busuk yang Bikin Konsumen Setia Kecewa (Wikimedia Commons)

Karena Cinta dan Setia, Rela Membeli 11 Motor Honda tapi Berakhir Kecewa karena Honda Scoopy Hanya Jual Tampang tapi Mesinnya Menyedihkan

25 Februari 2026
Jangan Remehkan Supra X 125, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang Mojok.co

Jangan Remehkan Supra X 125 Lawas, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang

25 Februari 2026
Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi MOJOK.CO

Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi

26 Februari 2026
Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

28 Februari 2026

Video Terbaru

Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

28 Februari 2026
Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.