Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Duka Setelah Merantau: Ketika Rumah Menjadi Tempat yang Asing untuk Pulang

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
16 September 2025
A A
pulang ke rumah, merantau.MOJOK.CO

Ilustrasi - Duka Setelah Merantau: Ketika Rumah Menjadi Tempat Asing untuk Pulang (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Seorang kawan pernah bercerita, ia selalu menangis setiap kali mudik. Bukan karena bahagia, melainkan karena setiap kali pulang ia merasa ditinggalkan. Rumahnya masih berdiri, orang tuanya masih ada, tapi suasananya tak pernah lagi sama. 

Riset lain menguatkan perasaan semacam itu. Menurut penelitian Adinda Barwin dkk. berjudul “The Effect of Sense of Belonging on Homesickness in Rantau Students in Makassar City” (2024), menemukan bahwa sense of belonging berpengaruh secara signifikan terhadap homesickness. Artinya, perantau yang merasa punya ikatan emosional yang kuat dengan lingkungan baru cenderung lebih sedikit mengalami rasa kehilangan terhadap rumah asa. 

Iklan

Meskipun subjek penelitian tersebut adalah mahasiswa rantau di Makassar, fenomena itu sejatinya universal: pulang ke rumah tidak otomatis berarti kembali pada rasa memiliki yang sama.

Menghargai akar, merawat nostalgia

Penelitian Setiawan dan Wibisono dalam Jurnal Sosiologi Reflektif (2017) mencatat bahwa mudik tidak sekadar perjalanan fisik, melainkan ritus identitas yang menghubungkan perantau dengan kampung halaman, meskipun jarak emosional kadang membuatnya penuh ambiguitas. Pulang adalah negosiasi antara diri lama dengan diri baru, antara nostalgia dengan kenyataan.

Barangkali cara terbaik untuk berdamai dengan rasa asing itu adalah dengan memaknai ulang nostalgia. Alih-alih menjadikannya penjara, kita bisa melihatnya sebagai jembatan. 

Seperti ditulis Svetlana Boym dalam The Future of Nostalgia (2001), kerinduan akan masa lalu bukanlah undangan untuk kembali, melainkan peringatan bahwa kita pernah memiliki. 

“Nostalgia bisa menuntun kita menghargai akar, tapi ia tidak bisa membawa kita pulang ke kondisi yang identik,” tulisnya.

Mengakui bahwa perubahan adalah keniscayaan juga bisa membantu. Kita berubah, lingkungan berubah, hubungan sosial pun ikut berubah. Alih-alih mencari rumah lama yang tak lagi ada, kita bisa membangun makna baru dari rumah yang sekarang. 

Rumah mungkin tidak lagi sebatas bangunan atau lokasi geografis. Rumah bisa berarti orang-orang yang menerima kita, momen kebersamaan yang hangat, atau sekadar perasaan bahwa kita dikenali.

Saya teringat kata-kata penyair Warsan Shire: “Home is not always a place, it is sometimes a person.” 

Rumah, pada akhirnya, bukan hanya soal pulang ke alamat tertentu, tetapi soal merasa diterima, dikenali, dan dirangkul. Maka ketika rumah tak lagi sama, mungkin bukan berarti kita kehilangan rumah. Bisa jadi, kita sedang dipanggil untuk menemukan arti rumah yang baru—di antara perubahan, di dalam diri sendiri, atau pada orang-orang yang tetap menyisakan ruang untuk kita. 

Pulang, dengan segala rasa asingnya, justru menjadi kesempatan untuk memahami bahwa rumah bukan tempat untuk kembali, melainkan ruang yang terus kita maknai ulang.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

Iklan

BACA JUGA: Kisah Keluarga dari Jogja Merantau ke Magelang, 53 Tahun Tinggal di Tengah Hutan Terpencil di Perbukitan Borobudur atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 17 September 2025 oleh

Tags: alienasiasing di rumahMudiknostalgiapilihan redaksipulang ke rumahrumah
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Pengamen di Jalan Malioboro Jogja kayak orang malak MOJOK.CO
Catatan

Saya Jauh Lebih Rispek ke Pengamen Lampu Merah di Jogja daripada Pengamen Malioboro karena Dua Alasan

6 Agustus 2026
Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO
Eksplor

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026
Cara Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun MOJOK.CO
Urban

Punya Rumah di Desa Itu Perkara Mudah bagi Pasangan Muda, Yang Susah adalah Membeli Privasi dan Rasa Nyamannya

4 Agustus 2026
Karnaval sound horeg getarkan Jawa Timur tiap Agustusan. Dosa jariah di balik gengsi antardesa, dalih selawatan, hingga perputaran ekonomi di bawah MOJOK.CO
Sehari-hari

Jatim Bergetar Tiap Agustusan: Dosa Jariah Sound Horeg di Balik Gengsi Antardesa hingga Selawatan Sambil Berjoget Seksi

3 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Elang Jawa terbang bebas di Gunung Gede Pangrango, tapi masih berada dalam ancaman MOJOK.CO

Konsultasi Publik di Bandung Hasilkan Masukan Strategis Konservasi Elang Jawa 2026-2036

3 Agustus 2026
Nasirun, pelukis-seniman maestro berpulang dengan meninggalkan ingatan kebaikan MOJOK.CO

Hadiah Lukisan Topeng dari Membetulkan Antena TV dan Laku Hidup Seorang Nasirun

1 Agustus 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta godok aturan pelarangan perdagangan HPR. MOJOK.CO

Yogyakarta bakal Susul Korea Selatan, Larang Perdagangan Daging Anjing demi Cegah Penyakit Menular

4 Agustus 2026
10 Tahun Persahabatan Berujung Cut Off Mengajari Saya Satu Hal: Kita Bukan Jahat, tapi Memang Sudah Tak Sejalan MOJOK.CO

10 Tahun Persahabatan Berujung Cut Off Mengajari Saya Satu Hal: Kita Bukan Jahat, tapi Memang Sudah Tak Sejalan

31 Juli 2026
Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP MOJOK.CO

Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP

1 Agustus 2026
Malaysia dekat ke gerbang negara maju. Indonesia negara apa? (Unsplash)

Malaysia kian dekat ke gerbang negara maju, kalau Indonesia makin dekat ke gerbang apa bes?

4 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.