Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

5 Penyebab Tapak Suci Muhammadiyah Sukar Berkonflik di Jalan dan Meresahkan Layaknya Beberapa Perguruan Lain

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
29 Juli 2024
A A
tapak suci putera muhammadiyah.MOJOK.CO

Ilustrasi Tapak Suci (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tapak Suci Putera Muhammadiyah jadi salah satu perguruan pencak silat di Indonesia yang jauh dari konflik dan perseteruan. Ada beberapa rahasia yang membuat perguruan historis IPSI ini bisa teguh dalam jalan perdamaian.

***

Tapak Suci secara resmi lahir pada 31 Juli 1963 di Kauman, Jogja. Pendirinya yakni Mohammad Barie Irsjad, Mohammad Rustam Djundab, Mohammad Djakfal Kusuma, H Djarnawi Hadikusuma, dan beberapa tokoh lainnya.

Aliran bela diri ini lantas memiliki nama resmi Tapak Suci Putera Muhammadiyah dan ketua umum pertamanya yakni Djarnawi Hadikusuma. Selepas itu, bela diri ini menjadi salah satu sarana yang turut membantu dakwah Islam Muhammadiyah.

Perguruan ini telah menjadi satu di antara sepuluh Perguruan Historis IPSI karena sejarahnya dalam perkembangan pencak silat di Indonesia. Tapak Suci memiliki motto “Dengan Iman dan Akhlak saya menjadi kuat, tanpa iman dan akhlak saya menjadi lemah”.

Mojok pernah berkunjung ke salah satu tempat latihan legendaris Tapak Suci di Bina Manggala Kauman Yogyakarta. Saat ini berfungsi menjadi tempat latihan para atlet pembinaan prestasi di bawah Pimpinan Daerah Tapak Suci Kota Yogyakarta.

Pada kunjungan kala itu, Mojok menemukan beberapa cerita yang membuat perguruan ini jauh dari ingar bingar konflik dan pertikaian. Bahkan, dianggap sebagai aliran pencak silat yang “sejuk”.

#1 Pencak silat yang sejuk, membuat orang tua dukung anaknya latihan

Saat itu, saya berbincang dengan Juwarti (53) yang sedang mengantar anak lelakinya yang berusia 16 tahun. Anaknya akan mengikuti sebuah kompetisi di kelas petarung sehingga ikut latihan intensif.

Awalnya Juwarti tak pernah menargetkan anaknya agar bisa berprestasi di dunia pencak silat. Baginya, mengikuti beladiri supaya anaknya bisa membentengi diri. Ia mengaku yakin dengan Tapak Suci lantaran aliran ini “sejuk”.

“Nuansa agamanya kuat. Di jiwa rasanya sejuk saja gitu. Walaupun beladiri tapi nggak jago-jagoan. Bukan untuk unjuk gigi,” ujarnya. Rekannya sontak tertawa sambil menunjuk gigi Warti yang sudah tanggal.

Menurut Warti, keikutsertaan anaknya di Tapak Suci membuatnya sedikit tenang. Anaknya bisa terhindar dari kenalakan pelajar yang marak di Jogja. Energi remajanya yang melimpah tersalurkan di gelangang.

“Ini walaupun beladiri saya justru tenang. Pelatih ikut mengawasi anak-anak jangan sampai ikut klitih opo geng-gengan. Banyak kan sekarang pelajar itu,” curhatnya.

#2 Proses panjang menjadi pendekar Tapak Suci

Selain itu, pelatih Tapak Suci di sana, Bowo Saputro memaparkan bahwa Tapak Suci Putera Muhammadiyah memiliki tiga jenjang yakni siswa, kader, dan pendekar. Siswa menggunakan sabuk kuning, kader berwarna biru, dan pendekar menggunakan sabuk berwarna hitam.

Perlu proses panjang untuk menjadi pendekar di perguruan ini. Menamatkan jenjang sabuk kuning saja perlu waktu paling cepat 2,5 tahun. Berlanjut pada jenjang kader yang memakan durasi rata-rata lima tahun. Beberapa perguruan lain, hanya butuh 2-3 tahun sampai bisa menyandang gelar pendekar.

Iklan

“Kalau sesuai kurikulum, bisa sabuk hitam paling cepat 7,5 tahun. Tapi realitanya kebanyakan jauh lebih lama,” terangnya.

Lamanya proses naik tingkat membuat para anggota Tapak Suci, terutama hingga menjadi pendekar, membuat rasa jumawa tidak mudah muncul.

#3 Terintegrasi dengan pendidikan di sekolah

Selanjutnya, salah satu aspek yang membuat Tapak Suci berkembang pesat adalah integrasinya dengan ekstrakulikuler di sekolah-sekolah Muhammmadiyah. Di perguruan tinggi juga menjadi salah satu unit kegiatan mahasiswa.

Setiap siswa TS harus memahami gerak dasar pencak silat dengan baik saat hendak naik tingkat. Tidak sekadar menghafal namun tidak punya pengetahuan yang matang. Buat Bowo, cepat naik tingkat tidak selalu sejalan dengan kualitas didikan.

“Di perguruan kami, tidak mengejar banyak pendekar supaya terlihat ‘wah’. Lebih menekankan pemahaman gerak beladiri yang matang dan juga akhlaknya,” terangnya.

Baca halaman selanjutnya…

Ribut di jalan jadi aib besar hingga selalu berusaha rasional

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 30 Juli 2024 oleh

Tags: bela diriMuhammadiyahpencak silatPSHTtapak suci
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Muhammadiyah selamatkan saya dari tabiat buruk orang NU. MOJOK.CO
Sehari-hari

Saya Bukan Muhammadiyah atau NU, tapi Pilih Tinggal di Lingkungan Ormas Bercorak Biru agar Terhindar dari Tetangga Toxic

25 Februari 2026
Tarawih di masjid Jogja
Ragam

Berburu Lokasi Tarawih sesuai Ajaran Nahdlatul Ulama di Jogja, Jadi Obat Kerinduan Kampung Halaman di Pasuruan

18 Februari 2026
Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua MOJOK.CO
Esai

Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua

18 Februari 2026
Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers MOJOK.CO
Esai

Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

6 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Honda Supra X 125

Maunya Motor Matic, tapi Terpaksa Pakai Supra buat Kuliah di Fakultas “Elite” di UGM demi Menyenangkan Ayah

24 Februari 2026
Yamaha Mio Sporty 2011 selalu mogok di Jogja. MOJOK.CO

Salut dengan Ketahanan Yamaha Mio Sporty 2011, tapi Maaf Saya Sudah Tak Betah dan Melirik ke Versi Baru

20 Februari 2026
Muhammadiyah selamatkan saya dari tabiat buruk orang NU. MOJOK.CO

Saya Bukan Muhammadiyah atau NU, tapi Pilih Tinggal di Lingkungan Ormas Bercorak Biru agar Terhindar dari Tetangga Toxic

25 Februari 2026
Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia MOJOK.CO

Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia

23 Februari 2026
mie ayam Surabaya. MOJOK.CO

Mie Ayam Surabaya Buatan Pak Man, Tempat Saya “Berobat” setelah Lelah di Perantauan meski Pedagangnya Pendiam

20 Februari 2026
Curhat Jadi Ketua RT: Pekerjaan Kuli yang Dibalut Keikhlasan MOJOK.CO

Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya

27 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.