Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Peliknya Program KKN Kebangsaan yang Dianggap Nggak Memberikan Solusi, Malah bikin Beban untuk Warga

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
9 Juli 2025
A A
mahasiswa muak dengan KKN Kebangsaan. MOJOK.CO

ilustrasi - program KKN Kebangsaan untuk mahasiswa. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ragam jurusan yang membingungkan

Sebetulnya, visi pembangunan nasional dari KKN Kebangsaan tak banyak mengubah sistem KKN pada umumnya. Hanya saja, kami tergabung dari kampus yang berbeda. Jurusannya pun makin beragam. 

Idealnya, program yang diharapkan juga lebih beragam dengan jurusan yang lebih variatif. Tapi, ibarat pedang bermata dua, jurusan yang bervariatif itu justru menjadi boomerang bagi kami. Dengan banyak kepala dan ide yang bermunculan, kami harus menyatukan program-program sesuai visi food estate milik pemerintah.

Bayangkan, kelompok saya saat itu terdiri dari mahasiswa Jurusan Pendidikan Ilmu Kristen, Ilmu Komunikasi, Pendidikan Matematika, Teknik Industri, Biologi, Kimia, sampai Fisika murni. 

Sekilas, jurusan-jurusan tersebut lebih banyak berasal dari rumpun ilmu Sains dan tak berhubungan langsung dengan food estate. 

Kami ditempatkan di Desa Maliku Baru, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Di satu desa itu saja, kami sudah menjumpai banyak persoalan. Boro-boro membahas soal food estate, kami harus menyelesaikan masalah yang lebih urgent.

“Kakak-kakak bisa mengajar di sekolah SD dekat sini kah?” pinta Kepala Desa Maliku Baru saat itu. Tentu saja kami tak menolak, walaupun sebenarnya program mengajar ini jauh berhubungan langsung dengan misi food estate. 

Masalahnya, di Maluku Baru terdapat dua sekolah yang jaraknya berdekatan. Jadi, kami harus membagi dua tim untuk mengajar saat pagi. Selain sekolah, kami juga diminta untuk membantu kegiatan program stunting di puskesmas atau menangani masalah air keruh yang tak bisa dikonsumsi. 

Gagal mewujudkan visi Kebangsaan KKN

Alhasil, dengan banyaknya program itu kami jadi sedikit lupa dengan misi utama membantu program food estate. Di akhir bulan, kami baru kebut-kebutan mengejar target. Salah satunya dengan melakukan sosialisasi dan pelatihan membuat media tanam hidroponik, serta pupuk organik.

Program ini bisa dikatakan agak aneh, karena biasanya tanaman hidroponik dipakai di kota-kota besar yang kekurangan lahan. Namun, Rosjetti, salah satu anggota tim andalan kami berujar hidroponik adalah satu-satunya jalan yang bisa ia upayakan agar program dari kelompok kami sejalan dengan visi KKN Kebangsaan.

“Masalahnya, di Maliku Baru ini tanahnya kebanyakan gambut. Tidak bisa dipakai sebagai lahan tani,” ujar mahasiswa yang berkutat di Fakultas Pertanian tersebut. 

Belum lagi persoalan sumber daya manusianya yang mayoritas bukan petani. Kebanyakan dari mereka justru merantau ke kota besar dan bekerja sebagai buruh. Kadang-kadang, suami mereka jarang pulang dan hanya mengirimkan uang untuk keluarga mereka di desa. 

Karena gatal tak bisa menyelesaikan masalah tersebut, kelompok kami juga sempat memberikan sosialisasi soal UMKM dan pemasaran. Jujur saja, banyaknya program yang sebetulnya tak menjurus langsung pada visi pembangunan food estate, membuat energi kami habis selama sebulan penuh. Pun juga warga yang tak merasa terselesaikan masalahnya dengan program food estate.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Iklan

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Panduan Bikin Proker KKN yang Diharapkan Warga Desa, Nggak Perlu Muluk-Muluk Entaskan Kemiskinan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 10 Juli 2025 oleh

Tags: food estateKKNkkn kebangsaanpengalaman kknproker kkn
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Artikel Terkait

Mahasiswa KKN.MOJOK.CO
Kampus

KKN Bikin Warga Muak Kalau Program Kerja Template dan Kelakuan Mahasiswanya Tak Beretika

17 Oktober 2025
KKN UMY Tidak Hanya Bisa Bikin Papan Nama MOJOK.CO
Esai

Mahasiswa UMY Atasi Sampah di Laut Wakatobi dengan Stove Rocket, Bukti KKN Tidak Hanya Bikin Papan Nama

6 Oktober 2025
Kesombongan mahasiswa KKN: tak sapa warga dan sok pintar bikin warga kesan dan berniat jahat MOJOK.CO
Ragam

Kesombongan Mahasiswa KKN bikin Warga Tak Segan “Berniat Jahat”: Tak Mau Nyapa dan Sok Pintar, Tak Tulus “Kerja Nyata” karena Niat Lain

21 Agustus 2025
anggota karang taruna lebih baik daripada mahasiswa KKN saat 17 Agustus. MOJOK.CO
Ragam

Warga Desa Sebetulnya Miris dengan Mahasiswa KKN: Nggak Menghargai Waktu dan Kerja Asal-asalan, Cuma Merugikan

19 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hidup di Desa.MOJOK.CO

Jadi Anak Terakhir di Desa Itu Serba Salah: Dituntut Merawat Ortu, tapi Selalu Dinyinyiri Tetangga karena Tak Merantau

7 Januari 2026
flu.mojok.co

Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19

9 Januari 2026
Kuliah Scam Itu Omongan Bermulut (Kelewat) Besar yang Nggak Perlu Didengarkan

Kuliah Scam Itu Omongan Orang Bermulut (Kelewat) Besar yang Nggak Perlu Didengarkan

8 Januari 2026
19 Tahun Gempa Jogja dan Teror di Bangsal Rumah Sakit MOJOK.CO

19 Tahun Setelah Gempa Besar Mengguncang, Ingatan akan Teror di Sebuah Rumah Sakit Besar di Jogja Datang Kembali

8 Januari 2026
literasi rendah di Papua dan upaya mahasiswa BINUS. MOJOK.CO

Tantangan Mahasiswa BINUS bikin Cerita Bergambar Soal Kehidupan Sehari-hari Anak Papua dan Guru Relawan

8 Januari 2026
Saya Sadar Betapa “Mengerikannya” Judi Bola Tarkam Setelah Mengobrol dengan Bandar Lokal.MOJOK.CO

Saya Sadar Betapa “Mengerikannya” Judi Bola Tarkam Setelah Mengobrol dengan Bandar Lokal

7 Januari 2026

Video Terbaru

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

6 Januari 2026
PB Champion Klaten: Tempat Badminton dan Mental Juara Dibentuk

PB Champion Klaten: Tempat Badminton dan Mental Juara Dibentuk

3 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.