ADVERTISEMENT

The Lucky Boomerang 1995: Surga Buku Impor yang Bergaya Vintage di Tengah Sarkem Jogja

The Lucky Boomerang Bookshop di Jalan Pasar Kembang, Sosrowijayan, Kota Jogja. MOJOK.CO

Di antara deretan losmen di Jalan Pasar Kembang, Sosrowijayan, Kota Jogja, ada sebuah toko buku bekas bergaya vintage. Namanya The Lucky Boomerang Bookshop. Toko ini berdiri sejak tahun 1995 dan hanya menjual buku-buku berbahasa asing.

Sri Winarni. MOJOK.CO
Sri Winarni, pemilik The Lucky Boomerang Bookshop. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Pemilik toko buku ini bernama Sri Winarni (59) atau yang akrab dipanggil Wina. Saat saya datang ke sana bersama tim Mojok pada hari Minggu (6/9/2026) sore, Wina sedang duduk sendirian di tengah ruangan sambil menggenggam buku Collected Novellas karya Gabriel Garcia Marquez yang ditulis dalam bahasa Spanyol. 

Buku karya Pramoedya Ananta Toer yang dijual di The Lucky Boomerang. MOJOK.CO
Salah satu buku karya penulis Indonesia, Pramoedya Ananta Toer yang berbahasa Belanda. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Uniknya, Wina mengaku tidak terlalu suka membaca buku. Buku-buku orisinal berbahasa Belanda, Jerman, Prancis, Spanyol, Italia, hingga Jepang itu merupakan koleksi adiknya yang memang hobi membaca buku berbahasa asing.

Buku yang berderet. MOJOK.CO
Deretan buku berbahasa asing. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Saat ini, adik Wina sudah menetap di Sydney, Australia. Melihat banyaknya buku yang tergeletak di rumah, Wina pun meminta restu adiknya untuk menjual buku-buku bekas tersebut. Keduanya pun menetapkan nama The Lucky Boomerang Bookshop bersama.

Pengunjung sedang melihat koleksi buku The Lucky Boomerang. MOJOK.CO
Pengunjung lokal sedang melihat-lihat buku. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

“Bumerang itu kan kalau dilempar kembali lagi, itu seperti konsep dari toko ini. Sedangkan Lucky itu ya keberuntungan, kami berharap toko ini bisa membawa keuntungan,” ujarnya. 

Pengunjung toko buku kecil menunggu di luar. MOJOK.CO
Seorang pengunjung sedang menunggu temannya membayar buku. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Sementara itu, Wina sejatinya adalah perajin bersama almarhum suaminya. Oleh karena itu, selain menjual buku-buku bekas, Wina juga menjual barang kerajinannya sekaligus menyetok dagangan dari kelompok UMKM untuk dijual di The Lucky Boomerang Bookshop.

Klintingan angin. MOJOK.CO
Kelintingan angin di dekat jendela. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Salah satunya, kelintingan angin yang ia pasang di beberapa titik atap toko. Selain dijual, kelintingan itu sebenarnya berfungsi sebagai “papan peringatan” kepada turis-turis asing yang berkunjung.

“Mereka kan badannya tinggi-tinggi, sedangkan atap rumah ini pendek, jadi sebagai pengingat saja agar kepalanya tidak terbentur,” kata Wina.

Bingkai foto. MOJOK.CO
Foto Wina bersama para pengunjung dari kalangan mahasiswa. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Selain banyak turis yang datang, tak jarang Wina mendapati wisatawan lokal dari berbagai daerah. Misalnya, Emi asal Palembang yang sedang berlibur di Jogja bersama kedua temannya. 

Berbincang dengan pengunjung di toko buku bekas. MOJOK.CO
Wina suka berbincang dengan pengunjung. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Di toko The Lucky Boomerang Bookshop tersebut, Emi tampak riang karena bisa membawa buah tangan berupa buku berjudul Fourth Wing karya Rebecca Yarros yang terbit di Amerika Serikat pada tahun 2023.

“Suka penulisnya?” tanya Wina sambil melayani Emi yang hendak membayar ratusan ribu rupiah.

“Iya,” ujar Emi lirih tapi mimik wajahnya terlihat sangat gembira, seolah menemukan harta karun berharga.

Pelanggan Toko The Lucky Boomerang Bookshop. MOJOK.CO
Emi (tengah) bersama teman-temannya usai membeli buku di toko buku bekas. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Wajar saja Emi merasa senang. Sebab, menurut Wina jarang ada toko yang menjual buku asli berbahasa asing di Indonesia walaupun ada banyak kedai buku di Jogja. Itu pula yang memantik semangat Wina untuk terus menjual buku berbahasa asing selama tiga dekade.

Fotografer: Aisyah Amira Wakang

Kurator: Muchammad Aly Reza

LIHAT JUGA: Kisah Pustakawan Menyulap Rumahnya di Pinggir Sungai Jakarta Timur agar Bisa Nongkrong Kalcer sambil Baca Buku atau konten Membidik Cerita (foto jurnalistik) Mojok lainnya di rubrik Bidikan

Terakhir diperbarui pada 8 September 2026 oleh .

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.