Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Aktual

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
7 Maret 2025
A A
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO

Ilustrasi - Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Rumah Jokowi yang berada di Desa Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, masih ramai dikunjungi warga yang ingin berfoto.

Tiga puluh menit berjalan kaki dari kediamannya itu, ada perkampungan yang jadi langganan banjir. Kampung Sambirejo namanya.

Sialnya, Kampung Sambirejo jadi langganan banjir gara-gara proyek pembangunan peninggalan Jokowi.

“Ironis ‘kan. Orangnya udah nggak menjabat, tapi kerusakannya masih kami rasain. Ironisnya lagi, yang kebanjiran ini cuma lima menit motoran dari rumah beliau,” kata Agus (23), warga Banjarsari yang kuliah di Jogja saat ditemui Mojok, Kamis (6/3/2025) malam.

Hujan sebentar saja, air tumpah ke rumah-rumah

Dua puluh tahun lebih tinggal di Banjarsari, Solo, Agus paham betul daerahnya bukan langganan banjir. Ia bercerita, dulu mau hujan dengan intensitas sederas apapun masih aman-aman saja.

“Kalau jalan tergenang gitu wajar. Apalagi kalau hujannya deras. Tapi lima menitan setelah hujan reda, air udah surut lagi,” jelasnya.

Namun, situasi berubah setahun ke belakang ini. Menurutnya, genangan air di jalan-jalan menjadi lama surutnya. Bahkan, ketinggian air pun lebih tinggi dari biasanya.

Puncaknya, memasuki awal musim hujan akhir 2024 kemarin, untuk pertama kalinya Agus dan warga sekitar di kampungnya merasakan banjir. Ia ingat betul, saat itu hujan deras. Tak butuh waktu lama, kira-kira 15 menit, jalanan sudah penuh dengan air.

“Itu baru sebentar saja hujannya, air masuk ke rumah. Pertama kali banget ngerasain itu,” jelasnya.

Ia sempat mengukur, di halaman rumahnya saja air setinggi lututnya. Dan, karena baru pertama mengalami banjir, dia dan warga Banjarsari lainnya tak punya persiapan apa-apa. Alhasil, banyak barang-barang berharga yang rusak karena terendam air bah.

Warga Banjarsari menuding banjir karena proyek peninggalan Jokowi

Agus dan warga Kampung Sambirejo, Banjarsari, Solo lainnya, menuding permukiman mereka jadi rawan banjir karena adanya proyek Simpang Joglo. Tudingan mereka cukup beralasan, sebab sebelum adanya proyek ini warga tak pernah mengalami kebanjiran.

“Tapi sejak ada proyek Simpang Joglo, tiap hujan pasti banjir. Masuk-masuk rumah pula,” kata Agus.

Simpang Joglo sendiri merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) peninggalan Jokowi. Pengerjaan rel layang dan underpass ini dimulai sejak 2022 lalu dan berada di bawah Kementerian PUPR.

Underpass ini diresmikan pada 11 Januari 2025 lalu. Jalur lintas bawah sepanjang 450 meter dan punya lebar 18 meter ini diklaim punya “penerangan modern dan sistem drainase canggih”.

Iklan

Ia dibangun sebagai solusi atas kemacetan yang selama ini menghambat mobilitas di kawasan Banjarsari, Solo–tempat tinggal Jokowi.

“Bener, jalanan nggak macet. Tapi masalah baru muncul, jadi banjir. Warga sini juga yang kena dampaknya.”

Mengapa Simpang Joglo yang dipermasalahkan?

Agus dan warga Banjarsari, Solo lainnya melihat, sejak adanya pembangunan Simpang Joglo–berupa rel layang dan underpass–tata air menjadi berubah. 

Ia menjelaskan, sebelumnya kawasan tersebut punya saluran besar yang bisa menampung sekaligus mengalirkan air saat hujan. Sayangnya, setelah adanya pembangunan itu, saluran air digantikan dengan selokan kecil.

“Warga Kampung Sambirejo, yang tinggal di kawasan yang lebih rendah, kena luapan airnya yang nggak teralirkan dengan baik,”  ungkap Agus, menjelaskan mengapa air bah kerap menggenang di kampungnya.

“Kayaknya yang bikin proyek nggak ngitung elevasi air dan selokan, jadinya ya kami kebanjiran terus.”

Setahu Agus, warga Banjarsari sudah beberapa kali memprotes soal dampak dari pembangunan Simpang Joglo. Bahkan, dulu dari pihak proyek sempat ada yang datang buat meninjau langsung.

“Warga minta solusi konkrit. Misalnya besarin saluran air lagi lah biar air nggak meluap ke kampung kami. Tapi kebetulan dari orang proyek datang pas nggak hujan, jadinya mungkin keluhan kita dianggap nggak valid, jadinya dianggurin aja sampai sekarang,” jelas Agus.

Agus sendiri mengaku tak menuntut banyak. Pada intinya ia dan warga Banjarsari, Solo hanya mau banjir teratasi.

“Tolonglah, tolong! Biar nggak ironis, rumah kami dekat sama rumah Pak Jokowi, tapi suara kami nggak didengerin.”

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Alasan Warga Sowan ke Rumah Jokowi hingga Rela Menunggu Berjam-jam atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 10 Maret 2025 oleh

Tags: banjarsaribanjarsari solobanjirbanjir di solojokowirumah jokowisolo
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi jadi tempat jeda selepas lari MOJOK.CO
Kilas

Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat

9 Februari 2026
bencana.MOJOK.CO
Jagat

Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana

4 Februari 2026
Operasi Modifikasi Cuaca dari BMKG Difitnah Jadi Pemicu Banjir. MOJOK.CO
Ragam

Operasi Modifikasi Cuaca Mustahil Bikin Banjir, Teknologi Manusia Saja Belum Mampu Mengatasi Semesta Bekerja

28 Januari 2026
Pemuda Solo bergaya meniru Jaksel bikin resah MOJOK.CO
Ragam

Saat Pemuda Solo Sok Meniru Jaksel biar Kalcer, Terlalu Memaksakan dan Mengganggu Solo yang Khas

28 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

User bus ekonomi Sumber selamat pertama kali makan di kantin kereta api. Termakan ekspektasi sendiri MOJOK.CO

User Bus Sumber Selamat Pertama Kali Makan di Kantin Kereta, Niat buat Gaya dan Berekspektasi Tinggi malah Berakhir Meratapi

25 Februari 2026
Bisnis coffe shop, rumah dekat kafe, jogja.MOJOK.CO

Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur

26 Februari 2026
Lagu religi "Tuhan Itu Ada" jadi ajang promosi Klaten lewat musik MOJOK.CO

Adhit & Carlo Jikustik Gandeng Klaten Project Rilis Lagu Religi “Tuhan itu Ada”

25 Februari 2026
Honda Scoopy, Motor Busuk yang Bikin Konsumen Setia Kecewa (Wikimedia Commons)

Karena Cinta dan Setia, Rela Membeli 11 Motor Honda tapi Berakhir Kecewa karena Honda Scoopy Hanya Jual Tampang tapi Mesinnya Menyedihkan

25 Februari 2026
5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau Mojok.co

5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau 

25 Februari 2026
Innova Reborn Terlahir Jadi Mobilnya Orang Bodoh dan Pemalas (Wikimedia Commons)

Bapak Rela Jual Tanah demi Membeli Innova Reborn Setelah Tahu Bahwa Reborn Bukan Sekadar Mobil Terbaik 2025, tapi Investasi yang Nggak Bisa Rugi

25 Februari 2026

Video Terbaru

Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

28 Februari 2026
Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.