Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Aktual

Evaluasi untuk Suroboyo Bus dan Fasilitas Penyeberangan di Surabaya yang Bikin Pejalan Kaki Celaka

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
8 Februari 2025
A A
Evaluasi untuk Suroboyo Bus dan penyeberangan di Surabaya yang bikin pejalan kaki celaka MOJOK.CO

Ilustrasi - Evaluasi untuk Suroboyo Bus dan penyeberangan di Surabaya yang bikin pejalan kaki celaka. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Diluncurkan sejak 2018, Suroboyo Bus lantas menjadi transportasi umum andalan warga—asli atau perantau—di Surabaya. Wajar saja, tarifnya murah. Rp5 ribuan untuk umum dan Rp2 ribuan untuk pelajar.

Selama bertahun-tahun tinggal di Surabaya, saya nyaris tidak pernah mendengar insiden fatal dari Suroboyo Bus. Paling hanya keluhan-keluhan pengguna yang belum terbiasa dengan sistem pembayarannya. Juga keluhan dari sopir angkutan umum lyn kuning yang merasa ruang nafkahnya makin sempit lantaran digeser keberadaan Suroboyo Bus.

Sudah bertahun-tahun beroperasi, Suroboyo Bus kini menanti evaluasi dari Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, akibat insiden fatal yang menewaskan seorang pria.

Suroboyo Bus tabrak pejalan kaki di Surabaya

Sebagaimana pagi-pagi biasanya, Edy Kuncoro (60) akan berangkat ke kios cuci motornya di sekitar Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ). Tidak jauh dari SD-SMP Santo Yoseph Surabaya.

Pagi itu, Rabu (5/2/2025), sekitar pukul 05.30 WIB, Edy yang hendak menyeberang jalan menuju kiosnya tertabrak Suroboyo Bus dengan nomor polisi L 7354 UB.

Dari keterangan Polrestabes Surabaya, Edy tertabrak bumper bagian kanan hingga jatuh tertelungkup. Edy langsung tak sadarkan diri. Tak seberapa lama berselang, Edy dinyatakan meninggal dunia sebelum akhirnya dilarikan ke RSUD Dr Soetomo.

Suroboyo Bus tabrak pejalan kaki di Surabaya MOJOK.CO
Suroboyo Bus tabrak pejalan kaki di Surabaya. (Dok. Istimewa)

Sopir dalam kondisi bersih

Jagad Duto Prasetyo (30) selaku sopir Suroboyo Bus yang menabrak Edy langsung menjalani pemeriksaan oleh pihak Kepolisian.

Pria asal Kapas Gading Madya, Tambaksari, Surabaya, itu pun menjalani tes urine dan kesadaran untuk memastikan, apakah Jagad menyetir dalam kondisi mengantuk atau di bawah pengaruh obat-obatan terlarang?

“Hasilnya, negatif narkoba dan alkohol. Sekarang masih kita dalami apakah ada aktivitas ugal-ugalan si sopir,” ujar Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Herdiawan Arifianto, dalam keterangan persnya, Sabtu (8/2/2025).

Untuk mendalami penyebab kecelakaan, Jagad masih harus ditahan di Polrestabes Surabaya. Dugaan sementara adalah karena faktor kelalaian.

Lebih lanjut, Herdiawan memastikan pihaknya bekerjasama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya akan melakukan ramp check. Tidak hanya pada Suroboyo Bus, tapi juga seluruh angkutan umum yang beroperasi di Kota Pahlawan.

“Ramp check ini guna memeriksa kelayakan kendaraan untuk meminimalisir kecelakaan,” terang Herdiawan.

Evaluasi untuk Suroboyo Bus

Kabar nahas warga Surabaya yang meninggal akibat tertabrak Suroboyo Bus pun sampai juga di telinga Wali Kota, Eri Cahyadi.

Dari hasil pemeriksaan Polisi, Cak Eri (sapaan akrabnya), menyebut bahwa sopir Suroboyo Bus sebenarnya sudah mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk tertib berlalu lintas.

Iklan

Kendati begitu, Cak Eri tidak bisa menampik bahwa tetap saja ada oknum-oknum sopir angkutan umum di Surabaya yang tidak tertib.

Oleh karena itu, Cak Eri meminta Dishub Surabaya tetap melakukan evaluasi terhadap Suroboyo Bus demi mengantisipasi kejadian serupa agar tidak terulang. Termasuk di antaranya adalah pemeriksaan ketat terhadap spesifikasi sopir Suroboyo Bus.

Cak Eri menegaskan, untuk menjadi sopir bus dengan warna merah itu harus melewati pelatihan terlebih dulu. Selain itu juga harus memenuhi ketentuan idealitas umur.

“Kemarin ada yang umur 70 nyetir, nggak mungkin (boleh). Umur 67 nyetir, nggak mungkin (boleh). Refleknya berkurang. Di situlah kami akan evaluasi. Terkait sopir umurnya berapa, terus harus ada cek kesehatan. Harus ada cek refleknya,” papar Cak Eri dalam keterangan persnya.

“Bila perlu, ada evaluasi marka maupun rambu jalan,” sambungnya.

Fasilitas penyeberangan harus diperhatikan

Sudut pandang berbeda merespons insiden Suroboyo Bus tersebut dilontarkan oleh Aditya Ikhsan selaku Koordinator Wilayah Koalisi Pejalan Kaki (Kopeka) Surabaya.

Aditya menyoroti penyediaan fasilitas penyeberangan bagi pejalan kaki di Surabaya yang belum maksimal. Termasuk di TKP insiden Suroboyo Bus tabrak pejalan kaki itu, sepengakuan Aditya tidak ada fasilitas penyebarangan yang memadai seperti zebra cross atau rambu lain untuk memudahkan menyeberang.

Maka, bagi Aditya, evaluasi terhadap sopir bus tentu penting. Tapi jangan luput pula evaluasi terhadap fasilitas penyeberangan untuk memenuhi hak keselamatan para pejalan kaki.

“Kejadian ini bisa terjadi tidak hanya menimpa Surabaya Bus saja, tetap bisa mobil, sepeda motor juga malah sering terjadi. Ini bisa jadi momentum untuk meningkatkan fasilitas bagi pejalan kaki secara menyeluruh di seluruh titik di kota,” ujar Aditya mengutip dari Detik Jatim.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Trotoar UINSA Surabaya Jadi Tempat Pacaran dan Ngumpul Mahasiswa, Meresahkan tapi Membantu Keuangan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

 

 

 

 

Terakhir diperbarui pada 8 Februari 2025 oleh

Tags: angkutan umum surabayaSurabayasuroboyo bus
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Salah kaprah pada orang yang kerja di Surabaya. Dikira gaji besar dan biaya hidup murah MOJOK.CO
Urban

Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan

4 Februari 2026
Ribuan istri di Surabaya minta cerai. MOJOK.CO
Ragam

Perempuan Surabaya Beramai-ramai Ceraikan Suami, karena Cinta Tak Lagi Cukup Membayar Tagihan Hidup

30 Januari 2026
Kesedihan perantau yang merantau lama di Surabaya dan Jakarta. Perantauan terasa sia-sia karena gagal menghidupi orang tua MOJOK.CO
Ragam

Rasa Gagal dan Bersalah Para Perantau: Merantau Lama tapi Tak Ada Hasilnya, Tak Sanggup Bantu Ortu Malah Biarkan Mereka Bekerja di Usia Tua

29 Januari 2026
Orang Madura sudah banyak kena stigma buruk di Surabaya dan Jogja. Terselamatkan berkat dua hal MOJOK.CO
Ragam

2 Hal Sederhana yang Selamatkan Wajah Madura Kami dari Stigma Buruk Maling Besi, Penadah Motor Curian, hingga Tukang Pungli

28 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gojek, gocar instant.CO

GoCar Instant di RSUP Sardjito Anti Ribet: Jawaban Buat Kamu yang Ingin Cepat, Murah, dan Tetap Aman di Jalan

12 Februari 2026
Orang dengan kesulitan ekonomi (kurang mampu atau miskin) di desa, justru paling tulus dalam kehidupan sehari-hari MOJOK.CO

Orang Miskin dan Sulit Ekonomi di Desa Justru Paling Tulus Peduli, Tapi Tak Dihargai karena Tak Bisa Bantu Materi

12 Februari 2026
Dating apps jadi pelarian menemukan pasangan untuk memulai hubungan baru

Mencari Kasih Sayang Semu di Dating Apps, Pelarian dari Kesepian dan Rasa Minder usai Sering Dikecewakan di Dunia Nyata

13 Februari 2026
Geliat open bo di MiChat saat malam Valentine: pelampiasan lewat layanan "rasa pacar" MOJOK.CO

Geliat Layanan Open BO “Rasa Pacar” di MiChat, Pelampiasan dan Upaya “Laki-laki Gagal” Mencari Validasi

14 Februari 2026
ulus Kuliah Bingung Cari Kerjaan, Temukan “Jalan Terang” saat Jadi Pelatih Sepak Bola Putri untuk Hydroplus Soccer League  

Lulus Kuliah Bingung Cari Kerjaan, Temukan “Jalan Terang” saat Jadi Pelatih Sepak Bola Putri untuk Hydroplus Soccer League  

12 Februari 2026
Imlek 2026 di Candi Prambanan dan Candi Borobudur. MOJOK.CO

Tahun Kuda Api Imlek 2026: Mencari Hoki Lewat Kartu Tarot di Antara Kemegahan Prambanan dan Borobudur

15 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.