Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Aktual

Selamat Tinggal Sepatu Bata, Terima Kasih Sudah bikin “Milenial Jelata” Seperti Kami Bisa Merasakan Punya Barang Mewah di Sekolah

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
10 Oktober 2025
A A
Ilustrasi Toko Sepatu Bata - MOJOK.CO

ilustrasi - toko sepatu Bata Indonesia hentikan produksi alas kaki. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di zaman Rafa, sepatu Bata terkenal sebagai merk yang mahal. Merangkum dari berbagai reaksi di kolom komentar Instagram, banyak netizen yang berterima kasih kepada Bata, sekaligus mengenang betapa mewahnya sepatu tersebut.

“Zaman SD tuh, Bata, Dallasm Bubblegum, merk sepatu yang wah banget kalau dipakai,” ucap salah satu akun @tikadeanita_ di kolom komentar Instagram, dikutip Jumat (10/10/2025).

“Kalau kata anak-anak sekarang begini: Anjay, pakai sandal Bata pasti anak dari orang kaya,” ujar @thirtyone_store31.

“Dulu, mau beli sepatu sekolah Bata harus tunggu tahun baru pas ada diskon, karena kualitasnya benar-benar kuat sampai dipakai bertahun-tahun. Harus dengan harga mahal baru bisa dapat,” ujar @pheiiho.

Bahkan, sampai sekarang pun harga Bata terbilang mahal bagi sebagian milenial.

“Dulu mau beli sepatu atau sandal Bata gak keturutan karena mahal, sekarang sudah besar, sudah pingin lagi beli tapi karena banyak pesaing yang lebih menarik perhatian Gen Z,” ucap avfebrynti_

“Sampai sekarang bahkan aku belum pernah punya,” ujar @bahrul.ulum94.

Bata, merk legendaris yang mulai ditekankan 

Harga Bata yang terbilang “wah” pada saat itu, bisa jadi tak terlepas dari sejarahnya. Perusahaan sepatu Bata pertama kali Didirikan di Kota Zlin, Ceko tahun 1894 oleh Tomas dan Antonin Bata. Melansir dari laman resmi Bata, pabrik sepatu tersebut baru masuk ke Indonesia tahun 1931. Bahkan, belasan tahun sebelum Indonesia merdeka.

Mulanya, Bata melakukan kerjasama dengan NV, Dutchch-Indisch sebagai importir sepatu yang beroperasi di Tanjung Priok. Enam tahun kemudian, Tomas Bata membangun pabrik Sepatu di Jalan Kalibata Raya, Jakarta Selatan. Produksi sepatu pun baru terjadi pada tahun 1940.

”Di tahun 1982, PT.Sepatu Bata, TBK terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada tanggal 24 Maret. Pada tahun 1994, konstruksi pabrik sepatu di Purwakarta telah rampung,” tulis Bata dikutip Jumat (10/10/2025).

Sayangnya, konstruksi pabrik sepatu di Purwakarta, Jawa Barat kini sudah tutup. Menurut Sekretaris Perusahaan Sepatu Bata Hatta Tutuko, perusahaannya terus merugi sehingga perusahaan tidak dapat melanjutkan produksi pabrik sepatu di Purwakarta, Indonesia.

Kerugian itu cukup memberikan efek domino, hingga akhirnya Bata Indonesia resmi menghapus kegiatan usahanya di bidang industri alas kaki untuk kebutuhan sehari-hari. Keputusan strategis tersebut tertuang dalam risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Kamis (25/9/2025).

“RUPSLB menyetujui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan untuk menghapus kegiatan usaha industri alat kaki untuk kebutuhan sehari-hari,” tulis manajemen dalam ringkasan risalah rapat, dikutip Kamis (9/10/2025).

Kalau dilihat dari laporan keuangan mereka pada semester I 2025, Bata mengalami kerugian bersih sebesar Rp40,52 miliar. Bahkan pada periode yang sama, tahun sebelumnya, mereka merugi sebesar Rp127,43 miliar. Namun penjualan bersih justru turun signifikan 38,74 persen menjadi Rp159,43 miliar, dari sebelumnya Rp260,29 miliar.

Iklan

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA:  Selamat Jalan Tupperware, Terima Kasih Telah Memberikan Trauma Masa Kecil dalam Keluarga  atau liputan Mojok lainnya di rubrik  Liputan .

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 10 Oktober 2025 oleh

Tags: batamerk sepatu mahalmilenialsepatu batasepatu bata bangkrut
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup MOJOK.CO
Ragam

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
Benarkah Freelance Lebih Menjanjikan Buat Gen Z dan Milenial di 2025?.MOJOK.CO
Ragam

Benarkah Freelance Lebih Menjanjikan Buat Gen Z dan Milenial di 2025?

16 Januari 2025
Acara TV Dunia Lain.MOJOK.CO
Ragam

Gen Z Nggak Akan Relate Sama Seramnya ‘Dunia Lain’, Malah Kini Cuma Jadi Olok-Olok karena Cringe

10 Januari 2025
sepatu bata sepi di jogja.MOJOK.CO
Ragam

Mengenang Sepatu Bata, Temani Emak-emak Kabupaten dari Remaja sampai Belikan untuk Anaknya, Sedih Kini Pabriknya Tutup

7 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

blok m jakarta selatan.mojok.co

Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign

5 Februari 2026
Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi MOJOK.CO

Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi

31 Januari 2026
KA Airlangga, KA Taksaka, Pengalaman 22 Jam Naik Kereta Api Membelah Pulau Jawa MOJOK.CO

Sebagai “Alumnus” KA Airlangga, Naik KA Taksaka Ibarat “Pengkhianatan Kelas” yang Sesekali Wajib Dicoba Untuk Kesehatan Mental dan Tulang Punggung 

30 Januari 2026
Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT MOJOK.CO

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT

2 Februari 2026
celengan investasi, ai.MOJOK.CO

Kalau Mau Bersaing di Era AI, Indonesia Butuh Investasi Energi 1 Triliun Dolar AS

30 Januari 2026
Hanya Orang “Tidak Waras” yang Mau Beli Suzuki APV MOJOK.CO

Misteri Adik Saya yang Berakal Sehat dan Mengerti Dunia Otomotif, tapi Rela Menebus Suzuki APV yang Isinya Begitu Mengenaskan

5 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.