Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Aktual

Program Beasiswa TELADAN, Solusi Mengatasi Pengangguran Sarjana dan Membangun Pemimpin Masa Depan

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
25 Juli 2025
A A
program beasiswa TELADAN.MOJOK.CO

Program Beasiswa TELADAN, Solusi Mengatasi Pengangguran Sarjana dan Membangun Pemimpin Masa Depan (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Program beasiswa TELADAN dianggap menjadi solusi dalam mengatasi masalah pengangguran sarjana yang saat ini menjadi fenomena gunung es di Indonesia. Kurikulumnya yang “unik”, juga menyiapkan para scholars-nya menjadi pemimpin masa depan.

***

Angka pengangguran lulusan perguruan tinggi di Indonesia masih menjadi tantangan yang kompleks. Data menunjukkan bahwa belum semua lulusan perguruan tinggi, khususnya sarjana (S1), mendapatkan pekerjaan. 

Bahkan, menurut data Kementerian Ketenagakerjaan dalam “Kajian Tengah Tahun (KTT) INDEF 2025, disebutkan bahwa ada lebih dari satu juta sarjana yang masih menganggur di Indonesia. Ada pula temuan lain yang makin memperparah situasi tersebut: mismatch antara kurikulum pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja. 

Menjawab tantangan itu, Tanoto Foundation menghadirkan program beasiswa TELADAN sebagai solusi. Head of Leadership Development & Scholarship Tanoto Foundation, Michael Susanto, menjelaskan bahwa TELADAN merupakan program unggulan yayasan yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan bagi mahasiswa. 

Nama TELADAN sendiri merupakan akronim dari “Transformasi Edukasi untuk Melahirkan Pemimpin Masa Depan”. 

Berbeda dengan program beasiswa pada umumnya, TELADAN tidak hanya memberikan bantuan dana pendidikan, melainkan juga sebuah platform pelatihan kepemimpinan yang terstruktur dan berjenjang.

“Sebab, kami menyadari bahwa dengan memberikan akses saja, itu tidak cukup untuk melahirkan pemimpin masa depan,” ujar Michael kala ditemui di Kantor RAPP, Pangkalan Kerinci, Riau, Jumat (25/7/2025).

Kurikulum unik

Pernyataan Michael bukan sekadar asumsi. Sebab, berdasarkan riset yang dilakukan dilakukan Tanoto Foundation pada 2017,  ditemukan bahwa untuk menjadi pemimpin dan berkontribusi kepada masyarakat, lulusan perguruan tinggi membutuhkan soft skills.

Studi tersebut mengungkapkan bahwa kesuksesan seseorang di dunia kerja 85 persen ditentukan oleh soft skills yang dimilikinya. Misalnya seperti kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi.

Oleh karena itu, menurut Michael, program beasiswa TELADAN dirancang dengan kurikulum yang unik. Program pelatihan berlangsung selama 3,5 tahun; dimulai dari semester 2 hingga semester 8.

program beasiswa TELADAN.MOJOK.CO
Michael Susanto saat memberi penjelasan mengenai program beasiswa TELADAN, Jumat (25/7/2025). (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Program ini sendiri memiliki tiga blok pengembangan yang saling berkesinambungan. Pertama, ada Lead Self. Ini merupakan tahap awal di mana para penerima beasiswa, yang disebut Tanoto Scholars, belajar untuk mengenal diri sendiri. Termasuk kekuatan, kelemahan, hingga cara mereka mengambil keputusan.

Kedua, lanjut Michael, adalah Lead Others. Pada tahap ini, Tanoto Scholars didorong untuk berkontribusi kepada masyarakat melalui proyek-proyek sosial. Mereka dilatih untuk bekerja sama dengan komunitas dan pemerintah daerah dalam mencari solusi atas permasalahan sosial.

“Sementara yang ketiga ada Professional Preparation. Ia merupakan blok terakhir yang mempersiapkan Tanoto Scholars memasuki dunia kerja. Di sini mereka mendapatkan kesempatan magang, pelatihan bisnis, dan bimbingan untuk membangun profil profesional.

Iklan

Bedanya beasiswa TELADAN dengan program beasiswa lain

Michael juga menekankan, bahwa salah satu perbedaan mendasar program TELADAN dengan beasiswa lain adalah adanya nilai “pay it forward” yang terintegrasi secara utuh dalam program. Hal ini, kata Michael, sejalan dengan keyakinan keluarga Sukanto Tanoto bahwa setiap individu yang mendapatkan sesuatu harus berkontribusi kembali kepada masyarakat.

“Meskipun tidak ada ‘ikatan dinas’, para Tanoto Scholars diharapkan untuk selalu berkontribusi kepada masyarakat setelah lulus,” jelasnya.

Saat ini, Program Teladan terbuka untuk mahasiswa dari 10 universitas mitra yang tersebar di Sumatera, Jawa, dan Sulawesi.  Antara lain perguruan tinggi tersebut antara lain IPB University, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Indonesia, Universitas Sumatera Utara, Institut Teknologi Bandung, Universitas Hasanuddin, Universitas Mulawarman, dan Universitas Riau.

Mereka yang terpilih berasal dari berbagai jurusan dan latar belakang sosial ekonomi. 

“Saya berharap, program beasiswa TELADAN dapat menjadi model pengembangan kepemimpinan yang dapat direplikasi dan diadopsi oleh berbagai pihak, sehingga semakin banyak mahasiswa Indonesia yang siap menjadi pemimpin masa depan dan berkontribusi secara nyata bagi bangsa,” pungkasnya.

Pendaftaran Program Beasiswa TELADAN dibuka mulai 1 Juli hingga 7 September 2025. Untuk informasi lengkap dan pendaftaran, kunjungi tautan berikut.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Masa Kuliah adalah “Golden Time” untuk Membentuk Pemimpin Berdampak, Pelajaran dari Pangkalan Kerinci Riau atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 27 Juli 2025 oleh

Tags: beasiswa s1beasiswa teladaninfo beasiswaprogram beasiswa tanoto foundationprogram beasiswa teladan
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Beasiswa Kepemimpinan TELADAN Tanoto Foundation beri bekal soft skills untuk mahasiswa menyongsong dunia kerja setelah lulus dari perguruan tinggi MOJOK.CO
Kampus

Soft Skills untuk Mahasiswa agar Tak Gagap di Dunia Kerja, Dari Kedai Kopi hingga Organisasi Filantropi

21 November 2025
Beasiswa KIP Kuliah di Tangan yang Tepat: Jadi 2 Bisnis Berkembang meski Dikhianati-Diremehkan, Malah Tak Lupa Kasih “Bantuan” MOJOK.CO
Kampus

Beasiswa KIP Kuliah di Tangan yang Tepat: Jadi 2 Bisnis Berkembang meski Dikhianati-Diremehkan, Malah Tak Lupa Kasih “Bantuan”

27 Oktober 2025
Beasiswa kuliah S1 Sleman Pintar di Amikom. MOJOK.CO
Kampus

Tak Pernah Malu Kuliah di “Kampus Elite” dengan Beasiswa, Mahasiswa Ini Justru Dapat Pelajaran Berharga

14 Oktober 2025
beasiswa kuliah. MOJOK.CO
Ragam

Kuliah Modal Beasiswa, tapi Malah “Durhaka” ke Orang Tua: Dulu Dibanggakan, Kini Menyakitkan

17 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sejahtera ekonomi di Negeri Jiran ketimbang jadi WNI. Tapi berat terima tawaran lepas paspor Indonesia untuk jadi WN Malaysia MOJOK.CO

WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!

21 Februari 2026
kuliah di austria, rasisme.MOJOK.CO

Kuliah di Austria Bikin Kena Mental: Sistem Pendidikannya Maju, tapi Warganya “Ketus” dan Rasis

20 Februari 2026
Bukber, ASN, kantor.MOJOK.CO

Ikut Bukber Kantor di Acara ASN Itu Bikin Muak: Isinya Orang Cringe dan Seksis yang Bikin Risih, tapi “Haram” Buat Ditolak

22 Februari 2026
Motor Vespa Matic Primavera 150 warna hijau toska

Beli Vespa Mahal-mahal sampai Rp50 Juta, tapi Tak Paham Fungsinya, Dibeli karena Warnanya Lucu

19 Februari 2026
Ijazah S1 jurusan Sastra Indonesia dari PTN terbaik di Jawa Timur alami penolakan 150 lamaran kerja. Buat pekerjaan freelance aja tidak bisa hingga jadi beban keluarga MOJOK.CO

Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa

21 Februari 2026
Perempuan Jawa Timur kerja di luar negeri rata-rata menjadi ART dan perawat lansia (Caregiver) di Taiwan karena mudah dan gaji besar MOJOK.CO

Susah Payah Kerja di Taiwan: Gaji Rp13 Juta tapi Hampir Gila, Keluarga Tak Pernah Peduli Kabar tapi Cuma Peras Uang

24 Februari 2026

Video Terbaru

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026
Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

19 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.