Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Aktual

TPS3R Karangmiri Milik Pemkot Jogja Meresahkan: 100 Persen Ditolak Warga Jagalan Bantul Karena Pembangunannya Asal Terobos

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
5 Juni 2024
A A
TPS3R Karangmiri Milik Pemkot Jogja Meresahkan: 100 Persen Ditolak Warga Jagalan Bantul Karena Pembangunannya Asal Terobos.MOJOK.CO

Ilustrasi TPS3R Karangmiri Milik Pemkot Jogja Meresahkan: 100 Persen Ditolak Warga Jagalan Bantul Karena Pembangunannya Asal Terobos (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sudah tiga hari ke belakang, bau tak sedap menyerang warga Kelurahan Jagalan, Banguntapan, Bantul. Muaranya adalah pembangunan Penyelenggaraan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di Karangmiri milik Pemkot Jogja.

Tempat yang rencananya bakal difungsikan untuk pengelolaan persampahan pada skala komunal tersebut, lokasinya berbatasan langsung dengan Sungai Gajahwong dan Kelurahan Jagalan.

Meski proses pembangunan masih berlangsung–terbukti dari para pekerja yang masih hilir mudik–sejak 1 Juni 2024 lalu TPS3R sudah difungsikan, meski skalanya masih uji coba. Beberapa viar beberapa kali terlihat menyetor sampah.

Akibat aktivitas tersebut, warga sekitar melakukan berbagai upaya penolakan. Berdasarkan pantauan Mojok, sejumlah spanduk penolakan dipasang oleh warga. Beberapa di antaranya di atas jembatan Sungai Gajahwong, dan beberapa lagi tepat di depan bangunan TPS3R  Karangmiri.

TPS3R Karangmiri Milik Pemkot Jogja Meresahkan: 100 Persen Ditolak Warga Jagalan Bantul Karena Pembangunannya Asal Terobos.MOJOK.CO
Spanduk bertuliskan “Jagalan Melawan” dibentangkan warga sebagai bentuk protes atas pembangunan TPS3R yang dianggap bermasalah. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Kendati demikian, penolakan ini bukan tanpa alasan. Salah seorang warga Jagalan, Amri Perdana Kusuma (24), kepada Mojok menjelaskan bahwa ada banyak masalah terkait pembangunan tempat penampung sampah tersebut.

Lokasinya “ilegal”, pembangunannya pun tak ada sosialisasi kepada warga

Secara administratif, TPS3R Karangmiri adalah milik Pemkot Jogja. Namun, secara wilayah, ia dibangun di atas lahan yang lokasinya masuk wilayah Kalurahan Jagalan, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul.

Hal inilah yang kemudian dipermasalahkan masyarakat Jagalan. Khususnya di Sayangan, padukuhan yang paling terdampak.

Amri menceritakan, ia dan banyak warga lain sebagai penghuni permukiman yang paling terdampak, tak pernah mendapatkan sosialisasi terkait pembangunan TPS3R.

Warga baru mengetahui kalau bangunan tersebut merupakan tempat pengolahan sampah setelah ada orang yang mendatangi lokasi tersebut.

“Kita awalnya nggak tahu itu bangunan apa. Boro-boro sosialisasi, minimal pemberitahuan kepada warga pun tak ada,” jelasnya, Rabu (5/6/2024).

“Jelas ketika tahu kalau itu tempat pengolahan sampah warga jadi kaget,” imbuhnya.

Bahkan, sudah sejak tiga hari yang lalu pun beberapa viar mulai berdatangan mengangkut sampah ke lokasi TPS3R.

Menebar bau tak sedap dan mengancam cemari sungai

Meski berdiri di sebuah lahan kosong yang cukup jauh dari permukiman, menurut Amri TPS3R tersebut tetap saja mengganggu warga. Pasalnya, kendaraan-kendaraan pengangkut sampah, mau tak harus melintasi permukiman ketika akan menyetor.

Kata Amri, sejak awal Juni 2024 lalu, total sudah ada lima viar yang datang mengangkut sampah. Katanya, bau sampah yang melintas tersebut “seperti menempel di hidung warga”.

Iklan

“Jelas ini ganggu banget. Bayangin, baru juga lima viar lho, tapi udah menyengat banget,” ujarnya.

Warga Jagalan Bantul 100 Persen Tolak TPS3R Karangmiri Milik Pemkot Jogja Karena Lokasinya Tak Sesuai dan Mengganggu Masyarakat.MOJOK.CO
TPS3R milik Pemkot Jogja dibangun di lahan yang masuk wilayah Jagalan, Bantul. Prosesnya pun tanpa ada sosialisasi ke warga (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Bau sampah dari TPS3R itu bahkan masih bisa tercium dalam radius 500 meter. Alhasil, banyak warga yang sedang menjalani aktivitas harian atau sekadar ingin nongkrong jadi terganggu.

Tak hanya itu, Amri juga menyoroti potensi pencemaran Sungai Gajahwong, yang mana lokasi TPS3R dekat aliran air. Padahal, sungai ini biasa digunakan warga untuk mencari ikan dan aktivitas lainnya. 

“TPS3R-nya langsung nyentuh muka sungai. Mustahil kalau tak ada limbah yang masuk ke sungai.”

Warga 100 persen menolak TPS3R Karangmiri

Hingga tulisan ini tayang, belum ada penjelasan dari pihak Pemkot Jogja terkait polemik tersebut.

Sementara itu, ditemui Mojok di UGM pada Rabu (5/6/2024) sore, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Keruangan Lingkungan Hidup DLHK DIY Sjamsu Agung Widjaja menyebut bahwa masalah tersebut hanya perkara komunikasi.

Ia meminta warga Jagalan agar menahan diri sampai ada mediasi antara pemerintah Bantul dan Jogja. “Semua pasti sudah dikomunikasikan,” ungkapnya singkat.

Adapun, Amri menyebut, berdasarkan berbagai pertimbangan tadi, warga menolak 100 persen pembangunan TPS3R di wilayahnya. Ia meminta agar pengambil kebijakan dapat mengentikan proses pembangunan yang hingga hari ini masih berlangsung.

Per Rabu (5/6/2024), total sudah ada 200 warga Jagalan yang menandatangani petisi penolakan TPS3R Karangmiri. “Besok [Kamis] bakal akan ada pertemuan dengan pihak DLH DIY. Semoga ada jalan tengah. Jika tetap buntu, warga akan melakukan aksi penolakan yang lebih besar lagi. Rencananya tanggal 12 Juni,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA Jogja Darurat Sampah, Monumen Ketidakbecusan Pemerintah yang Terus Meminta Waktu untuk Belajar. Mahasiswa 5 Tahun Gagal Saja DO, Pemerintah Minta Sabar?

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 5 Juni 2024 oleh

Tags: kota jogjapemkot jogjasampahsampah jogjatps3rtps3r karangmiritps3r karangmiri jogja
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

flu.mojok.co
Aktual

Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19

9 Januari 2026
Tinggal di kos murah Taman Siswa (Tamsis) Jogja: Malam-malam ada suara ceplak-ceplok, saling pukul di kamar, hingga terusir gara-gara sengketa warisan MOJOK.CO
Ragam

Sewa Kos Rp350 Ribu Berdinding Triplek di Tamsis Kota Jogja, Bonus Suara “Ceplak-ceplok” Tengah Malam hingga Terusir Gara-gara Sengketa Warisan

6 Januari 2026
bedah rumah
Ragam

Bedah Rumah, Harapan Baru Warga Kota Jogja Memiliki Hunian Layak

3 November 2025
Roti kembang waru, kuliner tradisional Kotagede yang bisa jadi pilihan oleh-oleh khas dari Kota Jogja MOJOK.CO
Kilas

Oleh-oleh Khas Jogja Tak Cuma Bakpia, Ada Roti Tradisional Legend Sejak Zaman Mataram Islam

21 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa. MOJOK.CO

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

12 Januari 2026
Film Semi Jepang Bantu Mahasiswa Culun Lulus dan Kerja di LN (Unsplash)

Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

14 Januari 2026
alfamart 24 jam.MOJOK.CO

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026
kekerasan kepada siswa.MOJOK.CO

Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 

15 Januari 2026
Keluar dari organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) PMII, dicap pengkhianat tapi lebih sukses MOJOK.CO

Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik

13 Januari 2026
Dosen Profesi Nelangsa, Gaji Kalah sama Ngajar Anak SD (Unsplash)

Gelap Masa Depan Dosen, Lulusan S2 Jogja Mending Ngajar Anak SD di Surabaya yang Lebih Menjanjikan dari sisi Gaji

12 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.