Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Aktual

Pedagang Pasar Godean Geruduk Kantor DPRD Sleman: Menolak Dipindah Paksa Karena Fasiltas Belum Siap dan Sikap Pemkab Sleman yang Tak Jelas

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
25 September 2024
A A
Pedagang Pasar Godean Geruduk Kantor DPRD Sleman: Menolak Dipindah Paksa Karena Fasiltas Belum Siap dan Sikap Pemkab Sleman yang Tak Jelas.MOJOK.CO

Ilustrasi Pedagang Pasar Godean Geruduk Kantor DPRD Sleman: Menolak Dipindah Paksa Karena Fasiltas Belum Siap dan Sikap Pemkab Sleman yang Tak Jelas (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ratusan pedagang Pasar Godean menggeruduk Kantor DPRD Sleman pada Rabu (25/9/2024). Tiga poin tuntutan mereka layangkan. Termasuk menolak dipindah paksa karena merasa tak ada kejelasan dari Pemkab.

***

Koordinator aksi demonstrasi pagi tadi, Paryanto, mengaku bingung dengan sikap pemerintah kabupaten Sleman. Bagaimana tidak, sebelumnya ia belum mendapat sosialisasi terkait pemindahan para pedagang dari pasar darurat (pasar sementara) ke Pasar Induk Godean.

Seperti diketahui, sejak Juni 2023 lebih dari seribu pedagang Pasar Godean direlokasi ke pasar sementara yang berlokasi di Kelurahan Sidoluhur karena akan dilakukan revitalisasi. Akhir Agustus 2024 lalu, Presiden Jokowi kemudian meresmikan Pasar Induk Godean yang sudah selesai direvitalisasi.

Kendati demikian, proyek revitalisasi yang memakan anggaran APBN sebesar Rp89 miliar itu belum sepenuhnya siap ditempati. Bahkan, dari informasi yang Paryanto terima, pemindahan pedagang sangat sulit untuk dilakukan dalam waktu dekat. Malah awalnya baru akan dilakukan tahun depan.

“Tapi kami dipaksa pindah di bulan depan, antara tanggal 7 sampai 12 Oktober ini. Orang pemkab datang, marah-marah sambil memaksa. Pedagang jadi ketakutan” ujar Paryanto, saat ditemui Mojok setelah selesainya aksi.

“Maka dari itu, kami menggelar aksi demonstrasi ke sini, ke DPRD Sleman. Kami menolak sekaligus menuntut kejelasan. Bahkan hari ini 80 persen pedagang nggak jualan, tutup semua,” imbuhnya.

Poin tuntutan, minta perbaikan fasilitas sampai jaminan keamanan

Paryanto mengungkapkan, memang di Pasar Godean Sementara dirinya mengalami penurunan pendapatan. Ia pun sangat menyambut baik apabila dapat kembali ke pasar induk dengan harapan omzet bisa kembali stabil.

Namun, pedagang tahu ini menegaskan, dia dan ratusan pedagang lain hanya mau pindah apabila fasilitas telah lengkap.

“Sekarang saja belum siap fasilitasnya, malahan kemarin masih ada garis polisi, belum boleh masuk. Kok sekarang udah disuruh pindah,” tukasnya.

Dalam aksi demonstrasi pagi tadi, para pedagang akhirnya bisa menemui Ketua sementara DPRD Sleman, Gustan Nanda, untuk audiensi. Salah seorang perwakilan pedagang, Bayu, masuk ke gedung untuk audiensi sedangkan ratusan yang lain menunggu di luar.

Pedagang Pasar Godean Geruduk Kantor DPRD Sleman: Menolak Dipindah Paksa Karena Fasiltas Belum Siap dan Sikap Pemkab Sleman yang Tak Jelas.MOJOK.CO
Para pedagang Pasar Godean lain menunggu di luar gedung saat perwakilan mereka audiensi dengan Ketua DPRD Sleman (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Berdasarkan hasil audiensi, Bayu menyebut bahwa ada beberapa poin yang ia sampaikan. Mulai dari soal parkiran, jaminan keamanan pedagang, hingga troli sebagai tempat menaruh dagangan.

“Tuntutan yang pedagang inginkan itu salah satunya adalah parkir. Karena dengan adanya parkir insyaallah akan nyaman,” ujarnya.

“Selanjutnya soal gledek. Kenapa gledek? Gledek itu kan tempat untuk untuk menyimpan barang, kalau yang punya kios punya rolling door. Nah, kalau kami itu lot terbuka, jadi kita harus buat pagar penutup pakai strimin dan sebagainya, itu butuh modal banyak,” imbuhnya.

Iklan

Poin selanjutnya, adalah troli untuk membantu distribusi saat jualan. Sementara poin terakhir adalah menghentikan sosialisasi.

“Kenapa sosialisasi ini dihentikan, karena dari poin 1,2,3 belum siap. Karena belum ada kejelasan dari pihak pemerintah. Kami mau ditempatkan di mana belum tahu kok sudah disosialisasikan untuk segera pindah dalam waktu dekat,” ucapnya.

Berharap pindah setelah lebaran 2025

Bayu menyebut bahwa aksi pagi tadi adalah bentuk dari rasa geram para pedagang. Dia bilang selama ini pihaknya sudah beberapa kali melakukan mediasi dengan Pemkab Sleman, tapi selalu buntu. 

Pedagang menginginkan untuk pindah paling cepat tahun depan. Sementara Pemkab Sleman tetap meminta agar pedagang pindah di 2024 ini.

“Dengan perpindahan yang cepat ini untuk kami jujur belum siap. Untuk bangunan juga belum siap dan perlu digaris bawahi bahwa kemarin banyak temuan bahwa pasar itu masih banyak kebocoran. Artinya, belum layak untuk dihuni, kita sudah disuruh segera pindah,” tegasnya.

“Kami berharap perpindahan pasar ini di 2025, dan harapan kami kalau bisa setelah Lebaran. Karena Lebaran jujur kami momen penting, kami butuh modal banyak, kami mohon hentikan sosialisasi pemindahan pedagang Pasar Godean,” tegasnya.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA Menjawab Misteri Dua Makam Tua di Pasar Godean

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 25 September 2024 oleh

Tags: Demodprd slemangodeanpasar godeanpedagang pasar godeanpilkada slemansleman
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya Penuh Derita, Nyawa Terancam (Unsplash)
Pojokan

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Niatnya Ingin Tenang Berakhir Penuh Derita dan Nyawa Terancam

13 Maret 2026
Anak rantau di Jogja pilih jadi marbot. MOJOK.CO
Sehari-hari

Derita Anak Rantau di Jogja: Sulit Cari Kos Murah, Nyaris Terjebak Dunia Gelap, hingga Temukan “Berkah” di Masjid

6 Maret 2026
Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co
Pojokan

Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali

27 Februari 2026
Bisnis coffe shop, rumah dekat kafe, jogja.MOJOK.CO
Urban

Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur

26 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gaji Cuma 8 Juta di Jakarta Jaminan Derita, Tetap Miskin dan Stres MOJOK.CO

Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin

19 Maret 2026
Mudik Gratis dari BUMN 2026. MOJOK.CO

Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

18 Maret 2026
mudik gratis Lebaran dari Pertamina. MOJOK.CO

Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya

19 Maret 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Nasib Suram Pekerja Jakarta Rumah di Bekasi, Dituntut Bekerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

17 Maret 2026
Kerja Jakarta, Tinggal Bekasi Pulang Jogja Disambut UMR Sialan (Unsplash)

Kerja di Jakarta, Tinggal di Bekasi Rasanya Mau Mati di Jalan: Memutuskan Pulang ke Jogja Disambut Derita Baru Bernama UMR Jogja yang Menyedihkan Itu

16 Maret 2026
Bus ekonomi jalur Jogja Jambi menyiksa pemudik. MOJOK.CO

Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.