Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Aktual

Mahasiswa UNISA Jogja Alami Kekerasan dalam Hubungan Asmara, Kampus Ancam DO Pelaku

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
10 Februari 2026
A A
unisa jogja, kekerasan dalam hubungan.MOJOK.CO

Ilustrasi - Kekerasan dalam Hubungan Asmara (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dunia pendidikan di Kota Pelajar kembali tercoreng. Pada awal Februari 2026, publik dikejutkan oleh mencuatnya kasus dugaan kekerasan dalam hubungan asmara (abusive relationship) yang melibatkan dua mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Jogja.

Kasus ini bukan sekadar pertengkaran biasa, melainkan dugaan penganiayaan fisik berat yang memicu kemarahan netizen hingga memaksa pihak kampus dan kepolisian turun tangan.

Bermula dari curhatan kakak di media sosial

Tabir gelap hubungan asmara sesama mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) ini tersingkap pada Rabu (3/2/2026). Adalah akun media sosial X bernama @AgiKristianto yang pertama kali menyuarakan ketidakadilan yang dialami adiknya. Sebagai kakak kandung korban, ia tak terima adiknya disiksa dan meminta keadilan publik.

Dalam unggahan yang seketika menjadi viral tersebut, sang kakak membeberkan bukti-bukti mengerikan. Ia menyertakan foto dan video yang memperlihatkan luka fisik pada tubuh korban. 

Narasi yang ia bangun pun sangat jelas: “Seorang mahasiswa UNISA YOGYAKARTA telah melakukan pidana kekerasan terhadap adik perempuan saya. Memukul, menyiksa, tolong pelaku diadili,” tulis akun yang terpantau telah dikunci itu, dikutip Selasa (10/2/2026).

Publik semakin geram ketika rincian penyiksaan terungkap. Berdasarkan bukti yang tersebar, korban diduga mengalami serangkaian kekerasan fisik yang sadis. 

Korban tidak hanya dipukul, tetapi juga dijambak rambutnya, diseret ke kamar mandi, hingga disiram air. Lebih memilukan lagi, terdapat dugaan bahwa tangan dan tulang ekor korban diinjak oleh pelaku.

Video lain yang beredar memperlihatkan seorang pemuda–yang diduga pelaku–tengah bersujud di hadapan seorang perempuan, seolah memohon ampunan atas perbuatannya. Namun, bukti kekerasan berupa memar di wajah dan tangan korban telah memicu kecaman luas dari publik.

Identitas pelaku diungkap warganet

Tak butuh waktu lama bagi warganet dan pihak terkait untuk mengidentifikasi siapa sosok di balik aksi kekerasan tersebut. Pihak UNISA Jogja mengonfirmasi bahwa pelaku adalah mahasiswa aktif mereka. 

Pelaku diidentifikasi bernama Adi Haryanto (AH), seorang mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan angkatan 2022. Ironisnya, korban juga merupakan mahasiswa dari fakultas yang sama dan tercatat sedang menempuh semester delapan, sama seperti pelaku.

Latar belakang pelaku pun turut terungkap ke publik. Adi Haryanto diketahui berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan disebut-sebut merupakan anak dari seorang Kepala Desa di Kecamatan Lambu. 

Statusnya sebagai mahasiswa kesehatan–yang seharusnya menjunjung tinggi nilai kemanusiaan–justru menjadi sorotan tajam karena perilakunya yang bertolak belakang dengan etika profesi.

Merespons kegaduhan ini, pihak kampus bergerak cepat. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FIKES UNISA, Prof. Wantonoro, segera memanggil AH untuk dimintai klarifikasi. Dalam pertemuan tertutup dengan pihak rektorat, AH tak bisa mengelak.

“Pelaku sudah kami panggil ke kampus dan mengakui perbuatannya serta menyadari bahwa perilaku tersebut merupakan hal yang tidak pantas,” ujar Wantonoro. Pengakuan ini menjadi validasi atas tuduhan yang beredar di media sosial, bahwa kekerasan tersebut memang nyata terjadi.

Iklan

Sikap tegas UNISA Jogja: skorsing hingga ancaman DO

Mengutip laporan Kumparan, UNISA Jogja menegaskan posisi mereka yang tidak menoleransi segala bentuk kekerasan. Setelah melakukan penelaahan langsung kepada pelaku dan korban, serta memverifikasi bukti-bukti digital, pihak kampus akhirnya menjatuhkan sanksi akademik.

Melalui Surat Keputusan (SK) Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Nomor 26/FIKES-UNISA/KD/II/2026, kampus secara resmi menjatuhkan sanksi skorsing selama dua semester kepada AH. Sanksi ini ditandatangani langsung oleh Dekan FIKES, Dewi Rokhanawati.

Namun, hukuman tidak berhenti di situ. Kampus memberikan ultimatum keras. Jika dalam proses hukum yang sedang berjalan nantinya pelaku terbukti bersalah dan dijatuhi hukuman pidana yang berkekuatan hukum tetap (inkrah), maka status kemahasiswaannya akan dicabut selamanya.

“Jika dalam perkembangannya pelaku secara inkrah dijatuhi hukuman pidana, maka sanksi skorsing pada ketetapan pertama berubah menjadi sanksi Drop Out (DO),” tegas Dewi Rokhanawati dalam keterangan tertulisnya, dikutip Selasa (10/2/2026). 

Klaim kampus, langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab institusi untuk menjaga marwah akademik dan menjamin keamanan lingkungan kampus.

Dibawa ke ranah hukum

Meski pihak kampus telah mendorong penyelesaian secara kekeluargaan–pelaku diminta meminta maaf langsung kepada korban dan keluarganya–proses hukum tetap berjalan. Keluarga korban yang tidak terima dengan perlakuan sadis tersebut telah resmi melaporkan AH ke pihak berwajib.

Kasus ini kini berada di tangan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sleman. Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun, membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut.

“Perkara sudah ditangani Satreskrim Polresta Sleman. Proses masih tahap penyelidikan guna mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti yang diperlukan,” jelas Salamun. 

UNISA Jogja berkomitmen pada pemulihan trauma korban

Di tengah riuh sanksi dan proses hukum, kondisi korban menjadi perhatian utama. Pihak UNISA Jogja menyadari bahwa kekerasan fisik dan verbal yang dialami mahasiswanya dapat meninggalkan trauma mendalam.

Sebagai bentuk dukungan, perwakilan kampus telah mengunjungi kediaman korban untuk memberikan dukungan moral. Tak hanya itu, UNISA juga mengerahkan Biro Layanan Psikologis (BLP) untuk memberikan pendampingan intensif. Tujuannya adalah memastikan korban pulih, baik secara fisik maupun psikis, sehingga kelak dapat kembali melanjutkan kuliah dengan rasa aman dan nyaman,.

“Harapan kami korban sehat, semoga bisa melanjutkan kuliah dengan aman,” tutur Wantonoro. Pendampingan ini juga diawasi oleh Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) UNISA Jogja, yang bertugas mengawal kasus ini agar berjalan sesuai koridor perlindungan korban.

Desakan BEM: “Jangan ada toleransi”

Kasus ini juga memantik reaksi dari sesama mahasiswa. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNISA Jogja menyatakan keprihatinan mendalam. Presiden Mahasiswa BEM UNISA, Lukmannul Hakim, mendesak agar sanksi yang diberikan benar-benar memberikan efek jera, mengingat pelaku dan korban adalah mahasiswa tingkat akhir yang sudah cukup lama menjalin hubungan.

“Kami terus mendorong dan mengawal agar pihak kampus memiliki ketegasan dalam bersikap,” ujar Lukman. 

Ia menilai, tindakan penganiayaan, apapun motifnya, tidak dapat dibenarkan. BEM juga berupaya membangun komunikasi antarpihak melalui kementerian pemberdayaan perempuan mereka, sembari berharap kasus ini menjadi pelajaran mahal bagi seluruh civitas akademika tentang pentingnya relasi yang sehat dan bebas kekerasan.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 10 Februari 2026 oleh

Tags: kekerasan dalam hubungan asmaraMahasiswa JogjaMahasiswa UNISA JogjaUnisaUNISA JogjaUniversitas ‘Aisyiyah (UNISA) Jogja
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Tabungan penting, tapi mahasiswa Jogja yang masih harus irit demi makan kesulitan menabung
Sehari-hari

Tabungan Itu Penting, Tapi Mahasiswa Jogja yang Masih Harus Gali Lubang Tutup Lubang Demi Makan Mana Bisa

10 Februari 2026
Banjir sumatra, Nestapa Tinggal di Gayo Lues, Aceh. Hidup Waswas Menanti Bencana. MOJOK.CO
Aktual

Perantau Aceh di Jogja Hidup Penuh Ketidakpastian, tapi Merasa Tertolong Berkat ‘Warga Bantu Warga’

10 Desember 2025
Beasiswa Kepemimpinan TELADAN Tanoto Foundation beri bekal soft skills untuk mahasiswa menyongsong dunia kerja setelah lulus dari perguruan tinggi MOJOK.CO
Kampus

Soft Skills untuk Mahasiswa agar Tak Gagap di Dunia Kerja, Dari Kedai Kopi hingga Organisasi Filantropi

21 November 2025
Kenangan mahasiswa di Jogja dengan pensiun dokter. MOJOK.CO
Sosok

Kebaikan Seorang Pensiunan Dokter yang Dikenang Mahasiswa Jogja, Berikan Tempat Inap Gratis hingga Dianggap Seperti Keluarga

25 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik MOJOK.CO

Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik

4 Februari 2026
Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Selatan menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun ke-42 sebagai momentum strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif dan kolaboratif MOJOK.CO

BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan

7 Februari 2026
Lolos Unair lewat jalur golden ticket tanpa SNBP. MOJOK.CO

Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP

7 Februari 2026
self reward.mojok.co

Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

6 Februari 2026
s2, kicau mania mojok.co

Lulusan S2 di Jogja Memilih Jadi “Kicau Mania” karena Susah Dapat Kerja, Memelihara Burung Obat Stres Terbaik Saat Nganggur

10 Februari 2026
Innova Reborn, Mobil Terbaik Toyota dan Zenix Tetap Menyedihkan MOJOK.CO

Innova Reborn Mobil Terbaik Sepanjang Masa, Toyota Saja Tidak Rela Menyuntik Mati dan Zenix Tetap Saja Menyedihkan

10 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.