Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Aktual

Gibran Bilang Solo Sudah Diguyur Proyek Sebelum Dia Memimpin, Benarkah?

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
23 Desember 2023
A A
Gibran Bilang Solo Sudah Diguyur Proyek Sebelum Dia Memimpin, Benarkah? MOJOK.CO

Gibran Bilang Solo Sudah Diguyur Proyek Sebelum Dia Memimpin, Benarkah?

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, mengklaim Kota Solo sudah diguyur banyak proyek nasional sejak sebelum ia memimpinnya. Klaim itu Gibran sampaikan saat menjawab pertanyaan cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar, dalam debat kedua Pemilu 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (22/12/2023) malam.

Dalam acara debat tersebut, Cak Imin bertanya soal tips dan trik agar proyek besar pusat masuk ke daerah, dalam hal ini daerah yang Gibran pimpin, yakni Kota Solo. 

Menanggapi pertanyaan tersebut, Gibran menjawab bahwa Indonesia selama kepemimpinan ayahnya, yakni Presiden Jokowi, sudah memulai pemerataan pembangunan. Kata Gibran, proyek yang pemerintah pusat bangun bukan hanya Solo saja, tapi 53 persen investasi sudah ada di luar Jawa.

“Kalau kita ingin fair ya, Gus, jumlah anggaran yang digelontorkan ke Solo sebelum saya jadi Wali Kota, ini jauh lebih besar. Saya tahu lah arah pertanyaannya kemana,” ujar Gibran.

Lantas, benarkah Kota Solo sudah mulai terguyur banyak proyek dari pusat sebelum Gibran memimpin? Berdasarkan catatan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) yang telah diolah Katadata, Mojok berusaha mengecek kebenaran klaim tersebut.

Proyek pusat di Kota Solo selama kepemimpinan Gibran

Jika kita melihat laman Pemkot Solo, ada 16 prioritas pembangunan selama pemerintahan Gibran di Kota Solo. Proyek-proyek itu antara lain pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Islamic Center, rel layang Simpang Tujuh Joglo, Shelter Manahan, Museum of Culture and Technology, PLTSa Putri Cempo, hingga penataan kawasan kumuh Semanggi-Mojo.

Selain itu, ada juga beberapa kegiatan revitalisasi dalam 16 prioritas pembangunan itu. Meliputi proyek revitalisasi Technopark, ngarsopuro dan koridor Gatot Subroto, Pura Mangkunegaran, Kebun Binatang Jurug, Lokananta, Taman Balekambang Solo, Sentra IKM Mebel Gilingan, Pasar Jongke, dan GOR Indoor Manahan.

Itu baru yang masuk prioritas Gibran. Selama masa kepemimpinannya, yakni 2021-2023, total ada 32 proyek yang dijalankan dengan besar anggaran Rp2 triliun. Uang ini diperoleh dari kucuran dana Anggaran Dasar dan Belanja Negara (APBN).

Artinya, Gibran rata-rata menjalankan 10 proyek dengan anggaran sekitar Rp667 miliar per tahunnya. Lantas, seperti apa perbandingannya dengan masa kepemimpinan sebelum dia?

Masa kepemimpinan FX Rudy lebih banyak dan besar

Mojok membatasi perbandingan ini dengan masa kepemimpinan FX Hadi Rudyatmo (FX Rudy) yang menjabat dari 2016-2021. 

FX Rudy sendiri merupakan politisi PDIP yang menjadi Wakil Wali Kota Solo mendampingi Jokowi (2005-2012). Kemudian saat Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta, ia naik menggantikan posisinya hingga Pilkada 2015. 

Selanjutnya pada Pilkada 2015, ia berhasil menang dan menjadi wali kota Solo dengan masa jabatan 2016-2021. Mojok sendiri hanya menghitung jumlah dan nilai proyek di lima tahun periode pemerintahannya itu.

Berdasarkan catatan, total ada 60 proyek dengan nilai kontrak Rp3,55 triliun selama masa kepemimpinan FX Rudy. Artinya, rata-rata ada 12 proyek dengan nilai Rp710 miliar per tahunnya.

Dengan demikian, jumlah dan nilai proyek pada masa FX Rudy masih lebih besar daripada dengan periode Gibran. Klaim Gibran pun boleh kita bilang valid.

Iklan

Bagaimana dengan pemerataan di daerah lain?

Dalam klaimnya, Gibran juga menyebut bahwa “tidak diistimewakan”. Namun, misalnya kita bandingkan kota-kota lain di Pulau Jawa, proyek pemerintah pusat di Solo memang jauh lebih banyak. Baik itu secara jumlah maupun nilai proyeknya.

Katadata dalam salah satu laporannya coba membandingkan jumlah dan nilai proyek di Solo dengan Kota Cirebon, Kota Malang, Kota Madiun, dan Kota Tasikmalaya. Keempat kota ini karena punya karakteristik mirip dengan Kota Solo, yakni bukan ibu kota provinsi dan berstatus kota bukan kabupaten.

Nyatanya, selama tiga tahun kepemimpinan Gibran, Solo memperoleh 32 proyek senilai Rp2 triliun. Sementara pada periode yang sama, kota-kota tersebut rata-rata hanya mendapatkan kurang dari 10 persen dari angka yang Solo peroleh.  

Cirebon, misalnya, hanya menjalankan 7 proyek dengan nilai Rp171,3 miliar. Adapun Tasikmalaya punya 5 proyek dengan nilai Rp137,9 miliar, Malang 3 proyek dengan nilai Rp165,2 miliar, dan Madiun 11 proyek senilai Rp161,08 miliar.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Jubir Timnas AMIN Kritik Pernyataan Mahfud MD Soal Korupsi, Bias Gender dan Merendahkan Perempuan

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 23 Desember 2023 oleh

Tags: Cak IminGibran RakabumingPemilu 2024
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Prabowo-Gibran.MOJOK.CO
Aktual

7 Alasan Mengapa Satu Tahun Masa Kepemimpinan Prabowo-Gibran Layak Diberi Nilai 3/10

20 Oktober 2025
Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO
Ragam

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ironi bapak kerja habis-habisan 60 jam agar anak tak susah finansial. Tapi peran sebagai ayah dipertanyakan karena anak mengaku fatherless MOJOK.CO

Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

26 Februari 2026
Denza D9 Bikin Alphard Terlihat Tua dan Tidak Menarik MOJOK.CO

Denza D9 Datang, Bikin Alphard Langsung Terlihat Tua dan Tidak Menarik: Pelajaran dari “Mobil China” yang Mengusik Singgasana Sang Raja

28 Februari 2026
Toyota Avanza Perusak Gengsi, Gak Waras Gak Berani Beli MOJOK.CO

Toyota Avanza Bekas Perusak Gengsi, tapi Orang Waras Pasti Tidak Ragu untuk Membeli Mobil yang Ramah Ekonomi Keluarga Ini

24 Februari 2026
Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia MOJOK.CO

Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia

23 Februari 2026
Pemuda Jakarta kerja di Jepang untuk bayar utang keluarga. MOJOK.CO

Gila-gilaan Kerja di Jepang tapi Tak Bisa Menikmati Upah Besar, sebab Saya Generasi Sandwich yang Harus Tebus Utang Keluarga

26 Februari 2026
Bisnis coffe shop, rumah dekat kafe, jogja.MOJOK.CO

Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur

26 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.