Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Aktual

Film Animasi Merah Putih: One for All bikin Miris Animator Indonesia yang Susah Payah Berkarya Sampai Luar Negeri

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
12 Agustus 2025
A A
Cover film animasi Merah Putih: One for All dihujat animator. Lebih "bagus" dari Demon Slayer. MOJOK.CO

Trailer film animasi Merah Putih: One for All yang akan tayang di bioskop. (Tangkapan layar Youtube/CGV Kreasi)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Anggaran besar tak menjamin kualitas film animasi

Terlepas dari kebenaran kontroversi di atas, Amy berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada karya animasi. Idealnya, kata dia, hasil film animasi yang baik pengerjaannya dapat dilakukan selama bertahun-tahun. Termasuk proses pembuatan Merah Putih: One for All yang “sebetulnya” tak realistis.

Amy menjelaskan jika proses pembuatan film animasi tidak bisa disama ratakan dengan pembuatan film live action yang menggunakan aktor manusia. Seorang animator maupun tim produksi dituntut untuk “melahirkan” karakter mati, tidak bisa misalnya sang aktor melakukan improvisasi karakter dalam cerita.

“Animasi itu sangat detail dan terperinci. Sebagian besar ceritanya stick to the plan karena semakin kami melakukan improvisasi, nanti bakal banyak waktu yang terbuang,” kata Amy.

karakter dalam film. MOJOK.CO
Salah satu karakter dalam film animasi. (Tangkapan layar Youtube/CGV Kreasi)

Selain itu, menurut Amy, jumlah anggaran yang besar tidak menentukan kualitas film animasi. Begitupun dengan Merah Putih: One for All, tidak bisa ditentukan bagus tidaknya hanya dengan jumlah anggaran.

“Kalau diiringi dengan waktu yang cukup dan planning yang baik, berapapun anggarannya, harusnya filmnya bisa sukses. Karena menurutku, semua tergantung dari timnya, baik animator, produser, sound, dan sebagainya,” ujar Amy.

Negara perlu belajar kembangkan film animasi

Sebut saja film Jumbo yang baru-baru ini sukses di bioskop. Dilansir dari berbagai sumber, Jumbo menghabiskan waktu produksi hingga lima tahun dengan biaya lebih dari Rp20 miliar. Menurut The Conversation, Jumbo menjadi film terlaris sepanjang masa dengan perolehan 10 juta orang penonton dalam waktu 2 bulan penayangan.

Produser film Jumbo, Anggia Kharisma mengatakan melejitnya angka penjualan tiket tersebut sebagai bentuk dari kepercayaan masyarakat akan industri animasi Indonesia. Ia memastikan bahwa visual maupun cerita yang dibawa dalam film Jumbo dapat menyentuh hati penonton. Tak seperti Merah Putih: One for All.

”Jumbo dibuat untuk kita semua, untuk anak-anak kita dan untuk anak-anak dalam diri kita,” ucapnya dikutip dari Kompas.id, Selasa (12/8/2025).

Sepakat dengan Anggia, Amy berujar sejatinya film animasi tidak dikhususkan untuk anak-anak. Orang dewasa pun dapat menikmatinya. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah dapat memberi dukungan kepada para animator Indonesia.

“Teman-teman animator Indonesia itu sangat berbakat sebetulnya. Cuman aku merasa produksi film maupun festivalnya belum banyak. Sementara, di luar negeri contohnya di Eropa tempat aku kuliah, film animasi dari mereka yang tayang di bioskop itu sudah banyak sekali,” kata Amy.

“Jadi aku berharap Indonesia bakal lebih terbukalah dengan potensi yang bisa dihasilkan dari film animasi ini,” lanjutnya.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Film Jumbo Bukan Animasi Biasa, Tapi Realitas Sosial Anak-anak Indonesia yang Tumbuh Tanpa Kasih Sayang Orangtua atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 13 Agustus 2025 oleh

Tags: film animasi Merah Putih: One For Alljumbomerah putihMerah Putih: One For Alltrailer Merah Putih: One For All
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Artikel Terkait

Film animasi Merah Putih: One for All menyelamatkan asa mahasiswa Jurusan DKV. MOJOK.CO
Kampus

Sengsaranya Mahasiswa Jurusan DKV: Insecure karena Tak Bisa Gambar, Kini Lebih Percaya Diri Berkat Satu Hal

21 Agustus 2025
Cover film animasi Merah Putih: One for All dihujat animator. Lebih "bagus" dari Demon Slayer. MOJOK.CO
Ragam

Pengalaman Pertama Menonton Merah Putih: One for All, Dibuat “Kagum” Sekaligus Ketagihan

20 Agustus 2025
dana film animasi Merah Putih: One for All lebih baik untuk guru honorer. MOJOK.CO
Aktual

Daripada Dipakai untuk Produksi Film Animasi “Merah Putih: One for All”, Uang Rp6,7 Miliar Bisa Dipakai untuk Menyejahterakan Guru dan Rumah Subsidi

14 Agustus 2025
Animasi Merah Putih: One For All itu Nyatanya Busuk Banget! MOJOK.CO
Esai

Masyarakat Sepakat Bagus dan Jelek Itu Relatif, tapi Trailer Film Animasi Merah Putih: One For All itu Busuk Banget!

12 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tabungan likuid untuk jaga-jaga pas kehilangan pekerjaan (PHK) memang penting. Tapi banyak pekerja Indonesia tak mampu MOJOK.CO

Punya Tabungan Likuid untuk Jaga-jaga PHK Memang Penting, Tapi Banyak Pekerja RI Tak Sanggup karena Realitas Hidup

29 Januari 2026
Guru besar IPB jelaskan waste to energy (WtE) sebagai solusi pengolahan sampah perkotaan dari Danantara. MOJOK.CO

Waste to Energy (WtE): Senjata Baru Danantara Melawan Darurat Sampah di Perkotaan

29 Januari 2026
kentucky, rocket chicken mojok.co

“Kentucky” Pinggir Jalan: Makanan Biasa-Biasa Saja yang Terasa Mewah, Menyadarkan Betapa Miskinnya Saya Dulu

29 Januari 2026
Alwi Farhan juara Daihatsu Indonesia Masters 2026, bikin Istora Senayan, Jakarta menggelora MOJOK.CO

The Authentic Alwi Farhan: Gen Z Muda dan Berbahaya, Mental Baja tapi Suka Belajar dari Kritik

25 Januari 2026
guru BK.MOJOK.CO

Menjadi Guru BK Capek Mental dan “Tak Menghasilkan”, Memilih Resign dan Kerja Kantoran Meski Harus Mengubur Cita-Cita

29 Januari 2026
Sasar Sekolah, Ratusan Pelajar di Bantul Digembleng Kesiagaan Hadapi Gempa Besar.MOJOK.CO

Sasar Sekolah, Ratusan Pelajar di Bantul Digembleng Kesiagaan Hadapi Gempa Besar

30 Januari 2026

Video Terbaru

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

28 Januari 2026
Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

27 Januari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Tawa yang Tidak Sepenuhnya Bercanda

Roasting Zainal Arifin Mochtar (Bagian 2): Strategi Biar Bisa Jadi Guru Besar

24 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.