Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Aktual

Trauma Serius Mahasiswi UNIMA akibat Ulah Menjijikkan Oknum Dosen, Tertekan hingga Gantung Diri

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
2 Januari 2026
A A
Dosen UNIMA diduga lakukan kekerasan seksual ke mahasiswi FIPP hingga trauma dan bunuh diri MOJOK.CO

Ilustrasi - Dosen UNIMA diduga lakukan kekerasan seksual ke mahasiswi FIPP hingga trauma dan bunuh diri. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Oknum dosen Universitas Negeri Manado (UNIMA) diduga menjadi pelaku kekerasan seskual kepada seorang mahasiswi. Mahasisiwi itu mengaku trauma, depresi, hingga akhirnya bunuh diri.

Peringatan: Tulisan ini berisi informasi yang bisa memicu trauma terhadap kasus serupa. Disarankan tidak melanjutkan membaca jika mental masih dalam kondisi rentan. Tulisan ini juga tidak bermaksud memberi inspirasi untuk melakukan tindak bunuh diri. Jika Anda mengalami persoalan mental serius, jangan ragu untuk mencari bantuan.

***

Dalam beberapa lembar kertas HVS bergaris, EMM (22) menuliskan pengaduannya kepada pihak Dekanat Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Manado (UNIMA).

Dalam surat bertanggal 16 Desember 2025 itu, EMM yang merupakan mahasiswi UNIMA, mengadukan bahwa ia telah menjadi korban perbuatan tercela yang dilakukan oknum dosen berinisial DAM.

Dengan terbata-bata—melalui tulisan tangan itu—EMM mencoba menjelaskan kronologi dugaan kekerasan seksual yang ia alami oleh DAM. Surat tersebut baru tersebar dan jadi sorotan serius publik setelah EMM mengakhiri hidupnya diduga karena trauma dan depresi berat.

Berdasarkan laporan Satreskrim Polres Tomohon, mahasiswi UNIMA itu ditemukan tak bernyawa dalam posisi gantung diri di indekosnya, Kelurahan Matani Satu, Kecamatan Tomohon Tengah, Sulawesi Utara pada Selasa (30/12/2025).

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Media Online Mahasiswa (@zonamahasiswa.id)

Modus menjijikkan diduga oknum dosen UNIMA

Dari surat EMM yang tersebar di media sosial, kira-kira begini yang hendak ia adukan pada Dekanat FIPP UNIMA:

Pada 12 Desember 2025, oknum dosen (DAM) mengirim pesan bermodus menjijikkan ke EMM. Ia bertanya apakah EMM bisa mengurut? Karena DAM mengaku sedang kecapekan. EMM tentu menolak. Karena bukan haknya untuk melayani permintaan itu.

Saat itu, dua teman EMM yang kebetulan bersamanya di food court kampus, melarang EMM untuk mendatangi si DAM. Namun, tak lama berselang, oknum dosen UNIMA itu melayangkan modus lain: Menyinggung rekapan nilai.

Iklan

Karena menyangkut rekap nilai, EMM dengan terpaksa mendatangi DAM. Namun, sebagai jaga-jaga, ia mengirim live location kepada dua temannya agar ia tetap dalam pantauan.

Kekerasan seksual diduga oknum dosen UNIMA di dalam mobil

“Sebelum saya pergi tepatnya jam 14.20 saya sudah live location di grup WA saya dan teman saya. Setelah saya sampai di tempat parkir, beliau menyuruh saya untuk naik ke mobilnya,” tulis EMM menjelaskan kronologi dugaan kekerasan seksual yang ia alami.

Di dalam mobil, ternyata tidak ada pembahasan soal rekapan nilai. Si oknum dosen hanya merajuk merasa kecapekan. Ia bahkan memaksa EMM untuk pindah ke kursi depan.

“Mobil sudah jalan samping pascasarjana beliau berhenti, beliau memaksa saya untuk duduk di depan, saya menolak perintah tersebut. Di situ saya mulai ragu dengan mner, saya takut diapa-apain sama beliau,” ungkap EMM.

EMM sempat menjawab akan pindah ke depan jika melalui pintu. Saat itu, EMM berpikir akan kabur jika DAM mengiyakan permintaannya itu. Sebab, EMM sudah sangat merasa takut dan tidak tahu harus berbuat apa.

Namun, kata mahasiswa UNIMA itu, si DAM memaksa agar EMM pindah ke kursi depan tapi tetap melalui dalam mobil. Sementara saat itu, EMM mengaku dalam kondisi mengenakan rok. Setelah pindah, kekerasan seksual pun terjadi.

“15.03 saya sampai di Prodi Pasca di situ saya semakin benci sama mner (dosen DAM), karena dengan perlakuannya tidak mencerminkan dia adalah dosen. Pada saat itu beliau berkata bahwa dia adalah dosen yang paling bahagia,” ujar EMM.

Trauma, tertekan, hingga bunuh diri

Pesan-pesan si oknum dosen UNIMA tertanggal 12 Desember 2025 sudah otomatis terhapus—karena menggunakan format batas waktu—untuk digunakan sebagai barang bukti. Sementara saat kejadian, EMM mengaku tidak bisa merekam karena kondisi baterai hp yang hampir habis.

Namun, EMM mengaku menangkap layar pesan si oknum dosen pada 16 Desember 2025, sebagai penguat bukti atas surat aduan yang EMM tulis.

“Tujuan pengaduan ini, melalui surat ini, saya memohon agar pihak pimpinan dapat menangani masalah ini. Kalau bisa kasi sanksi kepada DAM. Jangan dibiarkan orang seperti itu. Kejadian tersebut masih dalam lingkup kampus FIPPsi,” mohon EMM.

“Dampak yang saya dapat adalah trauma dan ketakutan. Saya takut bila bertemu mner (dosen DM), saya malu jika ada mahasiswa yang melihat saya turun atau naik di mobilnya, akan jadi pembicaraan. Saya tertekan dengan masalah tersebut,” sambungnya.

Karena tekanan yang tak teratasi, EMM kemudian ditemukan meninggal dalam kondisi gantung diri, diduga bunuh diri.

Mengusut pelaku

Melalui keterangan tertulis di akun Instagram resmi UNIMA, pihak Universitas Negeri Manado menyatakan akan menangani kasus dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen kepada mahasiswi itu dengan serius. Pihak kampus mengaku telah bekerja sama dengan Kepolisian untuk mengusut tuntas sesuai ketentuan hukum.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Universitas Negeri Manado (@unima_1955)

Sebagai penguat, Rektor Universitas Negeri Manado (UNIMA), Joseph Kambey menyebut telah memberhentikan sementara dosen inisial DAM yang diduga sebagai pelaku. Ia menegaskan, UNIMA tidak mentoleransi pelanggaran yang berpotensi mencederai marwah institusi pendidikan tinggi.

“SK Rektor ditegaskan bahwa selama menjalani pembebasan sementara dari tugas jabatan, yang bersangkutan tetap memperoleh hak-hak kepegawaiannya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Rektor dalam surat keputusan pemberhentian DAM Nomor 1401/UN41/KP.2025 tentang Pembebasan Sementara dan Tugas Jabatan. Dosen di Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi, Kamis (1/1/2026).

“Langkah pemberhentian sementara ini dipandang sebagai bagian dari mekanisme penataan dan penegakan disiplin internal, sekaligus memberikan ruang bagi proses pemeriksaan dan evaluasi yang objektif, transparan, serta akuntabel sesuai dengan norma hukum dan regulasi pendidikan tinggi,” lanjutnya.

Dalam laporan Detik Sulsel dan Media Indonesia, pihak keluarga EMM mendesak pengusutan tuntas kasus dugaan kekerasan seksual yang merenggut nyawa EMM. Apalagi, keluarga korban mengaku menemukan kejanggalan di tubuh EMM.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Sisi Gelap Sebuah Pesantren di Tasikmalaya: Mulai dari Pelecehan Seksual Sesama Jenis, Senioritas, Kekerasan, Hingga Senior Memaksa Junior Jadi Kriminal atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Terakhir diperbarui pada 2 Januari 2026 oleh

Tags: bunuh diridosen unimafipp unimakekerasan seksualkekerasan seksual unimamahasiswi unimapelecehan seksualpelecehan unimaunimauniversitas di manadouniversitas negeri manado
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Kesulitan korban kekerasan seksual dalam berbicara
Ragam

Korban Kekerasan Seksual Sering Jatuh Ditimpa Tangga: Sulit Bicara, Bukan Dipahami, tapi Malah Dihakimi

11 Februari 2026
Toilet umum di Jakarta saksi bejat laki-laki otak mesum MOJOK.CO
Urban

Toilet Umum di Jakarta Jadi Tempat Cowok Tolol Numpang Masturbasi, Cuma karena Nonton Girl Band Idola dan Alasan Capek Kerja

10 Februari 2026
Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik MOJOK.CO
Esai

Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik

4 Februari 2026
Sisi Gelap Sebuah Pesantren di Tasikmalaya: Kelam & Bikin Malu MOJOK.CO
Esai

Sisi Gelap Sebuah Pesantren di Tasikmalaya: Mulai dari Pelecehan Seksual Sesama Jenis, Senioritas, Kekerasan, Hingga Senior Memaksa Junior Jadi Kriminal

9 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dilema Genteng Tanah Liat: Sejuk di Jogja, tapi Jadi Horor di Sumatera Barat MOJOK.CO

Dilema Genteng Tanah Liat: Sejuk di Jogja, tapi Jadi Horor di Sumatera Barat

11 Februari 2026
Lolos Unair lewat jalur golden ticket tanpa SNBP. MOJOK.CO

Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP

7 Februari 2026
Mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah PTN Surabaya pertama kali makan di restoran All You Can Eat (AYCE): norak, mabuk daging, hingga sedih karena hanya beri kenikmatan sesaat MOJOK.CO

Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

6 Februari 2026
Kesulitan korban kekerasan seksual dalam berbicara

Korban Kekerasan Seksual Sering Jatuh Ditimpa Tangga: Sulit Bicara, Bukan Dipahami, tapi Malah Dihakimi

11 Februari 2026
merantau, karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO

Bagi Pekerja Bergaji Dua Digit “Nanggung” di Jakarta, Menyewa Apartemen di Tengah Kota Lebih Baik Ketimbang Ambil KPR di Pinggiran

9 Februari 2026
Toilet umum di Jakarta saksi bejat laki-laki otak mesum MOJOK.CO

Toilet Umum di Jakarta Jadi Tempat Cowok Tolol Numpang Masturbasi, Cuma karena Nonton Girl Band Idola dan Alasan Capek Kerja

10 Februari 2026

Video Terbaru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026
Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.