Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

4 Alasan Mengapa Wacana Dua Poros di Pilpres 2024 Sulit Terlaksana

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
22 September 2023
A A
4 Alasan Mengapa Wacana Dua Poros, Prabowo vs Anies Baswedan di Pilpres 2024 Sulit Terlaksana MOJOK.CO

Kemungkinan hanya ua pasang calon yaitu Anies Baswedan dan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024. (Instagram Anies Baswedan dan Instagram Prabowo Subianto)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Wacana mengenai skenario dua poros kandidat capres-cawapres dalam Pemilu 2024 mencuat baru-baru ini. Namun, ada empat alasan mengapa wacana Prabowo vs Anies Baswedan saja di Pilpres 2024 sulit terlaksana.

Belakangan bacapres PDIP Ganjar Pranowo disebut akan “mengalah” dengan menjadikan Prabowo Subianto sebagai capres, sementara dia menjadi cawapres.

Jika skenario demikian terjadi, artinya Pemilu 2024 hanya akan dua poros kandidat. Yakni Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mengusung Prabowo, dan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) dengan Anies Baswedan sebagai capres.

Akan tetapi, pengamat politik Universitas Muhammadiyah Kupang Ahmad Atang menilai bahwa wacana Prabowo Subianto vs Anies Baswedan saja sulit terlaksana.

“Secara normatif politis, wacana ini sah-sah saja karena dalam politik ada teori kemungkinan, tapi sepertinya sulit terlaksana,” kata pengajar ilmu politik tersebut, dikutip dari Antara, Jumat (22/9/2023).

4 alasan mengapa Prabowo vs Anies Baswedan sulit terlaksana

Atang menilai, ada beberapa hal yang menyebabkan mengapa wacana dua poros dalam pilpres nanti menjadi sesuatu yang sulit terjadi.

Menurut Atang, alasan pertama adalah dengan hadirnya PDIP ke KIM, hanya bakal mempersulit Prabowo dan mitra koalisinya dalam menentukan cawapres.

Seperti yang kita tahu, parpol anggota KIM sudah punya banyak nama besar sebagai kandidat cawapres, termasuk Erick Thohir, Airlangga Hartarto, hingga Agus Harimurti Yudhoyono–yang gabung belakangan. Masuknya Ganjar, hanya menambah panjang diskusi.

Kedua, kata Atang, masuknya Ganjar malah bisa menggusur popularitas cawapres Prabowo yang proyeksinya sudah jauh-jauh hari. Hal ini pun bisa merusak soliditas koalisi.

Sementara alasan ketiga masih soal rusaknya soliditas. Bisa jadi parpol anggota KIM seperti Golkar, PAN, dan Demokrat bisa tidak nyaman karena kehadiran PDIP.

“Watak suka mengatur-ngatur yang sering PDIP tunjukkan bisa terjadi juga di Koalisi Indonesia Maju,” jelas Atang.

Adapun alasan yang keempat Prabowo vs Anies Baswedan sulit terlaksana adalah KIM sudah dalam tahap finalisasi dan masuk mode siap bertarung. Sehingga, masuknya PDIP hanya akan menyebabkan stagnasi pada desain yang sudah berjalan.

“Terlepas dari itu, komunikasi terus dibangun dan semoga ada kejutan lagi ke depannya,” pungkasnya.

Berdasarkan jadwal yang telah KPU tetapkan, pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden akan berlangsung mulai 19 Oktober 2023 hingga 25 November 2025 mendatang. Jadi, masih ada banyak waktu untuk menunggu kejutan yang lain.

Iklan

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA 4 Fakta Keperluan Logistik Pemilu 2024, Butuh Miliaran Surat Suara hingga Jutaan Botol Tinta

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 22 September 2023 oleh

Tags: Pemilu 2024prabowo vs anies baswedan
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO
Ragam

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul 15.00 MOJOK.CO
Aktual

Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul Tiga Sore

14 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Hanya Orang “Tidak Waras” yang Mau Beli Suzuki APV MOJOK.CO

Misteri Adik Saya yang Berakal Sehat dan Mengerti Dunia Otomotif, tapi Rela Menebus Suzuki APV yang Isinya Begitu Mengenaskan

5 Februari 2026
Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT MOJOK.CO

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT

2 Februari 2026
Sarjana pegasuh anak, panti asuhan Muhammadiyah di Surabaya. MOJOK.CO

Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam

5 Februari 2026
bpjs kesehatan.MOJOK.CO

Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif

5 Februari 2026
Mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah PTN Surabaya pertama kali makan di restoran All You Can Eat (AYCE): norak, mabuk daging, hingga sedih karena hanya beri kenikmatan sesaat MOJOK.CO

Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

6 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.