Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Perempuan Sulit Masuk Dunia Politik padahal Keterwakilannya Diperlukan

Kenia Intan oleh Kenia Intan
3 April 2023
A A
perempuan politik mojok.co

Ilustrasi politisi perempuan (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sistem politik di Indonesia belum ramah perempuan. Kalau tak memiliki latar belakang elit, sulit bagi kaum perempuan masuk ke dalam dunia politik. Padahal keterlibatan perempuan untuk mengambil keputusan sangat diperlukan. 

Jumlah perempuan yang duduk di parlemen meningkat dari tahun ke tahun. Namun, jumlahnya belum memenuhi kuota afirmasi yang sudah pemerintah tentukan, yakni 30 persen. Sistem politik yang belum ramah terhadap perempuan menjadi salah satu alasan kuota itu tidak kunjung terpenuhi. Selain itu, stereotip dan diskriminasi terhadap politisi perempuan masih kental di tengah masyarakat.

Alasan-alasan di atas membuat perempuan berpikir berulang kali sebelum terjun ke dunia politik. Tidak heran, sosok-sosok perempuan yang aktif di dunia politik saat ini kebanyakan berasal dari elit politik.

“Enggak banyaknya perempuan yang menonjol kecuali kalau dia bagian dari elit politik seperti Mbak Puan dan seterusnya, itu memang karena sistem politik kita tidak ramah perempuan,” kata Bivitri di acara diskusi INFID seperti dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (30/3).

Tantangan

Tantangan itu juga terjadi di level pilpres, Bivitri mencermati, saat ini belum banyak pembahasan mengenai sosok-sosok perempuan yang akan meramaikan pesta demokrasi tahun depan. Kalaupun ada, perbincangannya sebatas perempuan sebagai peraih suara semata.

“Kalau ada nama yang masuk, yang dianggapnya itu punya basis massa misalnya Bu Khofifah, dianggapnya Jawa Timur itu bisa dipegang, tapi sebenernya enggak ada yang substantif,” imbuh dia.

Minimnya keterwakilan perempuan perlu menjadi perhatian bersama. Program Officer International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) Rizka Antika mengungkapkan, keterwakilan perempuan diperlukan untuk menunjang diversitas dalam kelompok pengambil keputusan

“Bukan hanya menjadi perwakilan deskriptif, tapi juga substantif,” jelasnya seperti dikutip dari Antaranews, Kamis (30/3/2023). Ketika keputusan hanya diambil kelompok yang homogen, hasilnya tidak bisa mengakomodasi kepentingan banyak pihak.

Salah satu cara mendorongnya, membangun optimisme melalui pembingkaian atau framing karakteristik  kepemimpinan perempuan yang khas. Rizka melihat, selama ini perempuan sebenarnya memiliki karakter kepemimpinan yang berempati, mau bekerja sama, kolaboratif, dan mengayomi. Kepemimpinan itu kurang ditonjolkan padahal bisa menjadi bekal kekuatan perempuan untuk masuk ke ranah politik dan menantang hegemoni maskulinitas dalam dunia politik.

Penulis: Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Dari Panggung Musik ke Panggung Politik, Ini Daftar Musisi yang Jadi Politisi

Terakhir diperbarui pada 3 April 2023 oleh

Tags: keterwakilan perempuanPemilu 2024perempuanpolitisi perempuan
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO
Ragam

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul 15.00 MOJOK.CO
Aktual

Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul Tiga Sore

14 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sumbangan pernikahan di desa, jebakan yang menjerat dan membuat warga menderita MOJOK.CO

Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”

8 April 2026
Mahasiswa Jogja nugas di coffee shop

Nugas di Kafe Dianggap Buang-buat Duit, padahal Bikin Mahasiswa Jogja Lebih Tenang dan Produktif

6 April 2026
Mahasiswa muak dengan KKN di desa. Mending magang saja MOJOK.CO

Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang

8 April 2026
Jurusan Antropologi Unair selamatkan saya usai ditolak UGM. MOJOK.CO

Ditolak UGM Jalur Undangan, Antropologi Unair Selamatkan Saya untuk Tetap Kuliah di Kampus Bergengsi dan Kerja di Bali

6 April 2026
Vario 160 Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Honda MOJOK.CO

Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan

3 April 2026
User kereta api (KA) ekonomi naik bus Sumber Selamat: sebenarnya kursi lebih nyaman, tapi ogah tersiksa lebih lama MOJOK.CO

User Kereta Ekonomi Naik Bus Sumber Selamat karena Tak Ada Pilihan: Kursi Lebih Nyaman, Tapi Dibuat Hampir Pingsan

2 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.