Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Kenapa Keterlibatan Perempuan Sebagai Penyelenggara Pemilu Masih Rendah?

Kenia Intan oleh Kenia Intan
26 Januari 2023
A A
perempuan penyelenggara pemilu

Ilustrasi minimnya keterlibatan perempuan dalam penyelenggaraan pemilu (Mojok.co).

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Keterlibatan perempuan dalam penyelenggaraan pemilu masih rendah. Banyak faktor yang melatarbelakanginya, baik dari lingkungan maupun sisi perempuannya sendiri.  

Penyelenggaraan pemilu di tingkat nasional masih didominasi laki-laki. Di Komisi Pemilihan Umum (KPU) jumlahnya rata-rata 14,29 persen. Begitu pula yang terjadi di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dari tahun ke tahun jumlahnya lebih banyak laki-laki atau keterwakilan perempuan baru sekitar 20 persen. 

Padahal Komisioner KPU RI periode 2022-2027 Betty Epsilon Idroos mengungkapkan, kehadiran perempuan dalam penyelenggaraan pemilu diperlukan, baik secara kuantitas maupun kualitasnya. Dengan begitu bisa terjadi keadilan yang ditandai dengan kesetaraan akses dan persamaan hak. 

Sayangnya, keterwakilan perempuan penyelenggara pemilu masih mengahadapi beberapa persoalan hari ini. Misalnya, stigma negatif terhadap politik, benturan antara ranah publik dan domestik, akses informasi tidak didapatkan dengan segera, serta regulasi yang belum bisa menerapkan afirmasi perempuan secara ideal. 

Minimnya pengalaman dan ketidaktahuan perempuan tentang kepemimpinan menjadi persoalan lain. Hal ini juga menjadi sorotan Betty. Ia merasa, dari sisi perempuannya sendiri perlu mempersiapkan diri dengan baik agar tercipta keterwakilan perempuan yang berkualitas. Betty mengakui hal tersebut tidak mudah apalagi bagi perempuan. Di mata politik, perempuan memang harus terlebih dulu menunjukkan kapasitasnya yang lebih unggul daripada laki-laki agar bisa diakui.  

Beberapa kapasitas yang diperlukan perempuan seperti kemampuan manajerial, memahami teknis penyelenggaraan, inovasi dan perbaikan komunikasi. Kemampuan lain yang tidak kalah penting seperti kerja sama dan jejaring, pendidikan pemilih, saling support antar perempuan, serta integritas dan profesionalitas. 

Peningkatan kuantitas dan kualitas dalam rangka mendorong keterwakilan perempuan dalam penyelenggaraan pemilu ditangkap dengan baik oleh Aisyiyah, organisasi perempuan persyarikatan Muhammadiyah.

Endang Sulastri, Dosen Program Studi Ilmu Politik FISIP UMJ yang sekaligus LHKP PP Muhammadiyah menjelaskan, Aisyiyah senantiasa terlibat dalam kesiapan sumber daya manusianya. Salah satunya dengan membekali pendidikan politik pada calon-calon yang berminat. 

“Kami memantau juga siapa yang mencalonkan diri, siapa yang berhasil jadi,” jelas Endang dalam Aisyiyah Update: Mengawal Keterwakilan Perempuan Penyelenggara Pemilu yang Bermakna, Kamis (19/1/2023). 

Di sisi lain, Aisyiyah mendukung usaha menyosialisasikan keterwakilan perempuan penyelenggara pemilu melalui Lembaga Penelitian dan Pengembangan (LPPA) Aisyiyah hingga di tingkat daerah. Sosialisai itu tidak hanya menyasar pemimpin dan kelompok perempuan tetapi juga laki-laki. 

Guna memperbesar keterlibatan perempuan dalam penyelenggaraan pemilu, Endang mendorong agar seleksi penyelenggara pemilu tidak lagi berdasarkan nilai, tapi berdasar peringkat. Pemilihan berdasarkan peringkat pun dibedakan antara laki-laki dan perempuan untuk menjamin terpilihnya perempuan sebagai penyelenggara pemilu. Menurutnya, hal itu tidak menyalahi konsep afirmasi. 

“Karena memang memberi ruang, itu harapan kami, mudah-mudahan dieloborasi,” terangnya dalam kesempatan yang sama. 

Penulis: Kenia Intan
Editor: Amanatia Junda

BACA JUGA Sudah Ada Organisasi Sayap Perempuan, Kenapa Representasi Politik Perempuan Masih Kurang? 

Terakhir diperbarui pada 26 Januari 2023 oleh

Tags: aisyiyahbawaslukpuPemilu 2024perempuan
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Video

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan Langgar Aturan Kampanye, Cuma Kena Sanksi Teguran?

7 Maret 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO
Ragam

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Dat, pemuda dengan 3 gelar universitas putuskan tinggalkan kota demi bangun bisnis budidaya jamur di perdesaan MOJOK.CO

Cabut dari Kota Tinggalkan Perusahaan demi Budidaya Jamur di Perdesaan, Beberapa Hari Raup Jutaan

4 Februari 2026
Derita punya pasangan hidup sandwich generation apalagi bonus mertua toxic MOJOK.CO

Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

5 Februari 2026
TKI-TKW Rembang dan Pati, bertahun-tahun kerja di luar negeri demi bangun rumah besar di desa karena gengsi MOJOK.CO

Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti

7 Februari 2026
self reward.mojok.co

Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

6 Februari 2026
bpjs kesehatan.MOJOK.CO

Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif

5 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.