Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Alasan Perempuan Muda Jarang Muncul di Ruang Politik

Kenia Intan oleh Kenia Intan
22 Februari 2023
A A
perempuan muda

Ilustrasi partisipasi perempuan di ruang politik (Mojok.co).

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Perempuan muda jarang muncul di ruang politik formal maupun ruang berpengaruh lainnya. Padahal representasi mereka diperlukan agar tercipta kebijakan-kebijakan yang ramah terhadap kelompok perempuan muda. 

Direktur Influencing Yayasan Plan Indonesia Nazla Mariza sebelumnya sempat menjelaskan, sebenarnya kaum perempuan muda menyadari bahwa partisipasi politik itu penting. Survei State of the World yang dirilis oleh Plan Internasional menunjukkan, sebesar 98 persen anak dan kaum perempuan muda Indonesia menyatakan partisipasi politik itu penting. Angka itu tergolong tinggi dibanding rata-rata angka global yang tercatat 97 persen. 

“Kepedulian mereka terhadap isu-isu politik besar,” jelas Nazla Mariza seperti dikutip dari Kompas.com, Sabtu, (5/11/22). 

Hanya saja, survei itu berbanding terbalik dengan tingkat akomodasi aspirasi kaum perempuan muda. Mereka memang peduli dengan partisipasi politik, tetapi masih mendapat penolakan dalam konteks menentukan keputusan yang berdampak pada kehidupan, tubuh, dan masa depan mereka.

Hambatan Perempuan Masuk ke Politik

Riset menunjukkan, sebesar 69 persen kaum perempuan muda mengaku menghadapi hambatan dan tantangan ketika mencoba untuk berpartisipasi dalam politik. Melansir riset Voices for Change yang digarap oleh aktivis muda berusia 10-24 tahun dari Indonesia, Vietnam, dan Australia, ada beberapa hambatan yang menghalangi perempuan untuk terlibat lebih jauh ke dalam politik, antara lain sebagai berikut: 

  • Mengekspresikan pendapat di Indonesia masih tergolong berisiko. Belum lagi kekerasan berbasis gender online (KBGO) yang masih jamak terjadi. 
  • Kaum muda dari kelompok ekonomi rendah dan kelompok minoritas lainnya masih kesulitan mengakses ruang-ruang politik.  
  • Kurangnya pendidikan politik di sekolah-sekolah. Akibatnya, banyak yang masih bingung mengenai proses demokrasi dan keterlibatan politik. 
  • Kaum muda punya kepercayaan yang rendah terhadap proses politik dan isu yang ada saat ini. 

Padahal apabila mereka terlibat, bukan tidak mungkin perubahan akan terjadi baik dari sisi sistem politik, sumber daya, dan peluang ekonomi. Apalagi sebagian besar dari mereka juga punya kepedulian terhadap kemiskinan, pengangguran, kekerasan, dan konflik.  

Nazla menambahkan, sebenarnya ada beberapa cara memperkuat partisipasi politik perempuan muda. Pertama, mengambil keputusan di semua tingkat agar melembagakan partisipasi yang bermakna dan aman dari anak dan kaum perempuan muda melalui kebijakan, strategi, dan kerangka kerja yang sepenuhnya memiliki sumber daya dan akuntabel.

Kedua, pemerintah harus memastikan akses ke jalur yang beragam dan inklusif menuju partisipasi politik, termasuk sumber daya dan penguatan pendidikan kewarganegaraan dan peluang kepemimpinan. Ketiga, pemerintah dan perusahaan media sosial harus mengatasi kekerasan yang dialami oleh politikus perempuan dan aktivis perempuan.

“Media juga dapat mendukung dengan mempromosikan citra positif partisipasi perempuan dan memberi perhatian pada kekerasan yang dialami, baik di ruang daring maupun luring,” jelas dia seperti dikutip dari Antaranews.com. 

Penulis: Kenia Intan
Editor: Amanatia Junda

BACA JUGA Melihat Keterlibatan Perempuan di Parlemen

Terakhir diperbarui pada 22 Februari 2023 oleh

Tags: aktivis perempuanKBGOketerlibatan perempuanpartisipasi perempuanPemilu 2024ruang politik
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO
Ragam

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul 15.00 MOJOK.CO
Aktual

Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul Tiga Sore

14 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Umur 23 tahun belum mencapai apa-apa: dicap gagal dan tertinggal, tapi tertinggal ternyata bisa dinikmati dan tak buruk-buruk amat MOJOK.CO

Umur 23 Belum Mencapai Apa-apa: Dicap Gagal dan Tertinggal, Tapi Tertinggal Ternyata Bisa Dinikmati karena Tak Buruk-buruk Amat

2 Februari 2026
Jogja City Mall, Sleman bikin orang nyasar. MOJOK.CO

Megahnya Jogja City Mall Bergaya Romawi dengan Filosofi Keberuntungan, Nyatanya Makin Menyesatkan Orang “Buta Arah” Seperti Saya

3 Februari 2026
Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis MOJOK.CO

Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis

31 Januari 2026
kos di jakarta.MOJOK.CO

Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”

3 Februari 2026
TKI-TKW Rembang dan Pati, bertahun-tahun kerja di luar negeri demi bangun rumah besar di desa karena gengsi MOJOK.CO

Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi

6 Februari 2026
Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh” MOJOK.CO

Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”

31 Januari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.