Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Konter

Kenapa iPhone Ngotot Nggak Mau Pakai Charger USB Type C?

Aditia Purnomo oleh Aditia Purnomo
9 Desember 2022
A A
Kenapa iPhone Ngotot Nggak Mau Pakai Charger USB Type C?

Ilustrasi Kenapa iPhone Ngotot Nggak Mau Pakai Charger USB Type C?

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Alasan itu juga yang menjadi salah satu alasan saya meninggalkan iPhone dan perangkat lain dalam ekosistem Apple. Masa ya dalam satu ekosistem saja, Apple memaksa kita menggunakan charger berbeda? MacBook dan iPad menggunakan charger USB Type C, sementara iPhone dan Airpods kudu pakai lightning port. 

Kini setelah beralih ke ROG dan Samsung, ya saya cukup butuh satu charger untuk dibawa-bawa. Mau isi daya laptop, hape, tablet, TWS, ya cukup pakai satu charger dan satu kabel. Praktis, tanpa harus repot. Bahkan saat kelupaan bawa charger, tak perlu repot cari pinjaman karena banyak orang sudah menggunakan charger USB Type C, bahkan untuk Apple User dengan MacBook-nya. 

Kenapa Apple ngotot?

Pertanyaannya, kenapa Apple segitu ngototnya tidak mau menggunakan charger USB Type C pada iPhone? Secara prinsip ya demi cuan. Walau kepada publik Apple mengatakan jika mereka tak mau mengganti lightning port karena alasan lingkungan. Sama seperti alasan mereka tak lagi mau menyertakan kepala charger pada paket penjualan iPhone. 

Katanya sih kalau ganti ke charger USB Type C, bakal menambah sampah elektronik karena orang kabel lightning port tak lagi terpakai. Nantinya kabel-kabel lightning bakal jadi sampah elektronik. Gitu katanya. Padahal ya kalau ganti ke USB Type C di produk terbaru kan nggak semua orang juga langsung ganti hape. Itu teman saya sampai sekarang masih ada yang pakai iPhone 5s, kok.

Alasan yang sama juga dinyatakan Apple ketika merilis iPhone terbaru tanpa kepala charger di paket penjualannya. Katanya, nanti kepala charger yang lama bakal jadi sampah elektronik. Padahal yang gonta-ganti iPhone setiap tahunnya juga kan mesti menyertakan kepala charger buat hape yang dijual. Ibarat kata, kalau COD-an ya kudu lengkap biar harganya nambah. 

Alasan lingkungan yang digunakan Apple jelas cuma gimmick perusahaan. Ya jelas alasan utamanya buat nambah cuan. Mengingat hak paten charger USB Type C ini bukan punya Apple, jadi mereka nggak bisa memonopoli penjualan aksesoris charger seperti sekarang. Kalau pun ada third party, tentu harus bayar paten agar bisa Apple Certified-kan. 

Nggak bisa monopoli

Karenanya, ketimbang pake Type C, katanya sih Apple lebih baik mengeluarkan iPhone tanpa port. Hal ini dilakukan karena mereka sudah punya MagSafe yang patennya juga mereka miliki. Menggunakan Magsafe, iPhone bisa melakukan pengisian daya tanpa kabel. Sayangnya, hingga saat ini, pengisian daya tanpa kabel masih belum bisa optimal. Pengisiannya masih lamban dan membuat ponsel cepat panas. 

Itulah kenapa, sepertinya Apple mau tak mau akan mengeluarkan iPhone seri baru tahun depan menggunakan Type C. Mengingat regulasi di Eropa, dan pasar mereka besar di sana, kemungkinan mereka harus pasrah untuk meninggalkan lightning port. Namun, sebagai catatan, ini masih kemungkinan loh ya. Karena kalau cuma regulasi, Apple mah sering mangkir. 

Sebagai contoh, di Brasil, Apple sudah pernah dipaksa menjual iPhone-nya dengan menyertakan kepala charger. Bahkan, Apple telah didenda Rp293 miliar karena tak sertakan charger. Namun, hingga kini, Apple masih juga tidak menyertakan charger di paket penjualan. Hal ini juga yang membuat ratusan iPhone yang dijual tanpa charger disita pemerintah Brazil.

Tetap saja bandel

Jadi, seandainya nanti Apple tetap menggunakan lightning port di iPhone 15, ya saya nggak bakal kaget. Soalnya Apple ini memang keras kepala kalau urusannya tentang cuan. Lalu, seandainya pun ikut aturan Eropa, saya tetap nggak kaget kalau yang pakai charger USB Type C ini cuma iPhone untuk pasar Eropa. Untuk pasar US dan lainnya bisa jadi tetap pakai lightning. Indonesia ya kebagian ampasnya aja. 

Jadi, walau dunia teknologi sedang menuju ke jalan semua pakai Type C, bisa jadi Apple tetap membandel demi cuan. Entah kenapa, sekarang saya melihat Apple ini cuma “cuan cuan cuan” aja sih. Apalagi setelah ditinggal Steve Jobs. 

Ya, dulu produk Apple nih selalu mahal. Tapi, ada inovasi yang bisa kita terima. Namun sekarang, inovasi tak ada uang jajan sirna, karena cuan adalah segalanya buat Apple.

BACA JUGA Sejarah iPhone Tunjukkan, jika Hari Ini Apple Dihujat, toh Besok Ia Tetap Ditiru dan analisis menarik lainnya di rubrik KONTER.

Penulis: Aditia Purnomo

Iklan

Editor: Yamadipati Seno 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 12 Desember 2022 oleh

Tags: Applecharger Type Ccharger USB Type CiPhonekepala charger iphoneMacBookType CUSB Type C
Aditia Purnomo

Aditia Purnomo

Asli Tangerang, tinggal di Jogja. Tukang review hape baru. Pernah ganti hape 50 kali dalam 3 tahun.

Artikel Terkait

Beli produk hp Apple, iPhone
Urban

Pengguna iPhone Ingin “Naik Kelas” Bikin Muak, Gaya Elite padahal Dompet Sulit

22 April 2026
iPhone 6 dan 7 lebih diminati gen Z
Catatan

iPhone Jadul Bangkit Kembali Berkat Gen Z, Kualitas Foto “Tak Sempurna” Malah Dianggap Unggul daripada Keluaran Terbaru

20 April 2026
Sewa iPhone biar dianggap keren daripada pengguna Android
Catatan

iPhone XR, Bikin Menderita Orang Kota tapi Jadi Standard “Keren” Pemuda di Desa: Rela Gadaikan Barang demi Penuhi Gengsi

17 April 2026
Orang Jakarta pilih bayar iPhone dengan cicilan
Urban

Tren “Aneh” Orang Jakarta: Nyicil iPhone Bukan karena Butuh, Alasannya Susah Dipahami Orang Miskin

14 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

WNI tergabung ke GSF menuju Gaza diculik militer Israel dan renungan kegagalan pemerintah dunia hentian genosida Palestina MOJOK.CO

Di Balik Penculikan WNI-GSF oleh Militer Israel: Sipil Berlayar karena Pemerintah Dunia Gagal Stop Genosida Palestina

19 Mei 2026
Ujian SIM C. MOJOK.CO

Pelajaran Berharga dari Gagal Ujian SIM C Sebanyak 11 Kali: Diam Bukan Pilihan untuk Melawan Hal yang Janggal

18 Mei 2026
Ironi jadi orang tunawicara (bisu) di desa, disamakan seperti orang gila MOJOK.CO

Ironi Orang Tunawicara (Bisu) di Desa: Dianggap Gila, Punya Otak Cerdas Tetap Dianggap Tak Bisa Mikir Hanya karena Sulit Bicara

15 Mei 2026
Kopi starling dan kopi keliling: cuma Rp5 ribu tapi beri suntikan kekuatan pekerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) untuk survive kerja tanpa Work Life Balance MOJOK.CO

Kopi Starling Cuma 5 Ribu tapi Beri Kekuatan Pekerja Jaksel Survive Tanpa Work Life Balance, Ketimbang 50 Ribu di Coffee Shop Elite

14 Mei 2026
Lewat album "Jalan Kaki" - Hifdzi Khoir ceritakan perjalanan hidup, juga sebagai legacy dari mendiang Gusti Irwan Wibowo MOJOK.CO

Album “Jalan Kaki”: Cara Hifdzi Khoir Bercerita tentang Perjalanan Hidup, Jadi Legacy dari Mendiang Gusti

19 Mei 2026
Kos di Jogja, kos campur, dapur.MOJOK.CO

Kos Induk Semang: Tempat Terbaik buat Mahasiswa Irit dan Kenyang, tapi Menyimpan Sisi Lain yang Bikin Penghuninya Tak Nyaman

13 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.