Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Komen Versus

3 Kasta Netizen Berdasarkan Diksi Pilihan, Mulai dari Kampungan Hingga Keminggris

Media sosial zaman sekarang sama pentingnya dengan minum air putih tiap baru bangun pagi.

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
8 Maret 2018
A A
Kasta-Medsos-MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Menilai kasta pengguna media sosial dengan mengamati diksi dan gaya bahasa yang dipakai. Ada yang sok keminggris banget sampai kampungan.

Per 2017, laporan Tetra Pak Index mengungkapkan bahwa terdapat 132 juta pengguna internet di Indonesia. Dari angka ini, diketahui bahwa 106 juta di antaranya menggunakan media sosial setiap bulan. Sementara itu, golongan pengguna yang dianggap “menggilai” media sosial mencapai angka 40% dari jumlah keseluruhan.

Wow~

Yha, media sosial zaman sekarang sama pentingnya dengan minum air putih tiap baru bangun pagi. Nggak usah bilang ini lebay, wong benda yang biasanya kamu pegang pertama setelah melek adalah handphone. Iya, kan?

Selain untuk mematikan alarm, melalui handphone-nya, beberapa orang juga melanjutkan ke tahap ngecekin tab mention di Twitter atau nge-refresh linimasa Instagram.

Pokoknya, tiada pagi yang cerah tanpa twit, foto, dan caption ciamik yang bertebaran gitu deeeeh~

Mengikuti tingkat melesatnya porsi media sosial, pantas-pantas saja rasanya kalau kita mengamati tingkah laku netizen yang, sadar ataupun nga, telah menciptakan kasta tersendiri.

Appuuaaa??? Kastaaaa??? *backsong suara jeng-jeng-jeng*

Meminjam istilah kasta yang berarti golongan (tingkat atau derajat) manusia dalam masyarakat beragama Hindu, dalam kehidupan media sosial ditemui pula tingkat-tingkat ke-medsos-an para netijen (uopooo iki!).

My lov, mari buka bahasan ini dengan kasta pertama:

#3: Kasta Kampulay – Kampungan Alay

Golongan pertama datang dari pengguna tumpukan huruf yang entah kenapa memiliki makna tertentu. Istilah yang dipakai, misalnya, adalah pemakaian huruf x sebagai pengganti -nya dan penggunaan angka yang disematkan sebagai pelengkap sebuah kata.

Nih contohnya, kali aja kamu familier:

“Qmu di mana? Q udh di t4 maem.”

Iklan

“Hai, John. 5af sebelumx, aq telat, nich. Eaaaa, nungguin lama ya? Wkwk.”

Yhaaaa!!! Selalu ada wkwk yang tak lupa terselipkan di kalimat dengan istilah kampungan ini. Meskipun kita patut berbangga karena Indonesia dikenal sebagai wkwk land, pemakaian wkwk pada zaman dulu memang diidentikkan dengan kaum-kaum alay dan terpinggirkan yang nga oke buat di-follow.

Bahkan, kalau ada kasta khusus istilah tertawa, wkwk ini kira-kira akan duduk di posisi paling rendah, di bawah hehe (yang biasanya dipakai untuk tertawa sopan dan terkontrol) dan haha (umumnya dipakai untuk gaya tertawa formal).

Tapi sebenarnya, mau ada kasta tertawa sekalipun, baik wkwk, hehe, ataupun haha umumnya diketik dengan muka datar yang sama sekali nga mencerminkan orang ketawa. Tul?

#2: Kasta Lidah Bule

Menulis twit atau caption dalam bahasa Indonesia untuk kasta ini sudah soooo yesterday. Dengan perkembangan zaman dan beredarnya kamus online yang mudah diakses, gengsi dong kalau nga pake bahasa Inggris kayak Justin Bieber, hih~

Digunakannya istilah berbasis bahasa Inggris pun menjadi pilihan utama penganut kasta ini, misalnya CMIIW (correct me if I’m wrong), IYKWIM (if you know what I mean), YOLO (you only live once), IMHO (in my honest opinion), LOL (laugh out loud), atau ROFL (rolling on the floor laughing). Tak cuma bermodal istilah asing, cuitan di media sosial pun ditulis dengan gaya ala-ala orang Amerikaaaah~

“Idk why ppl getting crazy cuma karena gue joged2 di jalan! Itu kan sehat, guys, soalnya our body jadi shake-shake gitu! Iya nga, sih? CMIIW, yha.”

#1: Kasta (Sok) Asyik

Kasta ini berisikan sekumpulan pengguna internet yang berusaha keras mengikuti tren di linimasa. Tingkat kegaulan menjadi penting di sini dengan digunakannya istilah-istilah (sok) asyik yang diharapkan mampu mendongkrak kekecean pengguna.

Menjadi daftar istilah bagi kelompok kasta ini adalah istilah-istilah semacam vroh (ataupun bro), coeg (berasal dari kata cowok jelek yang diplesetkan serta kata cuk di Jawa Timur), dan dafuq (plesetan dari frasa what the fuck untuk menunjukkan kekecewaan).

“Dafuq, lu sekarang jadi jayus, bro!”

Pokoknya, asal pakai bro, rasanya udah oke banget~

Tapi, dari keseluruhan kasta-kasta di atas, janganlah kamu merasa rendah diri, my lov. Daftar ini belum ada apa-apanya karena kasta tertinggi masih belum keluar.

Yha, soalnya keluarnya nanti pas lebaran: kasta…ngel~

Hehehe~

BACA JUGA 5 Cara Menanggapi Netizen yang Oversharing di Media Sosial dan tulisan lainnya dari Aprilia Kumala.

Terakhir diperbarui pada 16 Oktober 2021 oleh

Tags: diksiInternetkastamedia sosialnetizenwkwk
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Gawai adalah Candu: Cerita Mereka yang Mengalami Brain Rot karena Terlalu Banyak Menonton Konten TikTok.MOJOK.CO
Mendalam

Gawai adalah Candu: Cerita Mereka yang Mengalami Pembusukan Otak karena Terlalu Banyak Menonton Konten TikTok

3 Juli 2025
cek kuota telkomsel.MOJOK.CO
Tekno

5 Cara Cek Kuota Telkomsel Paling Cepat dan Praktis

18 September 2023
Self Abuse yang Tidak Aku Sadari Setelah Melihat Media Sosial MOJOK.CO
Kilas

Self Abuse yang Tidak Aku Sadari Setelah Melihat Media Sosial

9 September 2023
sinyal internet mojok.co
Tekno

Waduh! Ada Puluhan Wilayah di DIY yang Belum Dijangkau Sinyal Internet

3 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

InJourney salurkan bantuan pascabencana Sumatra. MOJOK.CO

Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM

17 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026
Film Semi Jepang Bantu Mahasiswa Culun Lulus dan Kerja di LN (Unsplash)

Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

14 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
Motor Honda Vario 150 2026, motor tahan banting MOJOK.CO

Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual

15 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.