Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Geliat Wayang Orang Kota Semarang di Tengah Arus Zaman, Karena Bukan Sekadar Seni Tradisional dan Kuno

Redaksi oleh Redaksi
15 September 2025
A A
Pagelaran Wayang Orang on The Street di Kota Lama Semarang MOJOK.CO

Pagelaran Wayang Orang on The Street di Kota Lama Semarang. (Pemkot Semarang)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kesenian wayang orang menggeliat kembali di Kota Semarang. Gelaran di Kota Lama jadi titik baliknya. Kesenian ini tengah diupayakan agar tetap lestari. Sebab bukan sekadar seni tradisional dan kuno.

***

Dulu kesenian panggung berupa teater rakyat begitu digemari. Di Jawa Tengah ada ketoprak, Jawa Timur punya ludruk, dan lain-lain. Termasuk juga wayang orang.

Kota Semarang memiliki kelompok kesenian wayang orang yang cukup sohor. Namanya Perkumpulan Wayang Orang Ngesti Pandowo Semarang.

Seiring zaman, senyampang dengan banyaknya pilihan hiburan bagi masyarakat, “kesenian jadul” seperti wayang orang memang pelan-pelan sepi peminat. Namun, sebagai warisan budaya, kesenian tersebut sudah seyogianya dilestarikan.

Dalam konteks Kota Semarang, Pemerintah Kota menggandeng Perkumpulan Wayang Orang Ngesti Pandowo Semarang untuk menjadi titik balik bangkitnya kembali geliat kesenian tersebut. Di antaranya melalui pagelaran “Wayang Orang on The Street”.

Semarak wayang orang lakon “Sang Pinilih” di Kota Lama Semarang

Pada Minggu (14/9/2025) malam, “Wayang Orang on The Street” berlangsung semarak di kawasan Kota Lama Semarang, epatnya di persimpangan Sayangan, sebagai bagian dari rangkaian acara Festival Kota Lama Semarang.

Gelaran tersebut mengangkat lakon “Sang Pinilih”. Bercerita tentang prajurit putri bernama Srikandi yang tak gentar menghadapi peperangan melawan barisan pasukan Kurawa. Bahkan, dalam peperangan tersebut, Srikandi berhasil membunuh Bisma dengan bersenjatakan busur dan panah saktinya.

Pagelaran Wayang Orang on The Street di Kota Lama Semarang MOJOK.CO
Pagelaran Wayang Orang on The Street di Kota Lama Semarang. (Pemkot Semarang)

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, diajak mengambil peran dalam lakon itu. Ia didapuk memerankan tokoh Sang Hyang Wenang. Sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pun turut tampil dengan memainkan beragam peran.

Sebagaimana lazimnya gelaran pewayangan, Wayang on The Street itu menghadirkan dialog dan narasi dengan bahasa Jawa halus (krama). Bagaimanapun, bahasa Jawa krama adalah kekayaan khazanah bahasa Nusantara yang juga harus dijaga agar tetap lestari.

Harapan wayang orang di Kota Semarang agar seperti di Bali

Atas terselenggaranya “Wayang on The Street” itu, Agustina berharap pesan yang diangkat dalam lakon pewayangan tersebut tersampaikan dengan baik. Lebih dari itu juga bisa semakin meningkatkan kecintaan terhadap seni wayang orang, khususnya untuk anak-anak muda.

Pagelaran “Wayang Orang on The Street” di Kota Lama itu menjadi awalan untuk mendukung agar kesenian wayang orang, yang salah satunya besar di Semarang dengan Ngesti Pandowo, bisa bangkit kembali.

Pagelaran Wayang Orang on The Street di Kota Lama Semarang MOJOK.CO
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng turut ambil peran dalam gelaran Wayang Orang on The Street. (Pemkot Semarang)

“Wayang Orang on The Street ini akan menjadi take off-nya. Pemerintah Kota Semarang akan mendukung wayang orang untuk bisa bangkit kembali. Salah satunya tadi ada janji dari para pemain wayang untuk bisa lebih sering membuat perform di titik-titik mana pun,” ujar Agustina.

Agustina juga berharap pagelaran wayang orang di kota yang ia pimpin saat ini bakal menjadi pertunjukan yang gampang dicari dengan berbagai lakon yang disukai oleh penonton. Situasi ini seperti yang terjadi di Bali: wisatawan yang datang akan disuguhi dengan beragam pilihan pertunjukan seni budaya.

Iklan

Bantuan untuk sanggar

Agustina berkomitmen bahwa Pemerintah Kota akan memberikan bantuan berupa perangkat pakaian atau kostum wayang kepada semua sanggar wayang orang di Kota Semarang. Rencananya bantuan ini akan direalisasikan pada 2026 nanti

Senada dengan Agustina, Wakil Wali Kota, Iswar Aminuddi, juga menekankan komitmennya untuk melestarikan wayang orang. Sebab, baginya, wayang orang bukan sekadar pertunjukan seni tradisional, melainkan juga sarana penting dalam pelestarian nilai-nilai luhur budaya bangsa.

“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya Wayang Orang on the Street. Pagelaran ini tidak saja sebagai upaya pelestarian budaya, tetapi juga sebagai episode untuk mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai moral kepada tiap generasi,” ungkapnya.***(Adv)

BACA JUGA: Kota Semarang Jadi Incaran Investasi Senilai Rp13 Triliun, Produk Lokal Punya Pasar Potensial atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 15 September 2025 oleh

Tags: kesenian semarangkota lama semarangSemarangwayang orangwisata semarang
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kisah Bu Ngatimah, pekerja serabutan yang iuran BPJS Ketenagakerjaan miliknya ditanggung ASN Kota Semarang MOJOK.CO
Kilas

Kisah Bu Ngatimah: Pekerja Serabutan di Semarang dapat Fasilitas BPJS Ketenagakerjaan, Iurannya Ditanggung ASN

7 Januari 2026
Kota Semarang coba tak sekadar melawan air untuk atasi banjir MOJOK.CO
Kilas

Kota Semarang Coba Tak Sekadar Melawan Air untuk Atasi Banjir, Tapi Pakai Cara Fisika dan Wanti-wanti Kelalaian Sosial

5 Januari 2026
Refleksi Agustina Wilujeng atas penghargaan yang diborong Kota Semarang sepanjang 2025 MOJOK.CO
Kilas

Refleksi atas Penghargaan yang Diborong Semarang di 2025, Harus Hadir dan Beri Dampak Nyata ke Warga

2 Januari 2026
Wali Kota Agustina Wilujeng berharap pondok pesantren di Kota Semarang makin tertata usai Raperda disahkan MOJOK.CO
Kilas

Pengembangan 300+ Pondok Pesantren di Semarang agar Tak Tertinggal, Bukan Cuma Jadi Pusat Dakwah tapi Juga Pemberdayaan Sosial

31 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hidup di Desa.MOJOK.CO

Jadi Anak Terakhir di Desa Itu Serba Salah: Dituntut Merawat Ortu, tapi Selalu Dinyinyiri Tetangga karena Tak Merantau

7 Januari 2026
Budaya “Jatah Ciu” kepada Pemuda Desa Dianggap Manifestasi Srawung, tapi Tak Cocok Untuk Semua Orang MOJOK.CO

Budaya “Jatah Ciu” kepada Pemuda Desa Dianggap Manifestasi Srawung, tapi Tak Cocok Untuk Semua Orang

6 Januari 2026
Santri penjual kalender keliling dan peminta-minta sumbangan pembangunan masjid meresahkan warga desa MOJOK.CO

Santri Penjual Kalender dan Peminta Sumbangan Masjid Jadi Pengganggu Desa: Datang Suka-suka, Ada yang Berbohong Atas Nama Agama

8 Januari 2026
Kisah Bu Ngatimah, pekerja serabutan yang iuran BPJS Ketenagakerjaan miliknya ditanggung ASN Kota Semarang MOJOK.CO

Kisah Bu Ngatimah: Pekerja Serabutan di Semarang dapat Fasilitas BPJS Ketenagakerjaan, Iurannya Ditanggung ASN

7 Januari 2026
Mobilitas bus pariwisata menjadi tantangan tersendiri bagi Kawasan Sumbu Filosofi (KSF) dan tata kelola di Jogja MOJOK.CO

Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata

10 Januari 2026
MY Lawson, aplikasi membership yang beri ragam keuntungan ke pengguna MOJOK.CO

Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan

10 Januari 2026

Video Terbaru

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

6 Januari 2026
PB Champion Klaten: Tempat Badminton dan Mental Juara Dibentuk

PB Champion Klaten: Tempat Badminton dan Mental Juara Dibentuk

3 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.