Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Terbanyak Lansia, 43 Ribu Warga DIY Alami Miskin Ekstrem

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
23 September 2023
A A
Terbanyak Lansia, 43 Ribu Warga DIY Alami Miskin Ekstrem MOJOK.CO

Yogyakarta jadi kota dengan angka kemiskinan ekstrem tinggi. Salah satunya dikarenakan tingginya jumlah lansia. (Yvesta Ayu/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sebanyak 43 ribu warga DIY yang sebagian besar lanjut usia (lansia) mengalami kemiskinan ekstrem. Pemda DIY siapkan bansos untuk 8.000 lansia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, angka kemiskinan di Yogyakarta masih cukup tinggi yang mencapai 11,49 persen dari jumlah penduduk 3,68 juta. Dari jumlah itu, sebanyak 1,08 persen atau sekitar 43 ribu warga DIY mengalami kemiskinan ekstrem.

“Ini sudah jelas, kemiskinan ekstrem kita [di Yogyakarta] memang masih 1,08 persen. Ini kan miskin ekstrem ya, kebanyakan memang lansia hingga pemberdayaan [yang dilakukan] pun susah. Mereka disuruh kerja juga tidak bisa,” papar Asekda Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana di kantor DPRD DIY, Jumat (22/09/2023).

Kurang asupan kalori

Menurut Tri, warga Yogyakarta yang masuk kategori miskin ekstrem adalah yang mengalami kekurangan asupan kalori. Lansia menjadi warga terbanyak yang mengalami kekurangan nutrisi karena mereka tidak lagi produktif bekerja dan berpenghasilan.

Sementara jumlah lansia di Yogyakarta mencapai 17,33 persen dari total 3,68 juta penduduknya. Tingginya angka harapan hidup menjadikan jumlah lansia di kota ini tinggi dengan rata-rata 73 tahun untuk laki-laki dan 76 tahun untuk perempuan.

“Hampir semua di daerah, khususnya di DIY ini masyarakatnya semakin menua. Usia harapan hidup kita yang lebih dari 73 tahun akhirnya membuat angka kemiskinan ekstrem tinggi,” tandasnya.

Berikan bansos 8.000 lansia yang mengalami kemiskinan ekstrem

Karenanya Pemda DIY fokus memberikan bantuan sosial kepada 8.000 lansia. Program bantuan sebesar Rp300 ribu per bulan untuk 8.000 lansia yang mengalami kemiskinan ekstrem. Kebijakan ini sesuai Inpres Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penurunan Kemiskinan Ekstrem.

Pemda DIY menyerahkan pemilihan lansia penerima bantuan ke Dinas Sosial (dinsos). Namun ada prioritas lansia berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). 

“Bantuan mulai 2024 mendatang. Kita lihat perkembangannya, karena baru pertama kali. Nantinya kalau perlu tambah ya kita tambah,” jelasnya. 

Harusnya Danais bisa mengintervensi

Sementara Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana mengungkapkan, masyarakat miskin tersebut harus mendapatkan intervensi pemerintah. Hal itu penting agar mereka bisa bergerak naik dan memperbaiki kualitas hidup.

“Pemberdayaan susah masuk. Miskin ekstrem ini kan seperti orang terlantar, disabilitas dan lain sebagainya,” tandasnya.

Politisi dari PKS ini menambahkan, Pemda DIY bisa saja menggelontorkan Rp102 miliar untuk mengatasi masalah ini. Jumlah ini bisa cukup mengingat Pemda DIY akan mendapatkan dana keistimewaan (Danais) dari pemerintah pusat sebesar Rp1,5 Triliun pada 2024 mendatang.

“Jumlah tersebut kalau kita mau gelontor dana Rp102 miliar saja bisa selesai. Kita punya APBD, punya juga danais yang tahun 2024 nanti jumlahnya mencapai Rp1,5 triliun. Taruhlah perbulan kita memberikan Rp200 ribuan per orang untuk sembako, maka hanya butuh Rp102 miliar,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Agung Purwandono

Iklan

BACA JUGA Disebut Provinsi Termiskin, DIY Tak Punya Desa Tertinggal

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 23 September 2023 oleh

Tags: kemiskinan esktremmiskin ekstrem
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

No Content Available
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

SSB MAS merawat bibit-bibit muda sepak bola Kota Jogja meski dari Lapangan Minggiran yang tidak rata MOJOK.CO

SSB Tertua di Kota Jogja Merawat Bibit-bibit Muda Meski dari Lapangan Bola Tidak Rata

11 Juli 2026
Truk sampah di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

Mengais Asa di TPA Troketon, Benteng Terakhir Penghidupan Warga Klaten

10 Juli 2026
Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
Beralih dari profesi dokter ke petani di Klaten. MOJOK.CO

Resah Jadi Dokter: Tangani Pasien Petani dengan Keluhan Sama, Pilih Turun ke Sawah demi “Menyembuhkan” Tanah

13 Juli 2026
Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring.MOJOK.CO

Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring

12 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.